Asal Cabe

Posted by sapimoto
Category: Iseng | Leave a Comment
Apakah pernah terpikir atau terlintas untuk mengetahui bagaimana atau darimana cabe dengan rasa pedas yang telah membikin banyak orang ketagihan, masuk ke Indonesia dan menciptakan sebuah citarasa yang sangat menarik dari makanan asli Indonesia? Atau Anda hanyalah seorang penikmat rasa pedas cabe, tanpa pernah peduli darimana cabe berasal atau bagaimana cabe masuk pertama kali di Indonesia? Kalau Anda menjawab iya, maka bisa dikatakan Anda adalah seorang yang sangat tidak peduli dengan bahan-bahan masakan yang masuk ke perut melalui mulut, dan hanya berkutat dengan sebuah hasil akhir sebuah makanan. Jangan merasa terkucil dengan kepribadian Anda yang seperti itu, karena sebagian besar orang juga seperti itu, termasuk saya sendiri.
Bagi sebagian besar orang, termasuk saya, untuk mencari asal-usul atau sejarah dari sebuah bahan masakan memang tidak begitu penting. Banyak yang lebih berpikiran, terlalu memikirkan asal-usul atau sejarah sebuah bahan atau masakan, akan mengurangi atau bahkan bisa menghilangkan sebuah selera makan. Makan dan nikmati saja apa yang tersedia, tanpa perlu bersusah payah dengan sebuah proses yang mungkin saja akan meghasilkan sesuatu yang justru tidak terlalu baik bagi proses penikmatan sebuah makanan.
Saya mengetahui asal cabe ini juga secara tidak sengaja, bermula dari sebuah obrolan antara eyang dengan cucunya. Cerita asal cabe ini berawal pada hari Jumat, 9 Mei 2008 di kamar 217 Insumo Palace Hotel, Kediri.
Ketika masuk ke kamar 217 tersebut, sang bocah dengan segera membuka-buka daftar menu dan mulai membaca satu persatu menu yang disediakan oleh Coffe Shop Insumo Palace Hotel, Kediri. Pilihan sang bocah jatuh pada Three Eggs Omelet. Seperi biasa, bocah ini sangat menyukai makanan yang mengandung unsur telur. Setelah mendapat persetujuan dari bapak, sang bocah segera menekan nomor ekstension Coffe Shop melaui pesawat telepon yang tersedia dikamar hotel. Dengan suara lantang dan penuh percaya diri, bocah ini melakukan pesanan makanan yang diinginkan, dengan menambahkan bahwa Three Eggs Omelet yang dipesannya tersebut tanpa rasa pedas sama sekali. Bocah ini memang tidak terbiasa dengan adanya rasa pedas dalam makanan yang dimakannya walaupu sedikit, tidak seperti bapak dan ibunya, bahkan adiknya yang masih berumur 2 tahun.
Pesanan datang, disajikan dan siap dimakan. Sebelum Three Eggs Omelet tersebut dimakan, obrolan tentang asal cabe dimulai. Obrolan eyang (E) dan cucu (C) ini, kurang lebihnya adalah seperi ini :

E : “Kenapa kamu tidak mau makan makanan pedas? Dengan adanya rasa pedas, akan menambah nafsu makan dan akan lebih membuat makanan menjadi lebih enak”.
C : “Orang luar negeri itu tidak suka makanan pedas, Eyang. Kalau di sebuah restoran, mereka mendapatkan makanan yang pedas, mereka akan meninggalkan makanan tersebut dan tidak perlu untuk membayar makanan tersebut”.
E : “Kamu tahu darimana?”
C : ”Dari Bapak”.

Saya memang pernah menceritakan tentang sebuah kisah yang dibawa oleh seorang teman sebuah pendidikan yang sama sekali tidak doyan dengan makanan yang mengandung unsur pedas, ceritanya sama seperti yang disampaikan oleh bocah tersebut kepada eyangnya. Pada waktu itu, saya memberikan cerita tersebut untuk memberikan pengertian bahwa rasa pedas itu tidak ada hubungannya dengan proses tumbuh menjadi besar atau sebuah proses untuk menyebut huruf “R”. Ternyata cerita yang saya sampaikan itu justru enjadi sebuah fundamental baginya, dan sampai sekarang tidak mau berhubungan dengan unsur pedas. Walaupun saya juga tidak terlalu percaya dengan cerita tersebut, dan menganggap bahwa cerita tersebut adalah sebuah cerita karangan dari seorang yang tidak doyan pedas sama sekali.
Ketika sang bocah sedang menikmati Three Eggs Omelet, Eyang menceritakan tentang asal cabe masuk Indonesia. Cabe dulunya dibawa oleh Jepang untuk meracuni para pejuang Indonesia yang terus melakukan perlawanan terhadap intervensinya di Indonesia. Mengapa Jepang berpikir bahwa cabe tersebut bisa menjadi racun? Karena orang Jepang sangat tidak suka dengan rasa pedas yang dihasilkan cabe, mereka lebih senang dengan rasa pedas yang dihasilkan oleh rempah-rempah seperti merica atau pala. Dan ternyata cabe dengan rasa pedas yang dibawa Jepang, yang semula direncanakan sebagai racun, justru menjadi sebuah penyemangat dalam perjuangan dan akhirnya menjadi sebuah cita rasa khas pada beberapa masakan Indonesia.
Setelah terkena unsur pedas dari cabe, biasanya memang kita akan lebih merasakan semangat untuk melakukan sesuatu. Semangat tersebut timbul dikarenakan kandungan pedas cabe atau karena banyaknya nasi yang dimakan ketika dipadukan dengan pedas cabe, sepertinya juga masih belum jelas.
Tidak usah terlalu serius, terlepas dari benar atau tidaknya cerita tersebut, saya lebih berpikiran bahwa cerita tersebut adalah sebuah cerita yang diberikan oleh seorang Eyang kepada cucunya supaya sang cucu tersebut bisa doyan dengan makanan yang mengandung unsur pedas, baik itu dari cabe atau pedas dari bahan makanan yang lain. Atau mungkin cerita ini juga menjadi inspirasi bagi Anda untuk membuat anak, keponakan, cucu atu buyut menjadi menyukai atau setidaknya doyan dengan unsur pedas. Tapi seperti yang saya sampaikan diatas, bahwa memang tidak perlu memaksa seseorang untuk bisa menyukai unsur pedas, dan rasa pedas sama sekali tidak ada hubungannya dengan sebuah proses untuk tumbuh besar apalagi dengan penyebutan “R”. Saya lebih setuju jika dikatakan bahwa rasa pedas adalah sebuah rasa yang bisa menjadi penambah nikmat dan membangkitkan selera makan.

Share on TwitterShare on TumblrSubmit to StumbleUponSave on DeliciousDigg This


Possibly related:

  • Geby Tinggal Kenangan
  • Berbenah Kategori
  • Hapus 14 Komentar
  • Hujan Pertama di Kota Sidoarjo
  • Lukick SEO Contest
  • Verifikasi E-Gold
  • Makanan Sampah

  • Comments

    Name (required)

    Email (required)

    Website

    XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

    Share your wisdom

    CommentLuv badge