Apabila kita hidup pada jaman sebelum ditemukan kata bebas atau sebelum definisi bebas dipopulerkan oleh tokoh-tokoh ternama yang akhirnya sampai dengan saat ini banyak yang menggunakan definisi yang telah tersebar luas tersebut, apa yang akan anda jabarkan kepada seseorang yang bertanya apa arti dari kata bebas? Mungkin Anda akan menjawabnya seperti apa yang tokoh-tokoh ternama kemukakan dan akhirnya jasa Anda untuk menemukan definisi bebas akan tercatat dalam sejarah perkembangan dunia kata-kata, atau jika Anda sedang tidak beruntung, maka definisi yang Anda kemukakan pertama kali didunia tersebut digunakan oleh orang lain dan namanya terkenal hanya karena menyadur apa yang telah Anda temukan.
Sebenarnya saya bukan akan membahas sebuah hak intelektual yang telah dirampas atau pada akhirnya diakui oleh orang lain sebagai miliknya, karena pada dasarnya saya sama sekali tidak berkompeten mengenai hal itu bahkan saya boleh dibilang sama sekali tidak mengetahui apa-apa tentang hak intelektual baik itu secara original atau setelah adanya perampasan atau pengakuan oleh orang lain yang tidak berhak.
Saya hanya menemukan atau tepatnya bertemu secara tidak sengaja dengan definisi bebas yang mungkin tidak sama persis dengan definisi bebas yang saat ini beredar secara luas. Sebuah kejadian yang sebenarnya (mungkin) bagi sebagian orang adalah sebuah hal kecil tetapi cukup menggugah saya untuk menulisnya dan mungkin akan menjadi sebuah wacana lain tentang definisi bebas. Bukan saya ingin memprotes dengan definisi yang telah ada dan mencoba untuk terkenal dengan mendefinisikan kata bebas menurut pemikiran saya berdasar pada sebuah pertemuan tidak sengaja dengannya. Kalaupun akhirnya saya kemudian terkenal dengan definisi bebas yang saya kemukakan saat ini, anggap saja itu sebagai sebuah efek samping dari seseorang yang iseng atau usil terhadap definisi bebas yang sudah ada.
Kejadian bermula adalah ketika seorang bocah mungil yang ada dirumah merasa senanng sekali mendapat hadiah 2 ekor hamster dari ibunya, lengkap beserta kandang dan peralatannya. Peralatan disitu mengacu pada kandang hamster yaitu tempat tidur, tempat makan dan minum serta mainan, dan bukan peralatan sang ibu, karena jika mengacu pada peralatan sang ibu nantinya malah blog ini akan mendapat pencekalan karena dianggap mengandung konten porno atau sesuatu yang hanya boleh dikonsumsi untuk 17 tahun keatas. Saking senangnya dengan kedua hamster tersebut, sang bocah tak hentinya bermain dengan mainan barunya tersebut, dan saya rasa salah satu dari hamster tersebut mengalami stress berat, terbukti dengan 3 kali usahanya untuk melarikan diri dari tempat yang boleh dibilang sudah sangat nyaman tersebut. Saya katakana nyaman karena semua kebutuhan hidupnya telah tersedia, tanpa perlu untuk bersusah payah mencarinya atau melakukan usaha perebutan untuk meraihnya.
Hamster tersebut satu berwarna agak coklat dan satunya lagi abu-abu, yang berwarna abu-abu inilah yang beberapa kali melakukan usaha meloloskan diri dari sebuah tempat yang saya anggap telah nyaman tersebut. Walaupun secara jujur harus saya akui bahwa ukuran nyaman sangat tidak sesuai jika dikatakan oleh seseorang yang pada saat itu tidak berada pada kondisi yang sedang dikomentarinya. Kita lepaskan dulu dari hamster dan mencoba membahas, jika kejadian tersebut terjadi pada kita atau seorang manusia. Seseorang pasti akan merasa bahwa dia lebih tahu tentang keadaan dirinya daripada orang lain yang hanya melihat kehidupannya dari apa yang terlihat secara kasat mata dan kemudian memberikan komentar atas apa yang dilihatnya. Penilaian yang dilakukan oleh orang lain tersebut tentunya akan dengan mudah dimentahkan oleh orang yang menjalani sebuah kehidupan, dan mengataka bahwa orang tersebut hanya bisa berkomentar tanpa pernah tahu bagaimana hidup dalam posisinya.
Hamster abu-abu tersebut terus-menerus berusaha meloloskan diri, karena tidak merasa nyaman dengan lingkungan yang dia tinggali, walaupun semuanya telah tersedia. Dia berusaha untuk keluar dari lingkungan yang saya anggap telah nyaman, untuk mencari tempat lain yang dirasa lebih aman, menurut dia. Definisi bebas menurut hamster abu-abu ini mungkin sama dengan definisi bebas yang saat ini telah ada dan dipakai oleh banyak orang untuk mendefinisikan kata bebas. Walaupun pada usaha yang kesekian kalinya, akhirnya dia benar-benar berhasil lolos dan (mungkin) menemukan sebuah tempat yang (mungkin) lebih nyaman daripada kandang yang telah disediakan, menurut saya itu hanyalah kemungkinan-kemungkinan kecil yang akan terjadi padanya. Bisa juga tempat nyaman tersebut adalah dalam perut seekor kucing kelaparan yang mulai dari sore hari selalu berjalan-jalan didepan rumah, atau mungkin masuk ke dalam saluran air yang lembab dan dingin.
Kemungkinan buruk tersebut juga belum tentu terjadi, saya hanya memberikan gambaran terburuk yang mungkin terjadi terhadap hamster abu-abu. Dan kalaupun kemungkinan terburuk tersebut terjadi atau mungkin masih banyak kemungkinan lain yang lebih buruk dari semua kemungkinan yang saya gambarkan sebelumya, pastilah ada sisi kepuasan dari hamster abu-abu karena sudah mendapatkan kebebasan seperti definisi bebas yang dia yakini.
Seseorang terkadang terlalu menggebu-gebu terhadap rasa ingin bebas dengan berdasar pada definisi bebas yang dia yakini tanpa pernah berpikir apakah bebas yang akan dia dapatkan nantinya, akan berdampak lebih baik atau justru akan memperburuk keadaan dirinya disbanding dengan kondisi sebelumnya. Secara jujur, seseorang akan merasa sangat puas ketika sebuah keinginannya dapat terpenuhi dengan jerih payah yang dilakukannya sendiri. Jika ternyata hasil yang didapat dari usahanya tersebut ternyata tidak lebih baik dari keadaan sebelumnya, paling tidak dia sudah tahu rasanya berada pada keadaan yang diinginkannya. Dan (mungkin) jika dia ingin kembali ke sebuah keadaan nyaman yang pernah dialaminya, itu akan sangat sulit atau bahkan tidak akan mungkin terjadi.
Jadi apa definisi bebas yang mau saya kemukakan untuk membuat sebuah wacana baru tentang definisi bebas? Saya lebih senang mendefinisikan kata bebas dengan melihat pada hamster berwarna coklat, yang tetap merasa nyaman dengan kondisinya sekarang. Ya, definisi bebas menurut saya dengan berdasar pada kasus kedua hamster tersebut adalah walaupun ada dalam sebuah kekangan tapi semua kebutuhan sudah tersedia dan tidak ada paksaan untuk melakukan sesuatu yang bertentangan dengan keinginan hati. Sepertnya memang definisi bebas yang saya kemukakan sangat tidak sesuai dengan semangat Hari Kebangkitan Nasional yang ke-100 Tahun, tapi saya kan hanya memberikan wacana sebuah definisi bebas yang baru. Kalau tidak sesuai dengan pemikiran banyak orang, tentunya juga tidak perlu menjadi masalah, karena tiap-tiap orang mempunyai hak untuk bersikap secara bebas tanpa perlu adanya paksaan dari orang lain atau pihak manapun. Dan kalau Anda setuju dengan definisi bebas yang saya kemukakan, mungkin hamster sangat cocok untuk menjadi simbol pribadi diri Anda.
Category:







