This post is created and published by Dian Susanto aka sapimoto

Kami Tidak Menaikkan Tarif

Jum’at 16 Mei 2008, seperti yang telah direncanakan, akhirnya jadi berangkat ke Madiun dengan tujuan utama yaitu membayar pajak kendaraan bermotor, karena untuk melakukan pembayaran melalui samsat Sidoarjo tidak bisa dilayani. beberapa hari sebelum perjalanan, saya menghubungi samsat Sidoarjo untuk menanyakan apakah kendaraan bermotor dengan plat nomor madiun bisa membayar pajak di Sidoarjo, petugas di seberang sana kemudian memeriksa daftar samsat yang telah terkoneksi secara online dengan samsat Sidoarjo, dan dijawab bahwa Madiun belum bisa. Untuk daerah sekitar Madiun, Ngawi justru bisa dilayani untuk melakukan pembayaran pajak kendaraan bermotor di samsat Sidoarjo. Hmmm, ada apa ini??? Kenapa Ngawi justru lebih dulu masuk jaringan dibandingkan Madiun??? Karena cerita itulah, akhirnya berangkat ke Madiun untuk menyelesaikan semua urusan pajak kendaraan bermotor.

Dalam perjalanan dengan mierz sebagai boncenger, perjalanan malam dilaksanakan dengan sedikit santai karena memang tidak memiliki target jam sampai di Madiun. Kondisi lalu lintas jalur Surabaya-Madiun, terbilang sepi untuk ukuran hari Jumat yang biasanya jalan-jalan tersebut dipenuhi oleh kendaraan-kendaraan pribadi maupun umum, yang mengangkut para pekerja di Surabaya dan sekitarnya untuk kembali ke daerah asalnya untuk sekedar melepas kangen dengan keluarga atau karena memiliki keperluan yang lain. Mungkin sepinya jalan tersebut dikarenakan adanya pembatasan di beberapa SPBU yang hanya memberikan batasan 50ribu rupiah pembelian maksimum premium untuk mobil pribadi, serta sudah mulai naiknya tarif angkutan umum.

Pada perjalanan tersebut, ketika masuk daerah Mojoagung yaitu setelah Mojokerto dan sebelum Jombang, ada sebuah tulisan yang menarik sedikit menggelitik pada sebuah bus antar kota dalam propinsi, tujuan Surabaya-Trenggalek. Tertulis besar-besar dikaca belakang,”Kami Tidak Menaikkan Tarif”, sebuah trik yang sepertinya ampuh untuk menarik minat penumpang disaat banyak pihak yang merasa tertekan dengan rencana kenaikan harga BBM. Ada yangs edikit janggal juga dengan keberadan bus tersebut, pada sisi belakang tertulis Jaya Baru sedangkan pada samping tertulisnya adalah Jaya Mulya, dan pada akhirnya saya tidak bisa menyimpulkan apa sebenarnya nama bus tersebut.

Mengapa saya tertarik dengan sebuah tulisan “Kami Tidak Menaikkan Tarif”??? Bagaimana tidak tertarik, karena jika dilihat dari segi efisiensi untuk menjaring penumpang, tulisan tersebut sangat tidak efektif karena ditaruh dibelakang dan tentu saja tidak akan terlihat oleh calon penumpang. (Mungkin) jika tulisan tersebut ditaruh dikaca depan tentunya akan lebih efeketif dan efisien, walaupun tentunya tidak perlu sebesar yang dipasang di kaca belakang yang hampir menutupi semua bagian dari kaca belakang, yang jika dipasang didepan akan menghalangi pandangan sopir untuk menganalisa kondisi jalan yang ada didepannya.

Yang menarik berikutnya adalah, apakah benar bus tersebut tidak menaikkan tarif seiring dengan makin gencarnya issue kenaikan BBM yang sepertinya memang akan terlaksana dalam waktu dekat ini. Karena setahu saya, semua angkutan umum tidak pernah menaikkan tarif, mereka cuman menaikkan penumpang…. Huehehehehehehe…

Tapi mudah-mudahan saja bus tanpa nama yang jelas tersebut, tidak main-main dengan banner besar yang terpasang dikaca belakang, karena angkutan umum murah sangat dibutuhkan oleh banyak orang yang membutuhkannya….

  • Share/Save/Bookmark
Possibly related:
  • Bus Patas Cendana = Siput
  • 01017 Angka Bertuah Flexy
  • Athaya Arnawama Freda Susanto
  • Internet Murah
  • Iklan Lewat SMS
  • Harga BBM Turun - 1 Desember 2008
  • Bandwidth Telkom Speedy Naik
  • 1 Comment on “Kami Tidak Menaikkan Tarif”

    1. #1 siumania
      on May 26th, 2008 at 9:26 pm

      aku percoyo rek

    Share Your Wisdom