This post is created and published by Dian Susanto aka sapimoto

Kesalahan Jawa Pos

Jawapos sebuah Koran yang hampir menguasai pangsa perkoranan Jawa Timur, yang saya rasa juga mempunyai wartawan-wartawan handal dan berkelas, tapi ternyata masih bisa membuat suatu kekeliruan yang sangat fatal dalam penyusunan berita. Perusahaan sebesar apapun sifatnya masih wajar karena para penulis serta editor yang ada disana juga adalah manusia yang tak luput dari salah dan lupa. Apakah menjadi tidak pernah salah ketika semua dioperasikan oleh mesin atau robot??? Saya rasa justru akan makin banyak kesalahan yang akan terjadi. Klo Anda tidak percaya, pasti Anda kurang banyak melihat film kartun.
Pada berita ekonomi internasional, membahas ramainya kunjungan pada rumah gadai di Amerika Serikat, yang merupakan dampak dari krisis kredit atau lebih dikenal dengan subprime mortgage. Masyarakat Amerika Serikat dari semua kelas, mulai banyak berdatangan ke rumah gadai untuk menggadaikan barang-barang elektronik maupun perhiasan yang mereka miliki, untuk memenuhi kebutuhan hidup, mulai dari sewa rumah, biaya hidup sehari-hari bahkan untuk membeli BBM untuk mobil yang dipakai untuk pergi kerja. Rumah gadai di Amerika Serikat memberikan suku bunga pinjaman terhadap nasabahnya bervariasi antara 5% - 20%. Suku bunga 5% tersebut untuk rumah gadai yang ada di Washington DC adalah suku bunga terendah, sedangkan di Maryland dengan suku bunga 20% adalah suku bunga tertinggi.
Ternyata ramainya rumah gadai di Amerika Serikat cukup menarik perhatian dunia, padahal mungkin banyaknya orang yang datang ke rumah gadai masih jauh jika dibandingkan dengan negeri kita tercinta Indonesia. Namanya juga negara besar, hal kecil seperti itu cukup bisa untuk menarik minat bagi para pemerhati ekonomi Internasional. Jangan salah sangka, walaupun saya ini bukan seorang pengamat ekonomi Internasional, tidak ada salahnya untuk ikut membaca berita-berita yang berhubungan dengan Ekonomi Internasional. Seperti Anda yang juga bukan pembalap atau pemain bola, juga sangat serius sekali ketika membaca berita tentang sepak bola atau balapan, apalagi ketika sedang menonton siarang langsungnya.
Seperti dikatakan Menteri Keuangan Amerika Serikat , Henry Paulson,bahwa krisis yang terjadi akibat subprime mortgage, yang akhirnya memicu krisis pada sector lain sudah hampir berakhir atau paling tidak sudah meninggalkan saat-saat terburuknya. Apakah itu bisa dipercaya? Sejak terjadinya krisis di Amerika Serikat, banyak sekali pihak-pihak yang berkepentingan mengeluarkan pernyataan positif terhadap ekonomi Amerika Serikat. Tentu saja tujuannya adalah menguatnya kembali dollar terhadap mata uang lain, sehingga krisis yang terjadi bisa segera terselesaikan.
Sudah dibaca sampai habis paragraph ke empat, sepertinya tidak ada yang menunjuk kesalahan yang dilakukan Jawa Pos. Biasa, saya juga adalah seorang manusia yang juga tak lepas dari salah dan lupa, terlalu ngelantur kemana-mana soal Ekonomi Internasional.
Kesalahan yang dilakukan oleh Jawa Pos adalah menulis harga per-gram emas 24 karat sebesar USD851 atau sekitar Rp 7,83 juta. Sebuah jumlah yang sangat fantastis untuk memberikan penghargaan terhadap emas dengan ukuran hanya 1 gram. Padahal setahu saya, harga tersebut adalah ukuran menggunakan satuan troy ounce dan bukan gram. Sebaiknya Anda tidak bertanya kepada saya, 1 troy ounce tersebut jika dikonversikan menjadi berapa gram, karena yang saya tahu bahwa 1 troy ounce tidak sama dengan 1 gram. Andaikan saja 1 troy ounce sama dengan 1 gram dan emas dihargai Rp 7,83juta untuk tiap gram, Anda bayangkan saja, berapa asset yang dimiliki oleh istri Anda dengan perhiasan emas yang hampir memenuhi kotak perhiasannya??? Sebuah jumlah yang sangat fantastis dan mungkin akan membuat beberapa istri akhirnya mempunyai aset yang lebih besar dari sang suami. Kalau istri saya, sepertinya saat ini sudah tidak memiliki banyak perhiasan karena sudah terjual untuk memenuhi kebutuhan lain yang memang lagi banyak dan memerlukan perhatian lebih.
Semoga saja dilain kesempatan, Jawa Pos tidak lagi mengulang kesalahan yang sama dan lebih teliti dalam menulis serta melakukan editing. Kalau saya, tidak bisa janji untuk tidak ngelantur lagi pada saat melakukan tulisan pada entry di web blog sapimoto ini. Kalau nggak pake ngelantur, maka bacaan disini akan terasa sangat singkat dan menjadi tidak bermutu. Walaupun dengan berpanjang lebar, juga tidak menjamin bahwa tulisan yang ada di blog ini adalah tulisan bermutu, tapi paling tidak dibalik ke-ngelantur-an saya, masih saya sisipkan informasi lain yang mungkin berguna bagi Anda semua. Kalau memang informasi yang saya sisipkan dibalik ke-ngelantur-an tersebut, sama sekali tidak berguna, saya mohon maaf yang sebesar-besarnya.
Oiya, ada yang teringat sebelum kelupaan dan tambah ngelantur kemana-mana. Tulisan ini adalah benar-benar independen tanpa ada maksud untuk menyerang keberadaan Jawa Pos. Saya ini hanyalah seorang kecil biasa yang untuk membaca Jawa Pos saja harus rela untuk pergi ke kantin dan menunggu bagian , jadi tentu saja sangat tidak pantas jika saya melakukan sebuah serangan kepada Jawa Pos yang demikian besarnya. Dan perlu ditegaskan juga bahwa saya tidak ada sangkut pautnya dengan salah satu peserta penerimaan calon wartawan Jawa Pos.
Setelah mencari-cari hitungan jika troy ounce dikonversi ke gram maka ketemu dengan sebuah web yaitu http://goldinfo.net/grams.html yang menyebutkan bahwa 1 troy ounce = 31.1034807 grams

Share/Save/Bookmark

Possibly related:
  • Harga Minyak Dunia Turun Drastis
  • Telkom Slowy
  • Krisis Ekonomi
  • Bit and Byte
  • Jangan Takut Jadi Pemula
  • SMS Lebaran
  • Murah dan Berkualitas
  • 0 Comments on “Kesalahan Jawa Pos”

    Share Your Wisdom