This post is created and published by Dian Susanto aka sapimoto

Pajak Kendaraan Bermotor Naik (lagi)

Sabtu, 17 Mei 2008, harus ke Madiun untuk membayar pajak kendaraan bermotor yang pada hari itu sudah jatuh tempo. Langsung membayar 2 kendaraan, kura-kura hijau yang saat ini masih berantakan kondisinya di Kediri serta sapi biru yang harusnya jatuh tempo pada minggu depan. Karena sekarang terkendala jarak serta waktu untuk bolak-balik Sidoarjo-Madiun, maka dibayarlah keduanya sekaligus.

Kenaikan pajak kendaraan bermotor untuk sapi biru kurang lebih adalah 5% sedangkan pajak kura-kura hijau naik kurang lebih 12%. Disaat harga-harga barang kebutuhan lain sedang berangsur-angsur naik seiring issue kenaikan BBM, ternyata beban masyarakat masih harus ditambah dengan naiknya pajak kendaraan bermotor.

Untuk sapi biru yang hanya berkaki 2 rasanya masih masuk akal dengan kenaikan sebesar 5%, lha kenaikan untuk kura-kura hijau ini yang sungguh sangat tidak masuk akal. Dengan kondisi tahun yang sudah uzur dan kapasitas mesin yang kecil, saat ini lagi bobrok, kenaikan 12% saya rasa sangatlah tinggi. Eh, tapi tentu saja pihak-pihak yang berwenang dalam urusan pajak kendaraan bermotor tidak melihat kondisi sebuah kendaraan apakah masih layak pakai, apakah masih dipakai, dan hanya berpatokan bahwa tanggal dan bulan ini, kendaraan dengan nomor sekian sudah jatuh tempo dan apabila tidak dibayar maka akan dikenakan sanksi berupa bunga. Lagian salah siapa klo sebuah kendaraan tidak dipakai padahal dimiliki atau kenapa dimiliki padahal sudah tidak layak pakai??? Waduh sepertinya sebuah pertanyaan yang mungkin hanya bisa dijawab oleh pemilik kendaraan dan Tuhan Yang Maha Mengetahui.

Disamping naiknya pajak kendaraan bermotor tersebut, saya sangat kecewa dengan pelayanan yang diberikan oleh petugas kasir samsat Madiun, yang saat itu sedang bertugas. Pada saat sedang dinas, beliau melayani obrolan dari seorang kenalan (mungkin), yang saat itu juga sedang membayar pajak, tanpa menghiraukan banyaknya wajib pajak kendaraan bermotor yang saat itu sedang antri menunggu namanya dipanggil.

Inikah potret pelayanan instansi Indonesia??? Sepertinya terlalu besar klo saya menyebut Indonesia, padahal klo pun saya menyebut Madiun rasanya juga masih terlalu besar. Atau lebih tepat saya sebut buruknya pelayanan samsat??? Sepertinya tidak juga, karena belum tentu semua petugas samsat Madiun berlaku seperti itu.

Nama petugas tersebut adalah…. mmmmhhhh… Saya rasa sangat tidak etis untuk menyebut namanya secara vulgar, karena juga belum tentu beliau dalam bertugas selalu seperti itu. Bisa juga karena pada saat itu sedang bosan dengan rutinitas pekerjaan dan kemudian mendapat sedikti hiburan dengan mengobrolo dengan sang tamu. Mungkin lebih baik saya samarkan saja namanya dalam postingan ini dan silahkan menebak-nebak, karena saya juga tidak akan memberikan petunjuk apapun. Walaupun tanpa petunjuk, bagi Anda yeng jeli tentu akan dengan mudah menemukan dan merangkainya.

Apakah ada wajib pajak yang ikhlas dengan pelayanan model seperti ini??? Saya yakin sekali ada sebuah jawaban “TIDAK“, yang sangat bergemuruh jika mendapat pertanyaan seperti itu. karena pada waktu itu, sudah banyak para wajib pajak yang antri, sudah mulai bergemuruh mengatakan kok malah ditinggal ngobrol, lagi asyik ngobrol, kapan selesainya kalau seperti ini, dan bermacam ungkapan kekesalan yang lain, tapi tentu saja hanya dengan suara lirih dan membahasnya dengan sesama pengantri yang duduk disebelahnya.

Rasanya sangat wajar apabila kekesalan itu muncul dari para wajib pajak yang antri, mereka datang bukan untuk melihat adegan obrolan seperti itu. Apalagi seperti saya yang datang jauh-jauh dari Sidoarjo. Kalau mungkin obrolan tersebut adalah sebuah obrolan tentang pajak kendaraan bermotor, saya rasa juga kurang tepat jika ditanyakan dengan kasir, karena disana juga telah disediakan sebuah meja khusus untuk informasi.

Seharusnya (menurut saya) ada seorang pengawas yang ditugaskan untuk mengawasi jalannya pelayanan pada fasilitas layanan publik seperti ini, tapi pasti juga akhirnya akan mendapat protes dari para petugas yang ada disana. Sudah senior kok masih diawasi, mungkin seperti itu keluhan yang bakal muncul dari para petugas pelayanan tersebut.

Ini mungkin bisa sebagai sedikit koreksi bagi pelayanan pada samsat Madiun, supaya kedepan bisa lebih baik lagi dalam memberikan pelayanan kepada wajib pajak. Sehingga wajib pajak pemilik kendaraan bermotor juga tidak merasa berat untuk melakukan pembayaran apabila diimbangi dengan adanya sebuah pelayanan yang memuaskan.

Hari ini, sedikit capek setelah melakukan perjalanan Madiun-Sidoarjo, dan baru bisa memposting tulisan tentang naiknya pajak kendaraan bermotor serta sedikit buruknya pelayanan di samsat Madiun.

Share/Save/Bookmark

Possibly related:
  • Kami Tidak Menaikkan Tarif
  • BBM Murah
  • Traffic Light
  • Tips Lari Dari Polisi Lalu Lintas
  • Traffic Light GOR Gelora Delta
  • Grebeg Suro Kota Reyog Ponorogo
  • Verifikasi E-Gold
  • 0 Comments on “Pajak Kendaraan Bermotor Naik (lagi)”

    Share Your Wisdom