This post is created and published by Dian Susanto aka sapimoto

PCMAV dan Symantec bersatu

Pagi ini salah seorang teman kantor meminjam USB Flashdisk karena miliknya tidak terbaca pada laptopnya, padahal ada data yang harus dipindah ke PC lain, sementara ditempat dia tidak tersedia tempat colokan untuk berkoneksi dengan Local Area Network. Aneh banget, ketika Flashdisk miliknya ditancapkan, terlihat adanya removable disk, tetapi tidak muncul label, dan ketika dibuka muncul kotak dialog yang mengatakan bahwa ada error pada I/O port.

Setelah diutak-atik dan tidak ketemu permasalahan ada dimana, sementara data yang akan dipindahkan segera dibutuhkan, maka Flashdisk saya dicoba untuk ditancapkan dilaptop tersebut, terbaca dengan jelas serta jernih. Tanpa gangguan suara kresek-kresek atau kaburnya pandangan.

Dengan tanpa menunggu waktu untuk lebih berlama-lama menunda sebuah pekerjaan, maka Flashdisk saya dipinjam untuk melakukan perpindahan data dari laptop ke salah satu PC yang ada dikantor. Perpindahan data tersebut tidak memakan waktu yang lama, karena belum ada satu jam, Flashdisk tersebut sudah dikembalikan di meja saya.

Saya lanjutkan pekerjaan setelah menerima Flashdisk, dan karena memang saya belum ada keperluan dengan isi Flasdisk tersebut, maka tergeletak begitu saja di meja. Setelah jam makan siang, walaupun tidak makan siang, karena adanya sebuah keperluan pada isi dari Flashdisk tersebut, saya tancapkan ke PC yang biasa saya pake. Membuka My Computer kemudian melakukan double click pada drive yang saya tuju, tidak mau terbuka. Hmmm, apakah Rian P2 Humas datang lagi??? Pikiran-pikiran tentang datangnya sebuah ancaman dari virus, mulai merasuk pada kepala. Dan tanpa menunggu lebih lama segera menjalankan PCMAV Cleaner Final, untuk mencegah sesuatu yang tidak diinginkan terjadi pada PC ini. Sebelum PCMAV Cleaner tampil dengan sempurna, Symantec Anti Virus sudah mulai beraksi dengan menangkap beberapa file berekstension exe yang dianggap sebagai virus olehnya. Sebenarnya bukan beberapa, tetapi banyak sekali.

Ketika PCMAV Cleaner telah terbuka dan mulai melakukan penyisiran terhadap keberadaan virus pada Flashdisk, Symantec Anti Virus juga terus melakukan penyisiran. Ketika PCMAV Cleaner mulai menemukan satu persatu virus yang berada pada Flashdisk, tertulis pada status bahwa sudah dilakukan pembersihan atau penguncian oleh program antivirus lain, yang tentunya adalah Symantec Anti Virus.

Saya tinggalkan PCMAV Cleaner dan lebih mencermati apa yang dilakukan Symantec Antivirus, tercatat bahwa file-file yang ada didalam flashdisk beranak dengan nama yang sama dengan induknya, tetapi menggunakan ekstension exe. Terdeteksi oleh Symantec Anti Virus bahwa virus-virus tersebut adalah W32. Blastclan.B dan W32.Almanahe.B!inf, dan semuanya telah dihajar habis-habisan.

Setelah semua selesai dan sudah bersih menurut Anti Virus, saatnya untuk melihat secara manual hasil yang telah dilakukan dalam proses pembersihan tersebut. Ya, klik kanan pada drive removable, ternyata tulisan open serta explore berubah menjadi bentuk tulisan yang tidak terbaca. Buka manual dengan menggunakan address bar, dan mengklasifikasikan file yang ada menurut waktu modifikasi melalui menu view. Terdapat file autotrun.inf pada barisan terakhir. Tanpa pandang bulu atau konfirmasi ulang, segera delete file tersebut. Seperti kasus yang terjadi pada Rian P2 Humas yang juga mengandalkan Autorun.inf sebagai trigger.

Mudah-mudahan sedikit tulisan ini menyadarkan pada kita, bahwa sangat penting untuk melakukan update terhadap antivirus yang terpasang pada komputer kita. Juga jangan sembarangan memasukkan USB Flashdisk pada tempat-tempat yang tidak biasanya atau kita yakin dengan kebersihannya. Semoga yang sedikit ini berguna bagi banyak orang.

Share/Save/Bookmark

Possibly related:
  • Malware di Allscope
  • Hancurnya Kredibilitas Tulisan Oleh Copy Paste
  • RiaN P2 Humas Cantiq……. ^_^
  • 2 Comments on “PCMAV dan Symantec bersatu”

    1. #1 anis fahrunisa
      on Aug 13th, 2008 at 7:21 pm

      Makasaih atas info dan kunjungannya ke blog saya.

      Kebetulan, ada yang mau saya tanyakan nih soal anti virus.

      Di komputer saya sudah terinstall anti virus AVG terbaru yang free edition-nya dan selalu diupdate paling tidak satu minggu sekali. Selain AVG, saya juga menggunakan ANSAV, tetapi tidak terinstall, karena tidak ada file setup-nya jadi langsung saya kopi-paste saja.

      Saya menggunakan kedua Anti Virus itu karena ketika saya melakukan scan terhadap PC saya, ada virus-virus yang hanya bisa dideteksi oleh ANSAV dan tidak oleh AVG, demikian pula sebaliknya.

      Menurut Mas, di antara kedua anti virus tersebut mana yang paling baik dan bisa diandalkan.

      Terima kasih.

    2. #2 sapimoto
      on Aug 14th, 2008 at 7:34 am

      Saya dalam hal ini tidak bisa menentukan mana yang paling baik, karena masing-masing anti virus memiliki definisi untuk virus yang tidak sama, dalam artian terkadang untuk virus tertentu maka AVG mampu mengatasi dan untuk virus lain bisa ditangani oleh ansav.
      Yang paling utama dalam penggunaan anti virus adalah untuk selalu update ke versi atau definisi terbaru, dimana sering terdapat patch serta definisi terbaru untuk melakukan pembersihan virus.

    Share Your Wisdom