Boleh dibilang fasilitas recovery yang diberikan oleh komputer build up seperti HP ini sangat berguna sekali ketika kondisi komputer sudah sangat terpuruk, dan memerlukan penyegaran. Upaya-upaya penyegaran seperti melakukan defragmentasi atau penggunaan tools yang biasanya digunakan melakukan pembersihan dan penyegaran, rasanya masih kalah ampuh jika dibandingkan dengan adanya fasilitas recovery ini. Karena menurut saya pribadi, recovery tersebut akan mengembalikan semua setting menjadi default, menghapus semua registry yang sudah tidak diperlukan, juga menghapus file-file yang tidak jelas karena kita sendiri kadang lupa itu file apa, gunanya untuk apa, tetapi ketika mau melakukan penghapusan ada sedikit “rasa eman”, karena mungkin suatu saat berguna. File-file yang kita tidak tahu asal muasalnya, dengan proses recovery ini juga akan dengan enteng kita relakan dihapus karena selain untuk menghemat penggunaan media penyimpanan yang digunakan, terkadang juga kita tidak pernah tahu siapa yang menaruh file tersebut didalam komputer yang kita pakai.
Setelah proses recovery dan install Windows selesai dilakukan, tinggal kita ekstrak hasil backup kemudian melakukan install lagi terhadap aplikasi-aplikasi yang berhubungan dengan pekerjaan.
Bagaimana jika fasilitas recovery ini juga bisa dilakukan terhadap otak manusia? Ketika seseorang menjadi sedikit terganggu pada ingatan, kemudian tinggal melakukan backup terhadap data-data yang dirasa penting. Setelah dilakukan backup, segera lakukan recovery yang akan menghapus data-data sampah yang ada, kemdian mengisinya kembali dengan data-data baru yang mendukung kinerja orang tersebut. Dan setelah otak bersih dari data sampah dan telah kembali fresh, kemudian ditambahkan kepadanya data-data penting yang berhubungan dengan dirinya. Dengan proses seperti ini, apakah seorang manusia akan kembali ke sebuah kondisi dimana semua akan terlihat sempurna setelah terhapusnya data-data sampah yang ada? Atau malah akan menjadi seorang manusia baru yang sangat berlainan dengan sebelum dilakukannya proses recovery? Saya rasa sebagai seorang manusia, pertanyaan-pertanyaan seperti itu akan sulit atau bahkan tidak akan terjawab, karena memang sudah diluar kemampuan berpikir manusia.
Lagi pula, siapa yang akan membuat fasilitas recovery untuk otak manusia? Dengan menggunakan apa akan dibuat fasilitas tersebut? Siapa operator yang akan menjalankan recovery ketika proses itu dibutuhkan? Berapa besar biaya yang diperlukan untuk melakukan riset, dan siapa yang akan membiayainya? Apakah jika fasilitas tersebut telah benar-benar ada, bisa digunakan oleh semua orang? Apakah ada seseorang yang mau untuk dilakukan recovery terhadap otaknya, untuk mendapatkan seseorang yang benar-benar baru?
Pertanyaan-pertanyaan yang sangat sulit untuk dijawab, yang muncul dari sebuah imajinasi yang sangat berlebihan. Menjawab pertanyaan-pertanyaan seperti itu, justru mungkin akan membuat kita berpikir dan berkeinginan untuk melakukan recovery terhadap otak orang lain dan bukan otak kita sendiri. Karena kita akan selalu yakin dan percaya bahwa otak kita sama sekali tidak bermasalah, dan yang mengalami masalah adalah otak-otak orang yang berpendapat tidak sama dengan kita. Atau mungkin kita akan melakukannya hanya karena kita tidak senang dengan seseorang, atau mungkin yang lebih ekstrem adalah melakukannya terhadap tokoh-tokoh atau orang-orang penting untuk mewujudkan beberapa keinginan kita.
Terlalu tinggi berimajinasi, akhirnya jatuh juga. Ditulis setelah gagal untuk mengingat-ingat username serta password untuk masuk disebuah web penyedia layanan traffic. Jadi bukan karena menulis ini kemudian saya gagal untuk mengingat username serta password tersebut, tetapi setelah gagal baru menulis ini. Sampai saat ini, saya sering sekali tidak bisa mengingat password karena banyaknya program-program yang mengharuskan menggunakan password untuk masuk kedalamnya. Sedangkan untuk menulis atau mengingatnya dengan browser, saya ragu-ragu dengan keamanannya. Masih sangat tertolong jika web tersebut menyediakan fasilitas pengingat password dan kemudian mengirimkannya melalui e-mail. Pada web dimana saya lupa username dan password ini, sebenarnya fasilitas yang tersedia sudah sangat bagus, karena selain hanya dengan memasukkan username seperti pada web lain, juga disediakan e-mail yang digunakan untuk mendaftar jika kita lupa dengan username serta password. Parahnya adalah saya juga lupa e-mail yang saya pergunakan untuk register pada web tersebut, padahal saya baru saja register kemarin siang.
Category:








hehe saya juga sering kena NTLDR, gk perlu reinstall windows, cukup recovery pake cd installer windows aja cukup.
untuk recovery memory otak paling gk lama lagi nemu caranya, pakek USB port ditancepin dibelakangnya kuping, trus kl mo backup/restore tinggal tancepin flashdisk aja trus pencet tombolnya
(menghayal wakakaka)
Tidak semudah itu, Mas…
Komputer ini sama sekali tidak dibekali dengan CD apapun, jadi ya seperti itu cara yang ditempuh. Install Windowsnya juga gak seperti install windows pada umumnya, hanya pada bagian setting akhir aja, seperti setting keyboard, jam, proteksi antivirus.
Terimakasih atas kunjungannya.