Fenomena apakah ini? Disaat banyak orang merasa terhimpit beban ekonomi akibat naiknya harga BBM yang diikuti oleh harga kebutuhan pokok yang lain, kok malah ada seorang yang rela menghambur-hamburkan uang untuk peluncuran sebuah buku. Apakah benar acara tersebut benar-benar akan dilaksanakan atau hanya sekedar mencari sebuah sensasi? Karena jika dipandang dari sisi keuntungan advertising, maka cara ini sangatlah ampuh untuk mengangkat nama tiga unsur, yaitu Tung Desem Waringin, Diki M Sidik dan buku “Marketing Revolution“. Cara yang saya maksud bukan acara sebar uang 100 juta tersebut, tetapi propaganda yang disebarkan sehingga acara tersebut terlihat sangat nyata. Hanya dengan menciptakan sebuah berita yang sangat sensasional, maka banyak sekali media yang menyebut-nyebut ketiga unsur tersebut. Dan bukan hanya media cetak dan elektronik saja yang secara tidak sadar telah mempromosikan ketiga unsur tersebut, tetapi merambah pada bloger yang juga banyak menulis tentang fenomena ini, salah satunya adalah blog ini.
Klo saya sendiri sebenarnya, hanyalah segelintir dari sekian banyak bloger yang sedang mencari keuntungan dengan berita-berita sensasional yang terjadi disekitar, untuk kemudian mengolahnya dan mencoba menarik beberapa pengunjung untuk mampir kesini. Dan dari kunjungan-kunjungan tersebut, akan diolah menjadi sesuatu yang mungkin nantinya berguna.
Menanggapi fenomena sebar uang 100 juta tersebut, saya berpikir bahwa itu hanyalah sebuah berita yang dihembuskan untuk mempopulerkan ketiga unsur dimana yang utama adalah Tung Desem Waringin dan bukunya “Marketing Revolution“, sedangkan Diki M Sidik hanyalah unsur tambahan. Unsur tambahan disini kemudian juga berkembang ke nama-nama yang ada dijajaran pihak kepolisian serta dinas-dinas lain yang terkait dengan itu. Bayangkan saja jika acara tersebut benar-benar diadakan, apakah tidak akan memancing kerusuhan yang nantinya akan berakhir dengan tindakan anarkhis yang tentu saja tidak akan lepas dari kegiatan kriminal.
Orang akan datang berduyun-duyun dengan segala macam perangkat untuk meraih sebanyak-banyaknya uang 100 juta yang disebar tersebut. Perangkat disini bisa berupa keranjang, ember, jaring atau peralatan lain yang dirasa bisa untuk meraup banyak dari uang yang disebar tersebut. Disisi lain ada lagi mungkin yang membawa parang, golok, pedang, pisau dapur, belati untuk melakukan perebutan dari orang-orang yang telah mendapat uang hasil sebaran tersebut. Itu baru kemungkinan yang terjadi yang di lokasi acara sebar duit 100 juta, bagaimana dengan keamanan di jalan-jalan yang akan dilalui oleh para pengumpul uang dari hasil sebar uang 100 juta tersebut? Apakah pihak-pihak keamanan siap untuk mengamankan seluruh jalan yang dilalui sekian banyak orang yang akan pulang setelah mengikuti acara tersebut? Saya rasa sangat tidak mungkin untuk mengerahkan seluruh aparat keamanan yang ada di seluruh Jakarta untuk melakukan pengamanan baik di lokasi maupun dijalan-jalan yang akan dilalui setelah acara selesai berlangsung.
Lalu apa pendapat Anda? Apakah Anda juga akan berpastisipasi dalam acara seperti itu? Ataukah justru Anda berpikir untuk mencontoh cara yang dilakukan Tung Desem Waringin, untuk meraih popularitas? Atau malah Anda sedang merancang sebuah agen keamanan yang siap disewa oleh para peserta yang akan berebut duit 100 juta di Senayan?
Category:







