Setelah tadi siang blogwalking di salah satu blog yang bertitle Initial -J, menemukan sebuah tempat makan di Surabaya yang katanya enak karena menyuguhkan hidangan yang namanya bebek remuk. Bagaimana rupa bebek remuk, tentu saja membuat penasaran sekaligus juga ingin mencicipi lezatnya dari bebek yang telah diremukkan tersebut. Bebek Remuk Pak Ndut, itulah judul yang diberikan pada tempat makan yang tidak terlalu besar dan berhawa dingin air conditioner. Pemasaran berupa iklan, ternyata juga dilakukan melalui internet dan bukan hanya melalui jalur darat saja. Sebuah pemasaran yang sangat simpel dan kemungkinan akan sangat berguna bagi orang-orang yang hobi makan enak dan memburunya melalui fasilitas search engine.
Bebek Remuk yang dikelola oleh Pak Ndut, yang menurut Mbak yang berjaga di kasir, berasal asli dari Kartasura ini mempunyai strategi pemasaran melalui internet melalui domain bebekremuk.com tapi untuk saat ini masih di redirect ke blogspot. Karena kebetulan tadi siang sedang ada sedikit keperluan di Surabaya, maka dengan bersemangat segera mencari tempat dijualnya bebek remuk yang menurut ceritanya menawarkan rasa gurih serta crispy, sangat cocok untuk memuaskan nafsu perut yang lagi kelaparan, setelah berpanas-panas dengan udara Surabaya.
Akhirnya ketemu juga Bebek Remuk Pak Ndut Kartasura yang ada di Ruko Villa Bukit Mas RO 8 Surabaya, segera pesan dua dada tanpa bra bebek remuk lengkap dengan sambel korek beserta daun pepaya yang katanya sama sekali tidak ada rasa pahitnya, serta satu gelas Es Teh Kampul dan satu gelas Es Jeruk Nipis. Jangan berpikiran kalau saya ini adalah jago makan, karena pesan begitu banyaknya. Karena memang saat itu saya bersama seorang teman yang mengantar saya untuk pergi ke Surabaya. Es Teh Kampul dan Es Jeruk Nipis datang terlebih dahulu, karena mungkin proses untuk meremukkan bebek memerlukan waktu yang lebih lama dibanding dengan membuat dua gelas minuman.
Sedikit sruput Es Teh Kampul, perpaduan rasa teh serta jeruk nipisnya sangat tepat, tidak ada yang lebih dominan. Adem bener, kata sebuah iklan celana dalam. Dari pertama hanya ingin mencoba rasanya, akhirnya keterusan dan hanya tersisa setengah gelas ketika Bebek Remuk disajikan. Cicipi dulu bebeknya, ternyata memang gurih serta crispy, enak tenan. Mencicipi sambel korek yang disediakan sebagai pelengkap, rasanya agak terlalu asin bagi lidah saya, dan kemudian berpikir bahwa sambel tersebut memang sengaja disetting untuk dimakan bersama nasi.
Menyatukan nasi, bebek yang telah remuk serta sambel korek, ternyata tidak begitu sulit dan ternyata rasanya benar-benar pas. Rasa asin yang terlalu berlebihan pada sambel korek pada saat pertama saya mencicipinya, sudah agak bisa dinetralisir oleh percampuran yang terjadi. Dan pada akhirnya harus nambah nasi putih lagi, saking nikmatnya perpaduan antara bebek remuk serta sambel korek. Tidak ada salahnya bagi yang berkesempatan untuk berkunjung ke Surabaya ikut mencicipi nikmatnya Bebek Remuk Pak Ndut Kartasura. Mengenai cerita saya tentang rasa yang ditawarkan, jangan percaya begitu saja karena lidah masing-masing orang mempunyai selera yang tidak sama akan sebuah rasa atau perpaduan dari berbagai rasa.





















on Jun 25th, 2008 at 8:25 pm
Hello..
Thx lho sudah ikut rekomendasiku
Btw, very nice review, ada bakat juga jd jurnalis kuliner
on Jun 25th, 2008 at 10:44 pm
wew enak tenan bos
lain kali kalo ke sby saya diajak kesana yah
tapi BDD
on Jun 26th, 2008 at 7:11 am
wah… jadi laper baca ceritanya
on Jun 26th, 2008 at 7:59 am
@ Jiewa : Terimakasih juga sudah memebrikan referensi tempat makan yang sip
@ bocah : siap, tapi juga harus siap-siap kesasar karena belum hapal jalan-jalan Surabaya
@ kipas : cocok juga buat sarapan, boss
on Jun 26th, 2008 at 12:08 pm
Lho..blogger sekitar surabaya juga tooo ternyata…….
on Jun 26th, 2008 at 2:47 pm
Sidoarjo, Boss
on Jun 26th, 2008 at 4:41 pm
wah… saya bacanya jadi ngiler-ngiler inih. emang laper keknya.
waktu itu ke surabaya gataw makan dimana. tanya-tanya juga binun. makan rawon setan akhirnya…
kapan ke surabaya lagi? huhuhu
on Jun 26th, 2008 at 4:56 pm
Lhah? Kok kapan?
Lha dyra maunya kapan?
on Jun 27th, 2008 at 8:31 pm
kemarin sempat nyobain juga, kebetulan pas ada perlu di deket2 situ.
mungkin pas lagi apes yah, nasi putih yg dihidangkan terlalu lembek. Padahal aku paling bete ama nasi yg seperti itu. Jadinya lom apa2 udah ilfil dulu ama hidangan yg lain
curhat lengkapnya di surabayalife.com aja ah, hehehe *promosi*
on Jun 28th, 2008 at 9:21 am
Terimakasih kunjungannya, Bos
Kayak makan bubur lauk bebek donk.
on Jul 8th, 2008 at 10:14 am
Hi all.. thanks for mampir ke resto kami
Wah seneng banget kalo ada customer yang cocok dengan rasanya
BTw, boleh donk saya link blog ini ke blog bebekremuk?
Buat Mas Cosa
Thanks juga uda mampir, maaf banget kalo nasinya kerasa kelembekan, semoga next time lebih baik deh ya.. Thanks a lot..