This post is created and published by Dian Susanto aka sapimoto

Korupsi PDAM Sidoarjo

Pagi ini mata masih malas-malasan terbuka, tubuh juga masih tergolek lemah dikasur, cahaya matahari mulai menelusup diantara jndela kamar yang tirainya agak terbuka, seorang bucah mungil yang cantik menepuk-nepuk pipi sang bapak berusaha untuk membangunkannya. Mata masih malas untuk dibuka, ibu dari bocah mungil itu berkata bahwa air PDAM tidak keluar, coba diperiksa apakah pompa airnya rusak atau memang air dalam tandon yang habis. Perjalanan untuk melakukan pemeriksaan terhadap pompa air dan tandon, sedikit terganggu karena bocah mungil yang membangunkanku tadi merengek minta nonton video lagu anak-anak yang ada didalam handphone.

Ambil kunci untuk membuka gembok rumah pompa serta tandon dan bergegas menuju kedua lokasi yang terletak dihalaman rumah. Dalam rumah pompa, terdengar dengungan pompa air yang sangat lirih dan tidak begitu berisik, menurut analisa ala kadarnya bisa dikatakan bahwa pompa air masih berfungsi dengan baik dan normal. Kemudian membuka tandon yang memiliki volume dua kubik atau sekitar 2000 liter, sangat mengejutkan karena tandon tersebut kosong melompong, sama sekali tidak ada air yang tersisa. Padahal tandon sebesar itu biasanya mampu mememenuhi kebutuhan rumah tangga selama dua hari, tanpa ada pengisian ulang sama sekali. Kemudian cek meter PDAM dimana juga terdapat valve yang berfungsi untuk membuka atau menutup aliran air dari pipa utama milik PDAM ke pelanggan, valve dalam posisi terbuka.

Karena pompa air tidak ada permasalahan sama sekali dan permasalahan adalah karena memang tidak adanya air yang disedot, maka segera melakukan konfirmasi ke ibu dari kedua bocah mungilku untuk melaporkan apa yang terjadi dilapangan. Segera melakukan telepon ke nomor layanan PDAM Sidoarjo di 0318941788 seperti yang tertera pada kuitansi pembayaran tagihan air, dan dikatakan bahwa sedang terjadi kebocoran instalasi PDAM di mata air Umbulan. Ketika ditanyakan solusi dari permasalahan rumah tangga yang boleh dibilang bukanlah sesuatu yang remeh tersebut, karena kebutuhan akan air adalah merupakan sebuah kebutuhan yang sangat vital, petugas disana tidak bisa memberikan jawaban dengan beralasan bahwa dia adalah pegawai baru.

Untuk mengatasi keadaan darurat dalam permasalahan keluarga kekurangan air ini, akhirnya mencari pedagang air bersih keliling yang akhirnya bisa ditemukan di perumahan sebelah dan hanya kebagian tujuh jerigen air bersih. Mungkin jumlah segitu sudah cukup untuk mengatasi keadaan darurat ini dan berharap nanti malam air sudah mau mengalir dan mengisi kekosongan jiwa tandon yang lama tak terjamah oleh segarnya air.

Pelayanan yang sangat mengecewakan ditunjukkan PDAM kepada konsumen tetapnya, karena bisa dipastikan sebagian besar daerah Sidoarjo yang menggunakan PDAM sebagai sumber air bersih utama mengalami permasalahan yang sama dengan yang saya alami. Untuk kompensasi atas kerugian yang diterima konsumen sepertinya sangat tidak mungkin, karena memang setahu saya belum pernah ada kompensasi atas sebuah kesempurnaan dari buruknya pelayanan air bersih yang dikelola PDAM.

Apakah telah terjadi korupsi di PDAM Sidoarjo sehingga menimbulkan kebocoran instalasi pada mata air yang merupakan gantungan hidup masyarakat Sidoarjo akan kebutuhan air bersih? Terjadi atau tidaknya korupsi di PDAM Sidoarjo yang saya juga tidak tahu, yang jelas kejadian ini sangat merugikan konsumen dan sangat layak untuk diperhatikan dan diketahui oleh masyarakat. Andaikan saja ada pihak swasta yang bisa mengambil alih monopoli pengelolaan air bersih dan bisa bersaing dengan sehat, mungkin akan banyak pelanggan PDAM yang akan meninggalkannya karena jeleknya mutu pelayanan yang diberikan. Tapi tidak, air bersih adalah merupakan salah satu kebutuhan hajat hidup orang banyak dan pengelolaanya harus diserahkan kepada pemerintah, seperti yang telah diatur dalam Undang-undang Dasar 1945.

Dengan tidak adanya air, terpaksa berangkat kantor hanya bermodal satu gayung air, cukup untuk gosok gigi mengelap muka dan leher serta membasahi rambut, supaya terlihat segar dan “terlihat” telah melakukan ritual mandi seperti biasa.

  • Share/Save/Bookmark
Possibly related:
  • Air Telah Tiba
  • Jasa Kuras Tandon Air
  • Sidoarjo dan Kabut
  • Hujan Pertama di Kota Sidoarjo
  • Kami Tidak Menaikkan Tarif
  • Banyak Jalan di Sidoarjo Tergenang Air Hujan
  • Pelayanan Buruk Supermarket Ramayana Sidoarjo
  • 5 Comments on “Korupsi PDAM Sidoarjo”

    1. #1 windra
      on Jun 26th, 2008 at 12:12 pm

      laaahh…pagi ini mandi ndak yo bang sapi ini ???

      *sembunyi2 sambil tutup idung…*

    2. #2 bangpay
      on Jun 26th, 2008 at 1:40 pm

      keep bloggin!!

      jgn kebanyakan iklan lho… nanti kabotan…

    3. #3 sapimoto
      on Jun 26th, 2008 at 2:49 pm

      @windra : kan sudah saya sebutin dalam posting, cuman butuh 1 gayung air untuk gosok gigi, dan membasahi daerah sekitar kepala… :D
      @bono : Ini lagi terus berbenah, biar agak enteng…

    4. #4 hanif
      on Jun 26th, 2008 at 4:53 pm

      sebaiknya memang begitu, kalau ada lebih dari 1 perusahaan penyedia air bersih kan otomatis mrk akan bersaing memperbaiki kwalitas,, jadi ngga cuma asal menyediakan ;)

    5. #5 sapimoto
      on Jun 26th, 2008 at 5:34 pm

      Ya, harusnya memang gitu…

    Share Your Wisdom