Berangkat dari rumah pukul 14:00 berharap bisa ikutan nonton pada penayangan jam 15:30. Diantar oleh sapi biru, menyusuri ruas jalan arah Surabaya yang bisa dibilang lengang jika dibandingkan pada hari kerja. Setelah agak lama mencari tempat parkir untuk sapi biru yang badannya lumayan gede, dan sempat diminta untuk pindah karena menganggu kawasan bisnis penitipan helm, akhirnya sampailah di Cinema 21. Ibu dari kedua bocah yang telah berjanji untuk mentraktir tiket nonton sudah antri dengan dibuntuti dua anaknya, sedangkan bapaknya bersantai menikmati gambar-gambar film yang akan diputar. Melihat antrian yang lumayan panjang, sempat terpikir sepertinya bakalan gak kebagian tiket, yang tentunya akan mengecewakan kedua bocah yang sudah napsu banget pengen nonton Kung Fu Panda. Sambil jalan-jalan diantara poster film, salah seorang bocah mendekatiku sambil berkata bahwa tiket sudah didapat, dengan wajah senangnya.
Informasi yang selanjutnya lebih mengejutkan yaitu dapat tiket untuk jam pertunjukan pukul 20:00. Kalau harus pulang rasanya tidak mungkin mengingat jarak yang akan menyebabkan malas untuk balik lagi, dan dimungkinkan salah satu dari dua bocah itu akan tertidur setelah terkena bau kasur, bantal serta gulingnya masing-masing. Acara menunggu pun dimulai, dengan makan sebagai persiapan menunggu, kemudian kedua bocah itu diajak sang ibu ke arena bermain, sedangkan sang bapak justru mencari tempat tidur yang nyaman di sebuah sofa tunggu bioskop.
Dengan posisi ala kadarnya akhirnya bisa memejamkan mata, walaupun tidak sampai mendapat mimpi basah.
Sekitar pukul 16:30, rombongan tersebut sudah datang dengan muka berbinar-binar, kelihatan bahwa ketiganya telah mendapatkan kesenangannya masing-masing. Dengan masih terkantuk-kantuk karena posisi tidur yang kurang nyaman, bermain dengan kedua bocah tersebut yang akhirnya membuat rasa kantuk benar-benar hilang. Menunggu sampai jam pertunjukan rupanya memang cukup membosankan, tapi cukup terhibur melihat tingkah polah kedua bocah yang cukup membuat ruang tunggu ramai dengan teriakan-teriakannya.
Singkat cerita, pintu theatre 3 sudah dibuka dan semua yang telah memiliki tiket diperkenankan masuk. Mendapat tempat duduk di barisan nomor dua dari belakang depan, layar jadi kelihatan besar sekali dan terasa sangat tidak nyaman karena harus mendongak untuk dapat melihat penuh layarnya, dan kadang harus agak menggoyang kepala kekiri dan kekanan untuk membaca teks yang ada. Kedua bocah dengan senangnya menyaksikan adegan-adegan konyol yang ada di film Kung Fu Panda, sambil sesekali tertawa terpingkal-pingkal.
Ketika film selesai, segera turun ke area parkir dan menemui sapi biru kemudian memintanya untuk mengantarkan pulang ke Sidoarjo. Angin malam lumayan membuat jari-jari tangan agak menggigil, jalanan sepi. Sesampai di rumah, kedua bocah langsung terlelap bersama guling masing-masing. Mata ini rasanya juga sangat mengantuk, setelah Sabtu malam sama sekali tidak tidur dan Minggu pagi diajak untuk jalan-jalan serta lari-lari di sekitar perumahan. Ternyata Po sang Pendekar Naga, yang merupakan tokoh utama dalam Kung Fu Panda, tidak hanya menghajar Tai Lung, tetapi juga telah menghajar bapak dua anak yang akhirnya terkulai lemah di bawah selimut sampai pagi hari.
Category:








jadi njenengan orang surabaya juga to??
Orang Madiun, Mbak…
Tapi mulai Nopember 2007, terjebak mutasi di Sidoarjo…
wah saya nunggu bajakannya aja kluar deh,,hihi..
Saya pertamanya juga gitu, nunggu bajakannya…
Tapi lama banget, gak kluar-kluar…
wahh… padahal saya sangat menikmatinya. dia ngantri juga pas saya kuliah, hehe
sapimoto ini mave bukan sih?
makasih dah mampir
Yup, kan udah ada di halaman about…