Dalam setiap liburan atau kunjungan ke sebuah tempat wisata atau tempat lain yang belum pernah dikunjungi, maka orang akan cenderung untuk mengabadikan moment yang terjadi tersebut melalui foto maupun video. Bahkan ada yang mengatakan dengan ekstrem bahwa tanpa foto artinya kunjungan tersebut adalah palsu dan hanyalah sebuah cerita hasil rekayasa. Apakah benar seperti itu? Tentu saja benar, karena memang dengan keberadaan dokumentasi baik berupa foto bugil maupun video porno, maka sebuah kunjungan tersebut akan mendapatkan sebuah pengakuan yang mutlak.
Tetapi jika seseorang tidak atau enggan mendokumentasikan sebuah kunjungan atas sebuah tempat, tentu saja memiliki banyak alasan yang mungkin tidak akan dengan mudah untuk diungkapkan. Dan rasanya juga tidak terlalu salah jika sebuah kunjungan tanpa adanya dokumentasi, cuma rasanya memang sesuatu yang sangat janggal bagi ukuran orang normal.
Seperti liburan terakhir saya ke Bali minggu lalu, maka saya cuma sedikit mendokumentasikan anak-anak ketika mereka sedang bersenang-senang bermain pasir, bercanda dengan ombak laut dan di beberapa tempat. Dan karena mungkin saya ini bukan termasuk orang yang mempunyai kapasitas normal, maka dokumentasi yang menyertakan wajah ganteng yang saya miliki hampir sama sekali tidak ada. Sebenarnya ada beberapa yang diambil secara sembunyi-sembunyi oleh salah seorang fans yang sangat tergila-gila terhadap keberadaan saya disisinya, tetapi saya juga tidak tertarik untuk membongkar atau melihat isi dari foto bugil tersebut.
Dalam liburan kali ini, saya hanya ingin membantu mengurangi sedikit ikatan yang membelenggu dari beberapa rutinitas yang telah membuat saya sedikit bosan, dan hanya ingin mengenang liburan tersebut hanya dalam memori tanpa dokumentasi apapun. Jadi bagi yang tertarik untuk melihat foto wajah ganteng saya hasil liburan kemarin, mungkin akan saya upload beberapa sebagai sedikit bukti bahwa perjalanan yang saya lakukan bukanlah perjalanan fiktif. Tetapi hasil dokumentasi tersebut, tidak akan saya tampilkan di blog ini karena loading untuk blog ini sudah terlalu berat menurut koneksi internet yang biasa saya pergunakan. Mungkin akan saya tampilkan di blog sapimotokluyuran.
Bagaimana dengan Anda, apakah masih normal dengan selalu mendokumentasikan kunjungan ke suatu tempat ataukah sudah tidak normal seperti saya yang merasa bahwa dokumentasi tersebut hanyalah sesuatu yang tidak terlalu penting? Semua kembali ke diri masing-masing, dan tidak perlu untuk dipaksa-paksa harus seperti apa yang telah normal terjadi.





















on Jul 15th, 2008 at 3:46 pm
sepertinya liburan yang seru tuhhh
on Jul 15th, 2008 at 3:51 pm
Memang sich, tidak ada keharusan untuk mengabadikan lewat foto, tetapi akan lebih lengkap rasanya jika ada foto dan bagi saya foto akan lebih bermakna dan menarik jika dilihat nanti pada waktu2 mendatang, misalnya saat kita tua.
salam kenal!
on Jul 15th, 2008 at 4:28 pm
@ catra : liburan seru sekali…
@ Artana : artinya anda masih normal, Mas…
on Jul 15th, 2008 at 5:02 pm
ya kalo punya media untuk mendokumentasikan (kamera dll) ya emang bagusan dibuat dokumentasinya bro, kalo engga ada emang rasanya sayang banget, kalo ukuran anak-anak jadi ngga ada yang bisa dipamerin gitu loh
on Jul 15th, 2008 at 5:27 pm
saya semakin merasa tidak normal…
on Jul 15th, 2008 at 5:59 pm
nggak cuma liburan saya selalu bawa kamera setiap pergi!
kuliah pun bawa!
on Jul 15th, 2008 at 6:40 pm
normal koook..
saya bawa kamera kemana-mana malah, ngga cuma pas liburan doang.. hihihi
on Jul 15th, 2008 at 9:01 pm
kalo gw biasanya sih diusahain bawa kamera. kadang2 males sih foto2 tapi, bisanya diikuti dengan penyesalah kenapa pas jalan2 tadi nggak foto2…
on Jul 15th, 2008 at 9:11 pm
timmmbaaaak kiworddddd
on Jul 15th, 2008 at 9:33 pm
Yang penting enjoy.
Kenapa musti melulu mikirin dokumentasi?
on Jul 15th, 2008 at 11:03 pm
sama, kalo liburan atau pergi bawa kamera, saya paling suka motret daripada dipotret
on Jul 15th, 2008 at 11:45 pm
Om,kameraku lensane njamur…?Sepertinya hrs sring2 dpke
on Jul 16th, 2008 at 8:46 am
jalan2 di bali dimana aja?
on Jul 16th, 2008 at 10:46 am
@ Trendy : calon fotografer nih…
@ Chic : memang itu yang normal…
@ rerere : kan sudah terekam di memori…
@ bocah : gak lagi nembak kok…
@ tini : terimakasih, sudah sependapat dengan saya…
@ jimmy : hampir sama dengan saya…
@mierz : sini biar tak rawat…
@ wira : Sangeh, kesasar di Tunggang Gajah, Kuta, GWK, Dreamland, Nusa Dua, Sanur, Bali Safari, pulau penyu, tanah lot
Sebenarnya lagi pengen punya DSLR, tapi sampai sekarang gak keturutan….
on Jul 16th, 2008 at 1:16 pm
bagi saia dokumentasi itu penting, tapi saat ini saia masih belum punya properti untuk itu
on Jul 16th, 2008 at 2:08 pm
Lha klo masalahnya cuma belum punya, masih bisa pinjem…
Ntar klo udah punya, gantian aku yang pinjem punya kamu…
on Jul 16th, 2008 at 3:51 pm
mana potonya nich ????
on Jul 16th, 2008 at 4:28 pm
Silahkan dicari…
on Jul 16th, 2008 at 9:52 pm
Dulu sih saya suka bawa handycam saat liburan dan ternyata tidak praktis makanya saat ini cukup membawa kamera pocket.
on Jul 17th, 2008 at 11:53 am
Padahal klo menurut yang seneng dengan acara pendokumentasian, gambar bergerak lebih berharga daripada yang cuma diam…
on Jul 30th, 2008 at 4:42 pm
[...] Marco Membayar - 26 commentsBlogwalking Tips - 23 commentsCafe Tahu|Aneka Masakan Tahu - 20 commentsLiburan dan Foto - 20 commentsTips Lari Dari Polisi Lalu Lin… - 19 commentsGeby Tinggal Kenangan - 18 [...]
on Aug 1st, 2008 at 4:45 pm
di rumah banyak memajang photo2 keluarga b&w jadul sejak nenek kakek masih jomblo. menurut saya sih lebih greng dibanding hiasan lain yang tidak ada riwayat historisnya.
so dokumentasi sangat penting, yach setidaknya wajah kita masih bisa dilirik cucu cicit kelak di antara tumpukan album photo usang he.. he..
on Aug 26th, 2008 at 8:33 pm
aku jadi berharap dapat libur di hari hari kerjaku nich. selamat malam dan salam kenal cos salam hangat selalu
dobleh yang malangs last blog post..aku selalu ada dalam bayanganmu jika kamu selalu mencintaiku dengan kesungguhan yang begitutulus…….