Judul pengumuman tersebut sempat membuat saya terkaget-kaget dan bertanya-tanya, mengapa saya dipanggil dalam pendidikan dan latihan kedinasan yang telah saya ikuti pada tahun 2004 yang lalu. Beberapa teman yang mengetahui bahwa saya telah pernah ikut dalam diklat kedinasan tersebut, juga ikut menanyakan dengan nada sedikit sinis bahwa saya tidak lulus pada diklat yang lalu. Kemudian saya ingat-ingat dan kemudian mencarinya di berkas yang ada dirumah, ternyata memang saya telah lulus dan telah memegang sertifikat dari diklat yang sama tersebut, yang telah saya ikuti pada tahun 2004.
Segera saja saya fotokopi dan menyerahkan sertifikat tanda bukti kelulusan pendidikan dan latihan kedinasan tersebut, untuk saya serahkan ke bagian kepegawaian untuk segera dicarikan peserta pengganti. Setelah semua itu beres, saya merasa sangat lega sekali, karena dengan begitu saya tidak dikejar-kejar lagi dengan tuntutan harus mengikuti sebuah pendidikan dan latihan kedinasan, dimana saya telah mengikutinya.
Siang ini, ketika sedang memantau forex, melihat perkembangan dollar yang mulai menguat terhadap euro, ada telepon dari seorang cewek yang saya juga tidak tahu darimana karena memang saya tidak menanyakannya. Dia mengatakan bahwa saya telah tercatat lulus pada tahun 2004 dan tidak boleh mengikuti sebuah pendidikan dan pelatihan kedinasan yang sama, lebih dari satu kali. Saya jelaskan, bahwa saya memang telah lulus pada diklat tersebut dan sekarang sedang dicarikan pengganti. Dengan sedikit kasar, dia mengatakan bahwa harusnya kalau sudah pernah diklat serupa tidak perlu minta diusulkan lagi. Saya juga jadi ngotot, bahwa nama saya memang diusulkan pada tahun 2003 dan dipanggil pada tahun 2004, dan untuk yang sekarang ini saya tidak tahu apakah ada usulan atau tidak tapi yang pasti saya tidak pernah minta diusulkan.
Akhirnya karena dia masih ngotot dengan mengatakan bahwa ada usulan dari kantor yang punya kewenangan diatas kantor yang saya tempati sekarang dan menanyakan apakah tidak ada koordinasi sehingga ada usulan ulang? Darimana saya tahu, mereka melakukan koordinasi atau tidak, lha wong saya juga gak pernah diajak ngomong. Segera saya kasih nomor ekstension ke bagian terkait, dan silahkan selesaikan sendiri, karena saya juga sudah agak jengkel dengan nada bicaranya yang sangat tidak enak untuk didengar.
Harusnya dia bisa instrospeksi bahwa lembaganya yang kurang bener, bagaimana mungkin melakukan pemanggilan peserta diklat tanpa melihat daftar yang telah lulus pada diklat sebelumnya? Lha kok sudah mepet gini, baru bingung dan berusaha mencari-cari kesalahan orang lain.
Category:








Salam semangat!
Kita berbaik sangka saja
Iya, Mas…
Terimakasih semangatnya…
sabar bos
Iya, Cah…
Nih, udah senyum…
cewek yang nelpon cantik nggak!
kalo cantik santai aja!
wekekekek
Salam
Yah biasa orang kadang ga nyadar diri klo dirinya salah, sabar dan semangat aja deh
@ trendy : klo cewek cakep, ngajak makan siang. @ nenyok : yah, begitulah.
Sangat tidak mengenakkan dan cenderung menjengkelkan, kalau kita tidak tau apa-apa tiba-tiba saja seolah dipersalahkan atas sesuatu.
Memang masalah koordinasi inilah yang sepertinya harus menjadi perhatian (-utamanya di daerah saya yg saya ketahui, daerah lain sih kurang tau).
[...] bagi para pengunjung. Dari semua sajian yang tersedia, sepertinya yang paling menarik justru uneg-unegnya serta kisah perjalanannya dalam menggeluti bisnis [...]
prajabatan ya?