Kemarin malam kota Sidoarjo telah mendapatkan jatah hujan pertama, menyusul kota Madiun yang hujan terlebih dulu. Hujan semalam boleh dikatakan sangat menyejukkan Sidoarjo sekitar 2 jam, tetapi setelah itu kembali lagi ke selera asal yaitu panas yang sangat menyiksa. Belum lagi ditambah dengan pemadaman listrik yang membuat semua peralatan elektronik tidak dapat bekerja sama sekali. Karena semua peralatan elektronik tidak ada yang bisa dipakai, maka acara “tidur bersama” pun segera bisa dilaksanakan. Tidur bersama kali ini melibatkan dua orang cewek dan 2 orang cowok. Tidak usah ngeres, karena 4 orang tersebut adalah saya, istri dan 2 orang anak kami.

Masuk kamar dalam kondisi rumah yang gelap gulita tanpa ada penerangan sama sekali, karena bulan juga sepertinya sedang tertutup awan. Sebuah kamar dengan ukuran 3×3 ditempati oleh 4 orang dengan tanpa alat pendingin ditambah lagi dengan hawa panas Sidoarjo, menjadikan ruangan tersebut menjadi terasa lebih sempit serta pengap dibanding biasanya. Tapi mau bagaimana lagi, adanya memang cuma itu, kamar belakang sudah dipakai pembantu, tidur depan TV terlalu banyak nyamuk penggoda.

Dalam kamar gelap serta pengap tersebut, akhirnya terbersit sebuah pertanyaan yang pada akhirnya bisa saya jawab sendiri, jadi tentu saja tidak ada hadiahnya. Pertanyaannya adalah mengapa orang-orang jaman dahulu bisa mempunyai anak dalam jumlah yang banyak? Karena seperti kondisi malam ini, tidak adanya penerangan yang memadai sehingga tidak memungkinkan untuk meninggalkan rumah, juga tidak adanya hiburan yang bisa membunuh sepi dan gelapnya malam. Hanya satu kemungkinan sebuah kegiatan yang bisa dilakukan dan sangat didukung oleh suasana seperti itu, yaitu proses bikin anak. Saya tulis proses, karena memang dari kegiatan tersebut belum tentu menghasilkan anak.

Hujan pertama di kota Sidoarjo tadi malam, telah menyisakan beberapa genangan air pagi ini ketika tadi mengantar anak ke sekolah sekalian saya berangkat kerja. Indikasi ini sepertinya merupakan pertanda yang tidak bagus, karena banyak sekali titik-titik genangan. Dari jalan yang saya lewati tadi pagi beberapa genangan air terdapat di Jalan Lingkar Barat, Jalan Perumahan Taman Pinang dan Jalan Pahlawan. Baru hujan selama 2 jam, sisa air hujan tersebut belum mampu terserap oleh sistem drainase, bagaimana jika hujan sampai seharian penuh? Potensi banjir sepertinya sangat besar, tapi mudah-mudahan tidak akan terjadi.

Semoga dengan adanya indikasi awal ini, pemerintah daerah kabupaten Sidoarjo dalam hal ini dinas terkait segera bisa melakukan persiapan dalam menghadapi hujan-hujan beikutnya yang mungkin bisa lebih dari 2 jam. Itu hanyalah sebuah usulan dari saya yang saat ini sedang mencari sesuap nasi di Sidoarjo, walaupun untuk saat ini saya masih enggan untuk melepaskan status kependudukan dari Madiun.

Share on TwitterShare on TumblrSubmit to StumbleUponSave on DeliciousDigg This


Possibly related:

  • Speed of Speedy
  • Madiun Blogger Club
  • FlexyCOMBO-ku Mantap|Bukan Telepon Biasa
  • Kami Tidak Menaikkan Tarif
  • Mobil Murah
  • Pelayanan Buruk Supermarket Ramayana Sidoarjo
  • Toko Perkakas Online

  • Comments

    This entry was posted on Thursday, October 9th, 2008 at 8:48 am and is filed under Usul. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

    20 Comments so far


    1. genthokelir on October 9, 2008 9:23 am

      mudah mudahan segala bisa di kendalikan dan mudah mudahan di jauhkan dari bencana

    2. genthokelir on October 9, 2008 9:23 am

      gimana susana lebarannya

    3. free link exchange on October 9, 2008 9:29 am

      ditempat saya tinggal tepatnya batam, ujan ndak mengenal musim, kapanpun bisa ujan dg tiba2. setiap hari jas ujan harus selalu dibawa kalau ndak ingin basah kuyup krn ujan yg dadakan

    4. bangpay on October 9, 2008 9:36 am

      hmm.. kemarin manado ujan. gede banget… ampe nakutin…

      soal komentar pean di blog saya, kan tiap dari kita itu penting… :)

    5. sapimoto on October 9, 2008 9:47 am

      Ya, betul…
      Oenting dalam kapasitas masing-masing… :)

    6. Edi Susanto on October 9, 2008 10:02 am

      heheehhe koq proses ‘bikin’ anak-nya ngga di tulis lebih lanjut.. hehehe just kidding bro

    7. tipis on October 9, 2008 10:35 am

      sama si surabaya tadi malem jg hujan pertama dan seperti kejadian2 tahun sebelumnya, hujan pertama pasti diiringi dengan LAMPU PADAM :D

      trafo meledak, jadi dari jam 19.30 sampai 23.30 lampu mati. pusing deh mana anak2 udah terbiasa pakai AC haha jadi tukang kipas deh semaleman :D

    8. flowflow on October 9, 2008 10:36 am

      hehehe postingannya sama, soal hujan nih…
      sidoarjo mati lampu jugak ya semalem?

    9. BloGendeng on October 9, 2008 11:01 am

      Mudah-mudahan nggak bikin banjir, tapi bikin seger.
      Kalo di malang dah ujan dari kemaren-kemaren,mas

    10. mierz on October 9, 2008 12:06 pm

      hujan + mati lampu, mak nyus…
      tidur di kos jadi tambah uenak, adem rasane…
      :)

    11. okta sihotang on October 9, 2008 12:40 pm

      wah..semoga aja itu hujan BERKAH buat sidoarjo mas

    12. Fachia on October 9, 2008 1:05 pm

      kayaknya serentak ya hujannya.. di Surabaya juga hujan bersamaan dengan di Jogja. Surabaya lampu mati.. untungnya di Jogja enggak.. hehehe

    13. iman brotoseno on October 9, 2008 1:16 pm

      bener tuh, jangan dilepas status kependudukan Madiunnya..siapa tahu Sidoarjo tinggal kenangan kelak

    14. bluegreen on October 9, 2008 2:45 pm

      di kamal sudah 2 hari ini hujan mas

      btw itulah sebabnya mengapa program KB di pedesaan gagal, karena belum ada listrik he he he

    15. sawali tuhusetya on October 9, 2008 3:08 pm

      oktober sepertinya menjadi awal bulan musim hujan. kita berharap semoga tak muncul bencana beruntun seperti tahun lalu. butuh perhatian semua pihak utk mengantisipasinya.

    16. trendy on October 9, 2008 7:06 pm

      dapet rejeki dari Tuhan!

    17. cerita.asia on October 10, 2008 6:51 am

      Mungkin setahun lagi mas bisa tinggal di madiun dengan kesuksesan mas dalam dunia blogsphere ini, saya yakin…

    18. sapimoto on October 10, 2008 7:33 am

      @Iman Brotoseno : Wah, ramalannya kok kayak gitu, Mas… :lol:
      @blue green : wekekekeke
      @sawali : Semoga, Pak…
      @trendy : harus disyukuri…
      @cerita : walah, sukses apane? saya ini pindah ikut sama yang di Jakarta, klo Jakarta bilang pindah saya juga akan pindah… :)

    19. hilman on October 11, 2008 8:19 pm

      wong sidoarjo taaA? sama donk :D

    20. sapimoto on October 12, 2008 2:06 pm

      Iya, Mas…
      Saya sekarang tinggal di Sidoarjo… :D

    Name (required)

    Email (required)

    Website

    XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

    Share your wisdom

    CommentLuv badge