Pelayanan buruk Supermarket Ramayana Sidoarjo ini saya rasakan tadi malam, ketika mengantarkan anak-anak dan ibunya ke Ramayana Sidoarjo Kota , bukan Ramayana Bungurasih, karena tas ransel untuk sekolah Agi sudah putus dan waktunya untuk diganti. Selain bermaksud untuk membeli tas baru, juga membeli makanan serta minuman sebagai bekal perjalanan nanti malam ke Madiun, dan juga memenuhi beberapa kebutuhan pokok rumah tangga yang persediannya sudah mulai menipis. Ramayana Sidoarjo yang saya maksud adalah Ramayana Departemen Store yang berada di Jalan Pahlawan Sidoarjo .
Badan sudah capek setelah seharian ngeblog mengerjakan rutinitas di kantor, malamnya harus mendapatkan sebuah pelayanan buruk Supermarket Ramayana Sidoarjo , sepertinya kemarin memang merupakan hari yang sangat buruk bagi saya, kecuali adanya pengunjung blog ini yang melewati angka 250 dan menyebabkan Bandwidth Limit Exceeded . Selain tempat parkir yang pindah ke belakang, dengan nuansa remang-remang, jarang sekali terlihat senyum ramah SPG terhadap konsumen yang datang.
Ketika tas sekolah dengan harga terjangkau sudah terpilih, perjalanan belanja dilanjutkan ke Supermarket Rayamana Departemen Store Sidoarjo , mengambil beberapa kebutuhan yang diperlukan yang berada pada rak yang sudah tersusun rapi dengan beberapa label harga untuk tiap produk. Di supermarket ini pun juga jarang sekali terlihat senyum dari para pegawai yang berada disana, termasuk juga seorang Mbak penjaga penityipan barang yang sama sekali tidak mau berdiri ketika saya menitipkan tas kresek berisi tas sekolah. Dari tempatnya duduk, barang yang saya titipkan langsung diambil dari balik meja yang tinggi dan digantikan dengan tanda penitipan barang.
Pada saat mengambil keju dengan merk Kraft Cheddar , saya merasakan keanehan dengan melihat produk yang lebih kecil dari biasanya. Tetapi saya pun kemudian maklum, mungkin inilah strategi pemasaran yang dibuat oleh perusahaan dalam krisis ekonomi sekarang ini, dengan tidak terlalu tinggi menaikkan harga tetapi membuat volume atau netto alias berat bersih lebih kecil dari sebelumnya. Untuk memastikan kembali saya baca berat bersih yang terdapat pada bungkus keju Kraft dan label yang tertempel pada rak, pada bungkus tertulis netto weight 180gram , sementara pada label yang tertempel tertulis Kraft Cheddar 200gram dan Kraft Qeju Block 180gram . Asumsi saya, karena saya cari produk keju Kraft Cheddar 200gram tidak ada, maka keju Kraft Cheddar 180 gram yang saya ambil belum dibuatkan label tersendiri, dengan harga tentunya dibawah keju Kraft Cheddar 200gram .
Ketika sampai pada kasir , ketika dilakukan scan terhadap keju Kraft Cheddar 180gram, yang muncul pada monitor adalah harga keju Kraft Cheddar 200gram sebesar 19.200rupiah. Segera saya protes, dan kembali ke rak tempat produk keju terpajang. Beberapa pegawai Supermarket Ramayana Sidoarjo yang tanpa senyum ramah, segera bergerombol dan mencoba mencari pembetulan dan mencoba menyalahkan saya sebagai seorang konsumen . Dikatakan bahwa memang barcode yang terdapat pada bungkus keju Kraft Cheddar 180gram yang saya ambil, jika discan akan muncul harga Keju Kraft Cheddar 200gram, dan itu tidak bisa dirubah.
Pelayanan buruk Supermarket Ramayana Sidoarjo kembali saya terima, ketika seorang pegawai pria dengan jenggot dan cambang mirip kambing mengatakan bahwa yang tertulis pada label dirak adalah berat kotor dan tidak mungkin untuk menambahkan berat bersih pada label tersebut, karena label akan terlihat penuh. Jika memang seperti itu, kenapa untuk keju Kraft Qeju Block tertulis berat bersih dan sama persis dengan yang tertera pada bungkus??? Akhirnya saya minta untuk bertemu dengan petugas yang bertanggungjawab pada malam tersebut. Dengan sedikit berteriak-teriak, beberapa pegawai wanita mencari petugas penanggung jawab, yang saya ketahui dari teriakan mereka, bernama Bu Nurul .
Setelah Bu Nurul datang, saya pikir masalah akan segera selesai, ternyata tidak. Pelayanan buruk Supermarket Ramayana Sidoarjo, masih terus berlanjut. Bu Nurul menjelaskan bahwa yang memiliki harga 16ribu sekian rupiah adalah keju Kraft Qeju Block dengan netto 180gram dan bukan Kraft Cheddar. Setelah terjadi sedikit perdebatan yang alot, kemudian saya menanyakan,"Jika memang harga yang tercantum pada label adalah harga keju Kraft Qeju Block dengan berat bersih 180gram dan keju Kraft Cheddar dengan berat bersih 200gram, lalu bagaimana cara konsumen mengetahui harga keju Kraft Cheddar netto 180gram?"
Setelah pertanyaan saya tersebut, barulah Bu Nurul meminta maaf dan menyatakan bahwa hal tersebut adalah kesalahan dari Supermarket Ramayana Sidoarjo. Tetapi petugas pria yang tadi, masih ngeyel dengan mengatakan bahwa Block sama Cheddar itu tidak sama dan terus menggerutu mengatakan bahwa yang tertulis pada label adalah berat kotor dan berat bersih. Sepertinya pertanyaan saya yang menanyakan kenapa produk lain ditulis berat bersih pada label dan khusus Kraft Cheddar ditulis dalam berat kotor, sama sekali tidak diperhatikan olehnya. Lagipula apakah mungkin sebagai seorang penjual, Supermarket Ramayana Sidoarjo melakukan penimbangan ulang untuk mengetahui berat kotor sebuah produk hanya untuk membuat label???
Setelah menerima permohonan maaf dari Bu Nurul dan bisikan istri yang mengatakan tidak usah diperpanjang, saya pun meninggalkan beberapa pegawai yang masih bergerombol dan menemani istri untuk menyelesaikan pembayaran di kasir. Sambil jalan, saya melihat seorang petugas melepas label keju Kraft Cheddar 200gram harga 19.200rupiah dari rak. Semoga saja produk lain yang dijual oleh Supermarket Ramayana Sidoarjo tidak bermasalah, karena pada waktu itu saya hanya memperhatikan produk keju .
Ketika menuju tempat parkir yang remang-remang dan melewati beberapa SPG yang tetap tanpa senyum ramah, saya kembali berpikir pelayanan buruk seperti ini kok masih saja memiliki konsumen, padahal para pemain bokep aja selalu berusaha untuk tetap tersenyum dalam rangka memuaskan konsumen, dan sebagai sarana promosi video porno terbaru mereka . Apakah ada blogger lain yang pernah menerima Pelayanan Buruk Supermarket Ramayana Sidoarjo ???
















on Oct 31st, 2008 at 10:20 am
wah… perlu dihajar itu bos !!! butuh bantuan ???
on Oct 31st, 2008 at 10:29 am
weh sapi makanya keju…….
on Oct 31st, 2008 at 11:29 am
iya tuh bener kata suwung.. sapi kok doyan keju?? *kabuuuuuuuuur*
on Oct 31st, 2008 at 11:36 am
Keju dengan ukuran 180gram dibagi 2 berarti 90gram, bisa langsung dilahap anak sapi dalam waktu yang singkat, tanpa campuran apapun, hanya diparut dan ditaruh piring. 2 anak sapi itu bagaikan menemukan makanan favorit yang telah 2 tahun tidak dimakannya, padahal tiap minggu keberadaan keju adalah jatah mereka berdua…
on Oct 31st, 2008 at 11:59 am
emang bener tuh, kayaknya SPG di t4 itu kudu di sekolahin di JRP. Biar rada punya tata krama dikit. Aq jg pernah punya pengalaman buruk disana, perhatikan aja klo kita kesana menjelang mall tutup. Dijamin kita pasti ngeliat wajah-wajah “sadis” para SPG dengan bbagai sindiran memberitahu mau tutup. Hiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii…. serem bgt!
on Oct 31st, 2008 at 12:09 pm
sepertinya malam itu supermarket sidoarjo mendapat pelajaran berharga. seharunyalah seorang konsumen mempertanyakan haknya. biasanya kalau gak sesuai mereka ngeloyor pergi..jadinya si supermarket gak pernah merasa bersalah.. hal kecil sih..tp kalau dikumpulkan dan dibiasakan bakal menjadi ruwet dan mengganggu. Kalau sy pemilik supermarketnya, setelah baca blog ini, sy pasti akan emmecat SPG yg gak sopan itu.. siapa yg akan datang ke supermarket sy kalau SPG nya juede kayak gitu..udah salah, ngotot lagi… belagu amat… SIp Pak..Salut aku!
on Oct 31st, 2008 at 1:01 pm
Mantapz tuh, biar tau rasa supermarketnya, mang enak nipu bloger, macem2 posting
on Oct 31st, 2008 at 1:09 pm
masih tetap nembak keyword
hehehe
on Oct 31st, 2008 at 1:50 pm
belom pernah kesana om.. dan males ah..
on Oct 31st, 2008 at 1:54 pm
Mungkin karyawannya pusing, mikirin semua pada naik. Cuma CD aja yang turun…
on Oct 31st, 2008 at 3:11 pm
wah…cerita yang menarik sekali pak ..
klo suprmarket memang kadang tidak banyak yg membrikan pelyanan yg terbaik,,
padahal dunia marketing skrng, orng lebh percaya dr mulut orang yang dipercaya, alias temen, klo temennya aja nggak dpt layanan dn rekomendsi tempat itu jelek, maka lambat laun akan ditinggalkan pengunjung
on Oct 31st, 2008 at 4:29 pm
dah lama gag ke Ramayana Sda pak, jd males kesana lg
on Oct 31st, 2008 at 4:46 pm
kalau mall dipalembang buat mengembalikan kualitas pelayanannya dibuat reward!
kalo kita liat ada pegawai yang nggak melayani dengan senyuman atau cemberut kita dapet hadiah!
wkekekekekek!
on Oct 31st, 2008 at 5:36 pm
Ternyata supermarket gemar menipu ya. Oleh karena itu, marilah kita berbelanja di pasar-pasar tradisional. Baik untuk pedagang kita, baik untuk kita, baik untuk bangsa kita.
Numpang kampanye, Mas Sapi.
on Oct 31st, 2008 at 6:09 pm
Wah kok gitu. Salah rekrut SPG kali bos. Sabar bos, orang sabar itu disayang Tuhan. Inget bos emosi itu maunya setan. Tapi saya bukan setan lho bos…eh ngga nyambung ya…
on Oct 31st, 2008 at 6:28 pm
mungkin SPG nya ga mengikuti test psikotest
waktu rekrutmen jadinya ya gitu..
wakakaa…
on Oct 31st, 2008 at 6:31 pm
pasti aksesbilitas fisik untuk penyandang cacatnya juga enggak ada kan mas
on Oct 31st, 2008 at 11:00 pm
Laporin aja ke atasannya mas/mba. pasti dia di tegur oleh atasannya.
on Nov 1st, 2008 at 1:37 am
walah, repot bener kalau pelayanan ndak beres, mas. idealnya, mereka perlu mendapatkan tips jitu cara membeikan layanan yang memuaskan kepada konsumen agar ndak sering menerima komplain.
on Nov 3rd, 2008 at 8:03 am
Sabar … sabar …
on Nov 3rd, 2008 at 9:43 am
Mudah-mudahan dengan banyaknya komplain yang tertulis dalam blog, akan dapat sebagai bahan pembelajaran untuk meningkatkan pelayanan kepada konsumen.
on Nov 3rd, 2008 at 11:11 pm
weleh mas dian galak jg kekekeek. sabar bos
.
on Sep 6th, 2009 at 3:45 pm
ikh makanya klo mu boong jgn bego donk boong kok ketauan khan klo gitu sama ajjja ngancurin masa depan perusahaan sendiri…
gue juga pengen bgt nonjok pelayan yg sok jual mahal kalo senyum najiiss kayak cakep ajaa klo pelayan judess
palagi pelayan yang ska ikut pantat ku kemana2 kayak body guard gue ajja tp maaf gue ga mau bayar kelakoan pelayan kayak gitu
najiiiissssssssss