Murah dan berkualitas sepertinya memang adalah sebuah dambaan atau idaman dari semua orang terhadap sesuatu barang atau jasa yang dibutuhkan maupun tidak dibutuhkan. Ketika menemukan sesuatu yang murah dan berkualitas, walaupun bukan sebuah kebutuhan yang harus dibeli, seseorang bisa dengan mudah menjadi tertarik dengan iming-iming kata murah dan berkualitas ini. Sama saja halnya dengan iklan beli satu dapat dua™, untuk mengejar penghematan yang dapat dilakukan pada saat tersebut, seseorang rela untuk menyisihkan keperluan lain untuk dibelanjakan pada barang yang sedang diiklankan dengan beli satu dapat dua.
Seperti juga ketika saya menulis modem murah dan berkualitas dan juga yang baru-baru ini adalah hosting murah dan berkualitas, tentu saja ini adalah sebuah keinginan dari seorang konsumen untuk mendapatkan sesuatu yang berkualitas bagus tetapi tidak perlu mengeluarkan dana terlalu banyak untuk mengganti yang didapat dari layanan tersebut. Pertama saya pikir, bahwa keinginan untuk mendapatkan sesuatu yang murah dan berkualitas hanyalah milik saya, tetapi ternyata banyak juga yang menginginkan barang atau layanan yang murah dan berkualitas. Padahal jika ditinjau dengan akal sehat, sama sekali tidak mungkin adanya layanan seperti itu, kalaupun ada mungkin bisa dikatakan bahwa itu adalah sebuah keajaiban.
Para sesepuh saya di Jawa mengatakan,”Ono rupo ono rego” (barang bagus, harganya pasti juga mahal), “Sing goblok ki wong-e, nek duit ki ora goblok” (walaupun seseorang itu awam dalam sesuatu hal, tetapi dengan melihat harga yang ditawarkan bisa ketahuan bahwa barang tersebut memiliki kualitas yang bagus). Benar atau tidaknya petuah yang saya dapatkan tersebut, silahkan saja untuk dicermati pada kenyataan yang berlaku dipasar. Dalam hal ini tentu saja, diluar adanya kejadian khusus misalnya kasus penipuan atau manipulasi harga.
Sebuah strategi pemasaran yang tepat, memang sangat diperlukan untuk menarik minat calon konsumen sehingga dari calon konsumen bisa berubah status menjadi konsumen dari produk yang ditawarkan, dan tentunya akan mendatangkan keuntungan yang berlimpah jika transaksi tersebut tidak hanya terjadi satu atau dua kali tetapi sudah menjadi sebuah kebutuhan yang harus dipenuhi oleh konsumen, bahkan ketika sudah tidak ada embel-embel murah dan berkualitas maupun beli satu dapat dua™. Tentunya dari pihak produsen juga akan merugi jika cara promosi seperti ini dijalankan secara terus menerus, kalaupun tidak merugi maka keuntungan yang didapatnya juga kecil sehingga akan kesulitan untuk mengembangkan usahanya.
Mimpi saya untuk mendapatkan layanan murah dan berkualitas masih terus berlanjut, dan mudah-mudahan akan segera dapat terwujud, dan bukan sekedar mimpi belaka. Karena jika dilihat dari urutannya, maka seseorang akan melihat dari sisi murahnya baru kemudian akan menentukan kualitas yang diterima. Untuk saat ini saya sudah melihat murahnya dan tinggal menunggu kualitas yang akan diberikan, semoga saja impian layanan murah dan berkualitas akan segera menjadi kenyataan.
















on Nov 13th, 2008 at 10:34 am
Saya doakan semoga Pak sapi dapat layanan murah berkualitas. Kalo bisa layanan gratis berkualitas. Ada ga’ ya…? KAlo ada, saya mau dong…
on Nov 13th, 2008 at 10:49 am
hmmm (sambil mangut mangut)
on Nov 13th, 2008 at 11:29 am
murah dan berkualitas? wah suroboyoan bangeeet
on Nov 13th, 2008 at 12:31 pm
pengennya sih gitu
murah tapi berkualitas. tapi ada gak ?
on Nov 13th, 2008 at 1:46 pm
murah itu wajib tapi kalo berkualitas bisa dikompromikan hehehe
on Nov 13th, 2008 at 5:54 pm
Saya selalu mendambakan yang murah dan berkualitas.. Atau yang gratis dan berkualitas..
on Nov 15th, 2008 at 9:04 am
Mudah-mudahan aja nanti ada yang murah dan berkualitas, mungkin gak ya…..
on Nov 15th, 2008 at 5:04 pm
dq kurang yakin tuh sm promo beli satu dpt dua…, jangan2 barang dah mo expired/kualitas kacangan! Nah klo mo melamar calon istri mmng bener, “beli satu dapet dua”…hahaha
on Nov 16th, 2008 at 5:05 pm
saya suka cara berpikir anda heheheh, “breaking the habits” kata linkin park
on Nov 17th, 2008 at 7:50 am
Waks, apa pula hubungan antara melamar calon istri dengan beli satu dapat dua??? Sepertinya ilmu saya belum sampai disini…