This post is created and published by Dian Susanto aka sapimoto

Grebeg Suro Kota Reyog Ponorogo

Grebeg Suro Kota Reyog Ponorogo adalah sebuah acara rutin tahunan yang diadakan di alun-alun kota Ponorogo, sebuah kota yang berada sekitar 30 kilometer dari Madiun, arah Pacitan atau Wonogiri. Acara puncak Grebeg Suro adalah pada malam 1 Muharam pada penanggalan Hijriyah. Ritual tahunan ini sudah ada sejak lama, bahkan ketika ibu saya masih anak-anak dan waktu itu masih tinggal di Ponorogo. Apa yang menarik dari acara Grebeg Suro di Ponorogo ini? Mulai dari siang hari, kota Ponorogo yang biasanya lumayan sepi menjadi sangat ramai sekali dengan kedatangan banyak tamu dari luar kota. Bahkan terkadang, mulai pukul 12:00 atau 14:00 sampai besok pagi, maka semua kendaraan dari luar kota sudah tidak diperkenankan untuk memasuki kota Ponorogo.

Untuk bisa masuk ke pusat kota atau alun-alun Ponorogo, maka biasanya perlu mencari beberapa jalur tikus sehingga nantinya akan dapat melewati beberapa penjagaan dan berhasil membawa kendaraan bermotor untuk dapat mencapai kota, setelah bisa masuk kota mau kemana-mana sudah bebas kecuali jika terjebak macet. Apakah mungkin kota sekecil Ponorogo juga mengalami kemacetan lalu lintas? tidak ada yang tidak mungkin didunia ini, ketika ada acara Grebeg Suro maka hampir semua ruas jalan di Ponorogo menjadi penuh sesak dengan banyaknya orang berjalan kaki maupun kendaraan yang berlalu lalang, tanpa saya tahu tujuan mereka. Mungkin saja hanya untuk jalan-jalan menikmati macetnya kota.

Pada saat saya masih muda, hampir setiap tahun ketika acara Grebeg Suro berlangsung di Kota Reyog Ponorogo, akan menyempatkan diri untuk pergi kesana sekedar untuk melaksanakan ritual ngopi dan “melekan” sambil melihat-lihat para pejalan kaki yang terus ada seperti sumber mata air yang tak pernah kering, bahkan sampai pagi menjelang. Alun-alun kota Ponorogo, sudah pasti penuh dengan lautan manusia, karena memang disitulah tempat dilaksanakannya puncak acara Grebeg Suro, dimana terdapat sebuah panggung yang akan dimeriahkan dengan banyak acara. Acara yang pasti ada dan paling meriah adalah adanya Festival Reyog yang bukan hanya diikuti oleh peserta dari Ponorogo dan sekitarnya, tetapi ada juga peserta dari luar negeri. Bule pun ternyata ada yang bisa memainkan reyog.

Sebelum tahun 1990, orang berjalan kaki dari Madiun atau Wonogiri untuk berhasil mencapai alun-alun Ponorogo masih merupakan pemandangan yang sangat umum dan sangat tidak mengherankan. Tetapi sebagai generasi muda, saya rupanya tidak bisa melestarikan budaya jalan kaki tersebut dan lebih memilih untuk menggunakan kendaraan bermotor. Padahal saya juga pernah melakukan aksi jalan kaki yang tak kalah jauhnya yaitu ketika mengikuti Napak Tilas Pasukan Siliwangi mulai dari Sarangan sampai dengan Bendo, sebuah desa dibelakang Lanud Iswahyudi, Maospati.

Sesampai di Ponorogo, biasanya saya lanjutkan dengan beristirahat sejenak di rumah Eyang, yang kebetulan rumahnya tidak jauh dari alun-alun Ponorogo, sekalian untuk nitip sepeda motor. Bahkan ketika pada tahun 1992, saya bersama rombongan datang ke acara Grebeg Suro Kota Reyog Ponorogo dengan naik bus dari Madiun dan sudah berkeputusan untuk tidak mampir ke rumah Eyang, tetapi apa daya setelah “melekan” selama 2 malam, saya pun harus berpisah dari rombongan dan tidur disana selama sehari penuh, baru kemudian bisa kembali ke Madiun sendirian.

Pada saat ada acara Grebeg Suro seperti ini, akan banyak muncul penjual kopi atau makanan kecil dadakan yang menggelar dagangan di halaman rumah mereka masing-masing, dan ini sangat membantu sekali bagi para tamu baik dari luar kota maupun warga Ponorogo sendiri yang ingin menikmati malam 1 Suro di Ponorogo karena kebanyakan warung yang ada di sekitar alun-alun sudah penuh sesak dengan konsumen. Walaupun akan lebih afdol jika “melekan” dilaksanakan di alun-alun Ponorogo sambil menikmati acara yang disajikan diatas panggung, diantaranya adalah Festival Reyog, Musik dan akan ditutup dengan Pagelaran Wayang Wong atau Ketoprak, yang sudah sangat jarang bisa dinikmati secara langsung.

Bagi yang ingin menemukan gadis-gadis cantik sepanjang malam, kemungkinan itu juga sangat terbuka luas, karena pada acara Grebeg Suro Kota Reyog Ponorogo, tidak ada yang tabu ketika ada seorang gadis keluar dari rumah sampai menjelang pagi. Tapi mohon untuk tidak berpikiran mesum atau pikiran negatif lain, ketika bertemu dengan gadis cantik Ponorogo, walaupun mereka keluar pada malam hari sampai menjelang pagi. Bahkan menurut ibu saya, pada saat Grebeg Suro, para gadis yang biasanya hanya ada didalam rumah ketika hari-hari biasa, pada saat ini akan diperbolehkan keluar untuk menikmati udara malam Ponorogo yang sangat meriah.

Dengan semakin pesatnya perkembangan teknologi informasi seperti sekarang, dimana beragam informasi dapat disajikan secara luas melalui internet dan dengan sudah semakin murah koneksi internet, maka saya yakin bahwa Acara Grebeg Suro di Kota Reyog Ponorogo akan semakin meriah dan akan mendatangkan banyak wisatawan yang ingin melihat seperti apa keramaian dan kemeriahan Ponorogo menjelang pergantian Tahun Hijriyah, dan juga keramahanan yang disajikan oleh masyarakat Ponorogo.

Grebeg Suro Ponorogo

  • Share/Save/Bookmark
Possibly related:
  • FlexyCOMBO-ku Mantap|Bukan Telepon Biasa
  • Bus Patas Cendana = Siput
  • Geby Tinggal Kenangan
  • Speed of Speedy
  • Mobil Murah
  • Hujan Pertama di Kota Sidoarjo
  • Madiun Speedy Hotspot
  • 36 Comments on “Grebeg Suro Kota Reyog Ponorogo”

    1. #1 ryan
      on Dec 10th, 2008 at 3:01 pm

      ini posting untuk kontes itu ya :p

    2. #2 geblek
      on Dec 10th, 2008 at 3:22 pm

      ngomongn grebek suro terlintas madiun akan ribut, perang sodara ah masih adakah hal itu

    3. #3 sapimoto
      on Dec 10th, 2008 at 3:35 pm

      Sepertinya cerita itu masih akan panjang dan entah kapan akan berhenti, Mas…
      Makanya, daripada di Madiun, mendingan di Ponorogo…

    4. #4 boyin
      on Dec 10th, 2008 at 7:18 pm

      hayoo sapa yang mau cari gadis cantik ponorogo….

    5. #5 reviewallblogsite
      on Dec 10th, 2008 at 7:43 pm

      akhirnya selesai juga review saya. silahkan di cek di blog kami pada halaman

      http://reviewallblogsite.blogspot.com/2008/12/sapimotocom-5-review.html

      semoga membangun blogsite anda! terima kasih.

    6. #6 ruben bukan onsu
      on Dec 10th, 2008 at 7:51 pm

      mm.. pengen juga berkunjung ke ponorogo…

    7. #7 Benlah
      on Dec 10th, 2008 at 8:05 pm

      Saya mau nangis gan, kangen banget sama adat jawa. Saya sudah tidak ingat lagi kapan terakhir saya nonton ketoprak, dah luama buanget. Dan kuangen buanget gan.

    8. #8 Andy MSE
      on Dec 10th, 2008 at 9:12 pm

      Jadi pengin ke sana nih!… lama nggak ke Ponorogo…

    9. #9 det
      on Dec 10th, 2008 at 10:04 pm

      sebaiknya tidak ke ponorogo pas malam 1 suro, dipastikan semua akses masuk akan ditutup. ini untuk menghindari massa yang datang dari luar kota yang seringkali membuat kerusuhan ketika bertemu kelompok berbeda aliran ;)

    10. #10 ontria
      on Dec 10th, 2008 at 11:14 pm

      ngopi sambil melekan sampai pagi mantabs

    11. #11 bocah
      on Dec 11th, 2008 at 2:56 am

      wah semoga menang bos :D

    12. #12 anton
      on Dec 11th, 2008 at 5:25 am

      Tapi kalau masalah perang antar organisasi pada suro yang akan datang kelihatannya sepi mas. Semakin lama semakin pudar. Tahun ini aja latihan salah satu organisasi pada masing masing ranting di kec.kartoharjo disatukan ke pusatnya. Jadi bisa lebih aman…

    13. #13 sapimoto
      on Dec 11th, 2008 at 7:43 am

      @boyin : mau, boss?
      @reviewall : thanks
      @ruben : silahkan
      @Benlah : waduh, mohon maaf, kalau tulisan saya membuat Mbah Ben jadi trenyuh. Pasti suatu saat bisa lagi, Boss… :)
      @Andi : silahkan, Boss…
      @Det : saya rasa bukan untuk menghindari itu Det, karena lebih sering kejadiannya di Madiun. Tetapi lebih untuk menghindari penuhnya kota Ponororgo dari kepadatan kendaraan bermotor.
      @ontria : memang mantabs, Bro…
      @bocah : thanks, tapi gak menang juga gak papa kok, Bay. Saya ikut kontes ginian, niat utamanya bukan untuk menang…. ;)
      @anton : mudah-mudahan seperti itu…

    14. #14 gajah_pesing
      on Dec 11th, 2008 at 8:58 am

      sukses buat kotareyog ponorogo

    15. #15 sapimoto
      on Dec 11th, 2008 at 9:05 am

      Wah, dedengkotnya kota reyog sudah turun meninjau nih…
      Terimakasih kunjungannya, Boss…

    16. #16 suwung
      on Dec 11th, 2008 at 9:07 am

      kalo mau nitip mobil or motor
      dirumah mertua aja

      eh tapi meh ke surabaya ding

      (mbok aku didaftarke ikut ggrebeg suro mas)

    17. #17 nugraha
      on Dec 11th, 2008 at 11:30 am

      Ooh di Ponorogo juga ada toh ? Saya hanya tahu dari TV, belum liat secara langsung.

    18. #18 manztea
      on Dec 11th, 2008 at 11:38 am

      Walah grebeg ya….. ? Beda kali ya sama di grebeg
      makasih mas sudah berkunjung……
      semoga jadi jagoan SEO…

    19. #19 preaxz
      on Dec 11th, 2008 at 12:12 pm

      BWAHAHAHAHAHAHA .. (ketawa duluan)

      Diriku sudah KAPOK kalo deket deket Suro di daerah eks karesidenan Madiun … KAPOK KAPOK KAPOK. Dibohongi sapimoto, ditawarin pecel nan enak, nyatanya malah buanyak orang ngajak tawuran …

    20. #20 edratna
      on Dec 11th, 2008 at 12:19 pm

      Wahh saya tak pernah terpikir ada acara ini di Ponorogo…dulu kalau diajak ayah ke Ponorogo, yang diingat adalah sate Ponorogo yang dipojok jalan itu.
      Sayang ga ada fotonya….

    21. #21 Blog Bisnis
      on Dec 11th, 2008 at 1:23 pm

      Wah, pengen banget nonton acaranya

    22. #22 rayearth2601
      on Dec 11th, 2008 at 2:42 pm

      wew…nonton reog…sama tawuran ?

      dobel donk tontonannya…hehe

    23. #23 Rajawali kecil
      on Dec 11th, 2008 at 3:49 pm

      Woww..asyik sepertinya..
      Semenjak tinggal di Batam, nyaris tak pernah kusaksikan lagi acara-acara tradisional kecuali lewat TV :)

    24. #24 suwung
      on Dec 11th, 2008 at 8:07 pm

      boyin
      on Dec 10th, 2008 at 7:18 pm
      hayoo sapa yang mau cari gadis cantik ponorogo….

      diriku dah dapet bos

    25. #25 denologis
      on Dec 11th, 2008 at 9:40 pm

      hem,,,,
      grebeg suro itu biasa saja yah….

    26. #26 ciwir
      on Dec 11th, 2008 at 10:02 pm

      sing di grebeg sopo mas???

    27. #27 Lomba Nge-BLOG 2008 | Kotareyog.com
      on Dec 13th, 2008 at 8:47 pm
    28. #28 suwung
      on Dec 14th, 2008 at 10:51 am

      semoga menang om

    29. #29 meylya
      on Dec 14th, 2008 at 1:03 pm

      ponorogo memang sip om

    30. #30 Ponorogo Hijau, Belajar, en Sehat « Sustainable success
      on Dec 19th, 2008 at 3:45 pm

      [...] seputar Telaga Ngebel, dengan segala keindahan alamnya, Kesenian Reyog, yang sudah mentradisi, dan Grebek Suro yang sudah menjadi icon Ponorogo dengan segala pro kontra ritual yang seakan-akan diada-adakan [...]

    31. #31 belajar seo blogspot
      on Jan 31st, 2009 at 9:49 pm

      oh, mas sapimoto itu wong ponorogo tho? aku nang kabupaten kulonmu om.. hehe

    32. #32 kampanye damai pemilu indonesia 2009
      on Feb 25th, 2009 at 5:08 pm

      sip opstingannya om

    33. #33 kampanye damai pemilu indonesia 2009
      on Feb 25th, 2009 at 5:11 pm

      salam kenal mas

    34. #34 dilla
      on Aug 19th, 2009 at 10:06 am

      Selamat hari jadi kota ponorogo tercinta !!!

      kemarin pas penutupan festival REOG MINI kembang api ne uuapiik tenan loo.. wah, pokok e jan tenan apik jos gandosss.

      rugi loo klo g visit ponorogo pas nanti acara GREBE SURO.
      Yuk kanca kanca ku…. pada moro nang ponorogo lihat Reog.
      Dont forget to visit Ngebel Lake yow…

      matur kasuwun

    35. #35 Lopes Carvalho
      on Dec 22nd, 2009 at 4:18 pm

      Haiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii Ponorogo ……………………………………………….!!!!!!!!!!!!!! i love you

    36. #36 SAMSUDIN
      on Dec 30th, 2009 at 2:09 am

      Mas Grebeg Soro Di Tembilahan Riau Akan Di selengarakan Tgl, 14 Januari 2010 dan Festifal REOG

    Share Your Wisdom