This post is created and published by Dian Susanto aka sapimoto

Perubahan Jam Masuk Sekolah

Sekitar dua minggu yang lalu, saya melihat liputan di sebuah stasiun tv swasta tetapi lupa tv apa, tentang keputusan dari Dinas Pendidikan Wilayah Jakarta untuk melakukan perubahan jam masuk sekolah, yaitu dari 07:30 menjadi 06:30 Yang dijadikan dasar dari perubahan jam masuk sekolah ini, salah satunya adalah untuk mengurangi kemacetan yang terjadi di Jakarta, dengan membagi waktu bagi para pengguna jalan. Dengan membagi jadwal pengguna jalan berdasar pada jam serta kepentingan seperti ini, saya yakin bahwa kemacetan lalu lintas yang terjadi pada pagi hari akan dapat berkurang dan tentunya akan membuat nyaman bagi banyak pengguna jalan.

Tetapi namanya sebuah keputusan, pastilah akan menimbulkan pro dan kontra bagi pembuat keputusan maupun yang menjadi obyek dari adanya sebuah keputusan. Beberapa pelajar, mengatakan jika perubahan jam masuk sekolah tersebut sangat tidak manusiawi karena mereka harus bangun pagi dan tergesa-gesa berangkat ke sekolah untuk menghindari terlambat masuk sekolah. Bahkan ada juga yang mengemukakan alasan, bahwa konsentrasi belajar akan terganggu karena waktu istirahat sangat kurang, yang mengakibatkan akan menurunnya kualitas menerima pelajaran di sekolah.

Perubahan jam masuk sekolah ini, ternyata tidak hanya dikeluhkan oleh para siswa tetapi juga oleh pengajar yang mengatakan bahwa mereka harus berangkat lebih pagi dari semula, dan pembagian jadwal mengajar yang harus dilakukan penyusunan ulang. Saya secara pribadi, terus terang sangat kecewa dengan pernyataan yang dikeluarkan oleh seorang guru yang menyatakan keberatan atas perubahan jam masuk sekolah dengan hanya berdasar pada “harus berangkat lebih pagi” dan “harus menyusun ulang jadwal mengajar“. Lha kalau ada guru yang memberikan alasan seperti itu, tentu saja dari para siswa tentu akan lebih banyak mempunyai alasan untuk menolak keputusan yang akan berlaku mulai tahun 2009 tersebut. Padahal sebagai guru tentunya dituntut untuk lebih bisa mengarahkan anak didiknya ke arah yang lebih baik, dan justru bukan menjadi provokator untuk menolak sebuah keputusan yang diharapkan akan menjadi kebaikan untuk semua. Mungkin yang ditulis oleh Pak Sawali dalam Sang Guru dan Tanah kelahiran, tidak berlaku bagi semua guru.

Walaupun saya belum pernah menjadi seorang guru, tetapi saya diasuh dan dididik oleh seorang guru wanita dengan pola didik yang sangat keras, dimana saya bisa mengetahui seperti apa pengorbanan seorang guru untuk kepentingan anak didiknya yang terkadang jauh melebihi dari kepentingan keluarga dan anak-anaknya sendiri. Saya juga pernah merasakan sekolah selama 12 tahun dengan jadwal masuk jam 06:30, yaitu antara tahun 1985-1997. Jam masuk sekolah 06:30 ini sudah sangat biasa dan wajar untuk kota kecil seperti Madiun, karena hampir setiap sekolah menerapkan jam masuk sekolah yang sama. Itu yang saya ketahui ketika saya masih duduk di bangku sekolah baik itu di kotamadya maupun kabupaten Madiun, jika sekarang sudah berubah, saya juga tidak mengetahuinya.

Istirahat yang kurang, saya rasa bukanlah sebuah alasan yang dapat diterima dengan baik, karena jam pelajaran untuk setiap hari akan tetap sama, walaupun ada perubahan jam masuk sekolah. Dengan berubahnya jam masuk, maka tentunya jam pulang juga akan berubah, dan tinggal bagaimana seorang siswa dapat mengatur jadwal sehingga akan mendapatkan waktu istirahat yang maksimal. Harus bangun pagi dan menyebabkan tergesa-gesa berangkat sekolah, sepertinya juga akan menjadi terbiasa setelah sebuah program disepakati dan dilaksanakan dalam sebuah rutinitas, walaupun pada awalnya ada perasaan terpaksa.

Pada akhir acara, juga ditampilkan seorang pelajar yang untuk berangkat kesekolah harus berangkat pagi, dengan kondisi hujan harus melewati pematang sawah yang becek, menyeberangi jembatan dari sebuah sungai yang airnya hampir luber, tetapi tetap penuh semangat untuk pergi ke sekolah dan melaksanakan kewajiban untuk belajar. Saya juga masih belum mengerti dengan benar, belajar itu merupakan hak atau kewajiban bagi pelajar. Mungkin akan terjawab oleh para master pendidikan yang saat ini juga banyak berkeliaran didunia maya alias internet ini, bahkan sudah tidak sedikit dari para guru yang menyalurkan aspirasi ataupun melakukan pencatatan metode belajar mengajar pada sebuah blog, dan tentu saja ini merupakan perkembangan yang sangat positif dalam dunia pendidikan tanah air.

Janganlah merasa bahwa dengan menjadi obyek dari sebuah peraturan, maka juga menjadi korban dari adanya keputusan. Keputusan diambil bukan tanpa sebab dan pastinya telah memperhitungkan banyak aspek yang berkaitan pada pengambilan serta yang akan ditimbulkan dari keputusan tersebut. Jika memang memiliki alasan-alasan yang bisa diterima oleh akal sehat, silahkan sampaikan, mungkin akan mendapatkan tanggapan positif sehingga keputusan tersebut akan dapat direvisi atau disesuaikan. Kalau saya sendiri sangat setuju dengan keputusan perubahan jam masuk sekolah, atau mungkin ada tanggapan dari para pakar pendidikan mengenai perubahan jam masuk sekolah yang akan mulai berlaku tahun 2009???

  • Share/Save/Bookmark
Possibly related:
  • 7 Tahun Usianya
  • Euforia Kelulusan
  • Strategi Pemasaran
  • Link Referral PTC di Take Over Sapiclix
  • Skor EURO 2008
  • Sidoarjo dan Kabut
  • Deposit GGEPAY dari E-Gold
  • 16 Comments on “Perubahan Jam Masuk Sekolah”

    1. #1 suwung
      on Dec 10th, 2008 at 9:23 am

      berarti om sapi nganter anak lebih pagi… ngak terlambat ngantor dong om

    2. #2 pranajayas
      on Dec 10th, 2008 at 9:25 am

      coba yg buat peraturan tuh bos disurruh ubah jam masuk kerja mereka pasti mencak-mencak :D

    3. #3 Syahuri
      on Dec 10th, 2008 at 9:33 am

      Enaknyaaa jadi mahasiswa, he he he :D

    4. #4 det
      on Dec 10th, 2008 at 10:45 am

      jam masuk sekolah menurutku bakal ndak epektip kang. trus ngko bocah sekolah malah kakehan alesan maneh nek mbolos. bisa berdampak bengkaknya uang saku dan banyaknya siswi hamil lho ini. wuuuh…. rentetan efeknya panjaaaaang…..

    5. #5 sapimoto
      on Dec 10th, 2008 at 11:28 am

      @suwung : bwetulll…
      @pranajayas : mosok sih, Mas?
      @Syahuri : he’eh, sayangnya saya tidak pernah mengenyam menjadi mahasiswa yang sebenarnya… :(
      @det : lha kuwi sing tak maksud, gak iso tangi isuk malih gawe alasan kanggo mbolos, gawe alasan kanggo nambah sangu, kanggo alasan kanggo meteng, halah… :lol:

    6. #6 hawee
      on Dec 10th, 2008 at 11:39 am

      perubahan ini untuk nasional atau cuma jakarta saja ??

    7. #7 Anthony Harman
      on Dec 10th, 2008 at 1:09 pm

      Ini ide yg paling masuk akal nurut saya. Mestinya Surabaya juga dijadiin kayak gini, bro

    8. #8 byme
      on Dec 10th, 2008 at 1:11 pm

      aku udah g sekolah dan belum punya anak jadi aman
      byme salam kenal omm
      tengok juga

    9. #9 Nyante Aza Lae
      on Dec 10th, 2008 at 1:28 pm

      membuat suatu kebijakan bukanlah hal yang mudah, tetapi melalui proses yg “panjang dan berliku”, dimulai dari perumusan masalah hingga tahap pengambilan keputusan.
      Mnrt dq untuk “sementara” kebijakan ini cukup positif, asal saja dalam tahap awalnya melibatkan sgenap stakeholders.
      Slain itu untuk jadwal kerja PNS/kary swasta jg disesuaikan berdasarkan teritorial tertentu. Kita bharap smg Pemprov DKI jg bs merumuskan formula2 lain yg lebih menyentuh “substansi” kemacetan, seperti pembatasaan kepemilikan ranmor dll.

    10. #10 gadis
      on Dec 10th, 2008 at 7:20 pm

      untung uda lulus :D

    11. #11 ipung
      on Dec 10th, 2008 at 9:37 pm

      Pas saya lihat liputannya di sekolah yang sudah menerapkannya, katanya mereka lebih senang, karena ga berebut naik angkotnya. Jeleknya, hal ini sering dijadikan alasan untuk terlambat :(

      Dulu pas SD saya sampe sekolah jam 6.00 pagi. Alasannya, saya tidak mau cemas menunggu angkot yang selalu penuh bila saya berangkat dari rumah jam 6.30 :D

    12. #12 sapimoto
      on Dec 11th, 2008 at 8:04 am

      @hawee : sepertinya untuk saat ini, baru untuk Jakarta. karena untuk daerah, sudah banyak yang sudah menerapkan jam masuks ekolah pukul 06:30
      @Anthony : iya, boss, untuk mengurangi macet… :)
      @byme : :)
      @NAL : mantab sekali, Bro…
      @gadis : bukankah masih ada kemungkinan untuk punya anak??? :)
      @ipung : Hehehehehe… Mudah-mudahan akan banyak yang berpikir positif tentang perubahan jam masuk sekolah ini, seperti Mas Ipung… :)

    13. #13 manztea
      on Dec 11th, 2008 at 1:51 pm

      Waduh yang suka telat tambah telat neh…..
      eh mas link mas sapi eh siapa ya namanya saya borgol …
      bukan borgol deng blogroll heu heu…
      Makasih, Matur nuwun, THX

    14. #14 micko
      on Dec 14th, 2008 at 10:37 am

      brangkat lebih pagi ….. biar pulang lebih awal ….

    15. #15 sapimoto
      on Dec 15th, 2008 at 10:30 am

      #13 : sudah, silahkan dicek…
      #14 : sip…

    16. #16 anak sekolah dan jam 06.30 « Jakarta’s byte bite
      on Jan 6th, 2009 at 9:40 am

      [...] http://sapimoto.com/2008/12/perubahan-jam-masuk-sekolah/ Possibly related posts: (automatically generated)kapan jakarta lengang?. morning euphoria . a brand new dayJam Sekolah Dimajukan?Awal Sekolah di Belanda Posted in jakarta, jalanan, kebiasaan, kendaraan, peraturan. [...]

    Share Your Wisdom