This post is created and published by Dian Susanto aka sapimoto

Traffic Light GOR Gelora Delta

Traffic Light GOR Gelora Delta Sidoarjo, saya yakin sekali ditujukan untuk mengurangi kemacetan yang terjadi baik itu pagi hari disaat banyak yang memiliki rutinitas melewati perempatan tersebut, untuk berangkat ke kantor, sekolah, belanja atau untuk pergi ke luar kota dengan memanfaatkan jalan tol yang pintu masuk dan keluar tol Sidoarjo berada di sebelah barat perempatan, dimana sekarang telah terdapat traffic light ditempat tersebut. Apakah tujuan untuk menghindari kemacetan tersebut telah terakomodir dengan keberadaan traffic light pada perempatan GOR Gelora Delta??? Ternyata tidak, justru setiap pagi saya lihat justru antrian kendaraan bermotor yang terdiri dari motor dan mobil yang semakin panjang, sangat parah dibandingkan dengan pada saat traffic light tersebut belum difungsikan, dan hanya mengandalkan keberadaan polisi lalu lintas untuk mengatur jalur tersebut.

Berjubelnya kendaraan bermotor pada perempatan GOR Gelora Delta tersebut, mungkin bukan hanya diakibatkan oleh keberadaan traffic light yang baru sekitar satu minggu ini difungsikan, tetapi dari kesadaran masyarakat pengguna jalan yang kurang atau tidak mau tertib berlalu lintas dengan mematuhi aturan serta rambu yang ada. Sisi kiri yang seharusnya bisa digunakan untuk kendaraan yang akan berbelok ke kiri, dipenuhi oleh motor dan mobil yang akan mengambil jalur lurus maupun ke kanan dengan memutari “bunderan”. Jika antrian yang ada dijalur kiri sepanjang hampir 300-500meter seperti yang terjadi tiap pagi untuk jalur dari utara, dimana saya setiap pagi harus lewat untuk pergi ke kantor sekaligus mengantar anak ke sekolah, tentu saja sangat mengganggu jalur lalu lintas yang akan dipergunakan oleh pengguna jalan yang memiliki tujuan untuk berbelok kekiri. Rambu tulisan “Belok kiri jalan terus“, sepertinya tidak pernah dibaca atau sama sekali tidak memiliki pengaruh terhadap para pengguna jalan yang berjubel memadati jalur kiri, tanpa pernah berpikir bahwa masih ada yang akan memanfaatkan jalur tersebut dan menjadi terganggu dengan tindakan mereka.

Saat traffic light GOR Gelora Delta ini mulai berfungsi, saya juga melihat berkurangnya jumlah personil Polisi Lalu Lintas yang ditempatkan disana dan digantikan oleh keberadaan beberapa petugas dari DLLAJR. Terlihat dengan jelas, bahwa keberadaan petugas DLLAJR ini sama sekali tidak menimbulkan rasa segan atau takut dari para pengguna jalan sehingga penumpukan kendaraan bermotor pada sisi kiri terus bertambah dan juga sama sekali tidak ada tindakan tegas dari petugas untuk menertibkannya. Seperti yang pernah saya tulis beberapa bulan lalu, Tips Lari dari Polisi Lalu Lintas, memang keberadaan polisi lebih akan disegani oleh pengguna jalan yang “nakal” daripada petugas lain, dalam hal ini petugas dari DLLAJR.

Melihat jalur lain, yaitu dari arah timur dan selatan, kemacetan serta penumpukan kendaraan tidak seperti yang terjadi pada jalur yang menampung kendaraan dari arah utara. Jadi boleh dibilang bahwa arus lalu lintas dari timur dan selatan, walaupun juga padat tetapi masih lancar. Sedangkan dari jalur barat, dimana pintu masukd an keluar tol Sidoarjo berada, kemacetan serta penumpukan yang terjadi sama sekali tidak mau kalah jika dibandingkan dengan jalur dari utara. Jalur barat ini antrian lalu lintas menunggu lampu hijau dari traffic ligth GOR Gelora Delta, bisa sampai didepan Rumah Sakit Delta Surya, bagi yang mengetahui jalur alternatif dan tidak ingin mengalami macet berkepanjangan tentunya dapat memanfaatkan jalur tengah perumahan Pondok Jati untuk yang bertujuan daerah utara atau timur, tetapi jika tujuannya adalah untuk ke selatan atau hendak berbalik arah untuk masuk tol, rasanya memang tidak ada lagi jalur alternatif.

Sisi positif yang sampai saat ini saya lihat adalah menurunnya jumlah pengendara motor tanpa helm baik itu helm anti gegar otak maupun helm anti ganteng, tanpa saya ketahui sebabnya dengan pasti. Sebelum traffic light GOR Gelora Delta ini ada atau difungsikan, saya sering sekali menemui pengendara sepeda motor tanpa helm khususnya dari jalur selatan dan akhirnya harus berurusan dengan polisi lalu lintas yang bertugas di perempatan tersebut. Setelah traffic light GOR Gelora Delta berfungsi, justru pengendara motor terlihat lebih tertib dengan mengenakan helm standard, walaupun masih juga melakukan pelanggaran dengan memenuhi jalur kiri yang seharusnya bisa dimanfaatkan oleh kendaraan lain yang bisa menggunakan fasilitas “Belok Kiri Jalan Terus“. Bagaimanapun juga, saya harus angkat jempol untuk pengendara sepeda motor yang saat ini sudah mulai mau lebih tertib dengan penggunaan helm standard dan tentunya saya akan angkat lebih tinggi lagi jempol saya jika mau untuk lebih tertib dan tidak berjubel dijalur kiri.

Solusi yang bisa diambil untuk mengurangi kemacetan yang terjadi pada traffic light GOR Gelora Delta Sidoarjo ini, saya rasa adalah tindakan tegas kepada yang memiliki hobi berjubel pada jalur kiri sehingga lalu lintas dapat berjalan dengan lancar dan fungsi dari traffic light tersebut dapat lebih maksimal untuk mengurangi kemacetan. walaupun sudah terdapat traffic light, saya rasa keberadaan Polisi Lalu Lintas tetap sangat diperlukan untuk menjaga ketertiban berlalu lintas.

Semoga saja usulan saya yang bukan warga asli Sidoarjo, karena memang masih berKTP Madiun, bisa sedikit memperlancar arus lalu lintas khususnya di perempatan dengan traffic light GOR Gelora Delta, sehingga akan didapatkan rasa nyaman dan aman bagi pengguna lalu lintas Sidoarjo yang makin lama makin padat dan macet.

  • Share/Save/Bookmark
Possibly related:
  • Banyak Jalan di Sidoarjo Tergenang Air Hujan
  • Traffic Light
  • Posisi Latihan SEO Untuk Pemula
  • Pemilu Indonesia 2009
  • Posting Hilang|Warnet Aneh
  • Ditemukan BBM Murah
  • Traffic Gratis
  • 9 Comments on “Traffic Light GOR Gelora Delta”

    1. #1 manztea
      on Dec 9th, 2008 at 3:26 pm

      Goooolll mencetak skor pertama, hadiahnya pertamax…
      Helm untuk ngegaet cw ada ga yah…..

    2. #2 Edi Psw
      on Dec 9th, 2008 at 3:30 pm

      Wah, aku nggak bisa ikut memberi usulan soalnya nggak pernah kesana nih.

    3. #3 suwung
      on Dec 9th, 2008 at 5:10 pm

      tabrak ajah om…
      klaksonn keras kerasss

    4. #4 Anton
      on Dec 9th, 2008 at 5:43 pm

      Sabar Mas
      Alon-alon sing penting kelakon, ojo ugal-ugalan, sabar dijalanan, keluarga menunggu di rumah
      Salam Kenal Boss

    5. #5 hemmy
      on Dec 9th, 2008 at 6:16 pm

      dulu sepeda motor saya pernah mogok di sekitar GOR sidorjo. malam2 jam 8 lho. untung msh ada bengkel buka di deket jomplangan rel kereta api. ternyata CDI nya kobong. padahal lagi jalan luar kota trayek Probolinggo - Surabaya. yang capek ya nuntun spd motornya, sampe awak iki mambu kecut kabeh… he.. he.. OOT yah..

    6. #6 det
      on Dec 9th, 2008 at 10:19 pm

      wah ini lagi booming dibahas di SS mas ;)

    7. #7 sapimoto
      on Dec 10th, 2008 at 7:20 am

      @manztea : jika sudah baca Helm Anti Ganteng, maka Anda akan menemukan bagaimana saya menggaet seorang cewek yang sekarang jadi istri saya dengan berbekal sebuah helm… :lol:
      @edi psw : sekali-sekali layak dicoba, Pak. Rekreasi macet…. :lol:
      @suwung : hust, arogan….
      @Anton : lhah??? Gimana mau ugal-ugalan, Pak? Lha wong jalanan penuh kendaraan bermotor… :D
      @hemmy : wew, itu sih bukan lumayan lagi. Apalagi kalau sampai nuntun sapi biru yang bobotnya luar biasa, bisa klenger saya… Sekarang tinggal dimana, Boss? :)
      @det : wah, bener tuh, memang harus dibahas dan dicarikan solusi yang tepat. Saya jarang banget dengerin radio, habisnya emang gak punya radio… :)

    8. #8 Nyante Aza Lae
      on Dec 10th, 2008 at 1:32 pm

      yg parahnya mas…dah tau mau belok kanan, tapi ngambil posisi di jalur lambat…pusing dehhh..

    9. #9 sapimoto
      on Dec 17th, 2008 at 5:26 pm

      @Nal : itulah hebatnya lalu lintas kita…

    Share Your Wisdom