Panjang atau pendek, pilih yang mana??? Besar atau kecil, lebih puas yang mana??? Mau yang terlihat menggelantung atau hanya seperti paku triplek yang tertancap disebuah dinding kotor??? Panjang atau pendek, besar atau kecil, apakah memang sangat penting sampai banyak orang berjuang dengan mengeluarkan banyak uang dan juga menghilangkan rasa malu ketika berkunjung ke klinik atau tempat yang menawarkan bisa merubah yang kecil jadi besar atau yang pendek jadi panjang. Walah, jadi malah ngelantur dan tidak kepada inti permasalahan. Tulisan kali ini dengan judul panjang atau pendek, mudah-mudahan tidak diartikan dalam kategori pertanyaan porno atau sedikit bersinggungan dengan organ vital, karena saya ingin menghubungkannya dengan kegiatan blogging, jadi sama sekali tidak ada hubungannya dengan video porno terbaru maupun video porno lokal. Panjang atau pendek, yang saya maksud disini adalah tulisan dalam satu judul pada sebuah blog, dan tentunya panjang atau pendek-nya tulisan yang ada adalah hak mutlak dari pemilik blog atau penulis, dan yang pasti ada tujuan tertentu dalam menyajikan tulisan tersebut.
Bukankah dalam sebuah blog, maka seseorang bebas untuk berekspresi dalam bentuk tulisan atau pun gambar, entah itu sekedar meningkatkan kadar narsis yang sudah tidak tertampung, berbagi buah pikiran, berusaha untuk mendapatkan penghasilan dari internet atau hanya sekedar mengisi waktu luang, atau alasan-alasan lain yang saya juga tidak tahu sampai dimana batasnya. Dari sebuah tulisan panjang, terkadang seorang pengunjung atau pembaca bisa lebih jelas memahami pokok permasalahan dan mungkin juga langkah-langkah penyelesaiannya. Tetapi dengan tulisan pendek, bukan berarti bahwa informasi yang disajikan hanya dalam taraf yang sangat dangkal dan tidak bermutu.
Tulisan panjang yang dianggap oleh sebagian orang sebagai tulisan tidak bermutu dan hanya membuat capek para pembaca, belum tentu tidak memiliki manfaat bagi orang lain. Masing-masing orang memiliki cara penyajian dan pemahaman yang berbeda-beda terhadap sebuah tulisan yang sama, bermutu atau tidaknya sebuah tulisan saya rasa sangat relatif bagi masing-masing pembaca.
Tulisan panjang atau pendek ini merupakan sebuah inspirasi dari munculnya sebuah komentar yang mengatakan bahwa tulisan dalam blog sapimoto.com ini terlalu panjang dengan banyak warna-warni dan juga garis bawah yang membuat pusing dan juga tulisan dari seorang kawan dengan judul menulis posting yang panjang atau yang pendek. yang memberikan sebuah motivasi kepada saya bahwa membuat sebuah tulisan panjang bukanlah sebuah kesalahan.
Apa sebenarnya tujuan dari membaca sebuah posting dari sebuah blog? Apakah pernah seseorang dipaksa untuk berkunjung dan membaca seluruh tulisan pada sebuah blog sampai tuntas, dan juga harus mengerti isi yang terkandung didalamnya? Jika memang kedatangan tersebut karena sebuah rasa keterpaksaan, mengapa harus pusing untuk membaca keseluruhan tulisan? Jika memang dipaksa harus meninggalkan jejak sebagai bukti bahwa pernah berkunjung, tinggalkan sebuah komentar singkat sebagai penanda bahwa pernah berkunjung tanpa perlu pusing membaca keseluruhan tulisan. Tetapi jika menginginkan untuk juga mendapatkan kunjungan dari pengunjung lain atau pemilik blog, tinggalkan sebuah komentar menarik yang berhubungan dengan topik yang sedang dibahas, seperti yang pernah saya tulis dalam Tingkatkan Traffic, Beli Satu Dapat Dua maupun blogwalking tips.
Banyak penulis yang mampu untuk menulis pendek, dalam 2-3 paragraph, tetapi maksud serta tujuan penulisan sudah terwakili semua dan sangat mudah dipahami oleh pembaca. Apakah semua blogger sudah bisa seperti itu? Untuk saya sendiri, saya katakan bahwa saya belum bisa. Selain saya masih harus terus belajar dengan tehnik seo yang mengharuskan untuk sering melakukan penebaran kata kunci, proses ganti wajah yang saya lakukan beberapa waktu lalu juga masih menyimpan banyak kekurangan, sehingga harus saya tutup dengan tulisan panjang untuk menutup kelemahan tersebut.
Saya sama sekali tidak pernah memaksa siapapun untuk berkunjung ke blog ini, membaca keseluruhan tulisan yang ada ataupun untuk meninggalkan komentar. Kalaupun kemudian saya ingin memberikan penghargaan kepada para pengunjung setia dengan pasang banner gratis, itu hanyalah sebuah apresiasi terhadap siapa saja yang telah dengan ikhlas meninggalkan komentar dalam tulisan panjang saya yang tidak bermutu. Bahkan saya memberikan sebuah peringatan khusus pada tulisan SERP Tidak Selalu Sama, untuk menghindari para pengunjung yang mudah pusing ketika membaca tulisan panjang dan banyak garis bawah serta warna-warni yang sering menjadi ciri dari tulisan blog ini.
Mohon maaf jika tulisan panjang atau pendek ini lebih banyak tercurah emosi, karena memang sudah saya pendam lama sekali danbaru sekarang dapat tertumpahkan, daripada saya nantinya jadi gila karena memendamnya sendirian. Padahal saya juga tahu, bahwa tulisan seperti sangat tidak bagus untuk meraih kata sukses dalam promosi blog. Ucapan terimakasih juga saya ucapkan kepada semua yang telah berkenan untuk terus membaca blog ini, walaupun kebanyakan tulisan disini adalah dalam kategori panjang, hanya panjang pada tulisan tetapi rendah pada kualitas.
















on Feb 3rd, 2009 at 12:53 pm
setujux panjang or pendek tulisan kita ya itu memang hak mutlak diri kita,ga da yng bisa ganggu gugat,karena didalam sifat ,karakter, indifidu itu juga berbeda,wuih kayaknya aku perlu belajar da panjenengan nich cara biar bisa nilis puuuuuuuuuuuuuuuuaaaaaaaaaanjang
on Feb 3rd, 2009 at 1:01 pm
wah saya malah gak bisa nulis kayak sampeyan mas. tulisan saya cenderung model pilar (tuntunan dan pin-poin saja), makanya blog saya terkesan menggurui bgt
on Feb 3rd, 2009 at 1:23 pm
Janan terlalu panjang mas, ntar kasian ibunya,
tapi jangan terlalu lebar, ntar kasian bapak
on Feb 3rd, 2009 at 1:53 pm
Saya sih selama ini gak pernah merhatiin soal panjang pendek tulisan. Dan saya emang gak berusaha untuk membuat batasan soal panjang pendek suatu tulisan. Biarin mengalir aja apa adanya. Yang penting berusaha tetap fokus pada inti tulisan. Itu aja sih..
Btw anda penggemar Gola Gong juga ya?
Kalo gitu salam kenal kawan…
on Feb 3rd, 2009 at 2:53 pm
Bagi saya panjang pendek gak masalah Om.. Yang penting isinya enak dibaca dan dapat nambah wawasan..
on Feb 3rd, 2009 at 3:41 pm
wah kalo saya paling susah mas mengolah sebuah pemikiran untuk dikembangkan menjadi tulisan, jadi saya paling banyak menulis 4 - 5 paragraph itu pun tidak semuanya, tetapi yang penting kita mengambil inti dari posting tersebut, sehingga pembaca tidak perlu menghabiskan banyak waktu untuk mengerti dari topik pembahasan posting tersebut heheh…
on Feb 3rd, 2009 at 3:44 pm
panjang pendek tulisan juga harus memperhatikan “readership”, sebuah istilah dalam tulis-menulis yang mencerminkan bagaimana sebuah tulisan mampu menghadirkan interaksi antara penulis, tulisan dan pembaca. yang paling bisa merasakan munculnya “readership” adalah pembaca karena pembaca involve, terlibat di dalamnya, saya kira itu Om sebagai komplement; terima kasih, link saya direfer. salam sukses.
on Feb 3rd, 2009 at 4:33 pm
dulu awal-awal saya suka yang panjang. kemudian berdasarkan eksperimen, yang pendek ternyata lebih disukai. dibaca sampe tuntas. masa 1 paragraf aja ndak dibaca tuntas?
kalo panjang biasanya kena korban speedreading dan seringkali komen ndak nyambung. maka kemudian banyak komen aman, seperti: “wah bagus nie” dan sebagainya
barusan nampilin gambar macro di blog dengan caption 1 paragraf, langsung dicaci pakar fotografi! hekekeek…
on Feb 3rd, 2009 at 5:17 pm
“Jagnan terlalu panjang mas, ntar kasian ibunya,
tapi jangan terlalu lebar, ntar kasian bapak
:D”…hanya bisa senyum lebarmembaca komentar ini Kang…..hehehe
on Feb 3rd, 2009 at 5:24 pm
kalo ini sih panjang.
on Feb 3rd, 2009 at 7:37 pm
Gapapa mas panjang atau pendek..
Yang penting dari hati..
Ya ga..
on Feb 3rd, 2009 at 9:23 pm
Wah Masnya ini Jurnalis sejati…bisa menulis panjang dengan penuh arti…pingin aku rasanya belajar dari Mas…untuk itu aku tiap hari berkunjung ke sini untuk membaca artikelnya…tetap semangat Mas…aku nggak akan bosan membacanya….Wah…durung iso main ke rumahnya…udan terus ki….
on Feb 3rd, 2009 at 10:26 pm
panjang atau pendek…?
yang penting nulis, tulis aja deh..
mau panjang ato mau pendek ya terserah…
on Feb 4th, 2009 at 5:15 am
kalao pendek seh oke,yg penting update
on Feb 4th, 2009 at 8:32 am
duh jadi bloger itu harus milih pajang atau pendek gitu om?
atau kalo nulis harus yang bermutu?
atau kalo nulis harus gimana om?
ajari dong om
lha wong diriku ini itu anu lho om
diriku ini anu…..
kalo nulis tidak pernah menerapkan kaidah panjang pendek…
terus isi apa kosong juga ngak tau… lha terus sayah ini apa bisa disebut bloger?
(modar koen njawab pertanyaanku… wong aku dewe yo gak mudeng)
on Feb 4th, 2009 at 11:06 am
Kalau menurut saya, lebih enak yang pendek tapi tidak kehilangan aspek yang perlu ditonjolkan. Tulisan yang panjang, tapi tidak fokus juga tidak baik. Panjang atau pendek sama saja yang penting bermutu.
on Feb 4th, 2009 at 11:45 am
aku ikhlas kok mas berkunjung ke blog ini tanpa paksaan dari siapa pun
on Feb 4th, 2009 at 11:46 am
yang penting ngeblog jalan terusss…
panjang atau pendek gak masalah…
on Feb 5th, 2009 at 2:43 am
kalau saiia sih pengenya yang panjang mas, tp karena belum bisa, sementara ya pendek2 ajah hehe
on Feb 5th, 2009 at 3:40 pm
huehehehe, merendah neh suhu
yang penting penyampainnya suhu
intinya saya mengerti begindang…wkwkwkwk
saya sangat menyukai sekali yg pendek dan panjang…apakah itu yak beli satu dapet dua?
on Feb 6th, 2009 at 4:36 pm
dq juga termasuk panjangholic mas…
klo soal kualitas?…ga tau deh..
on Feb 16th, 2009 at 11:57 am
[...] pada kata kunci yang diperlombakan, dan tentunya hal tersebut bukanlah sebuah masalah karena panjang atau pendek adalah hak masing-masing individu pemilik blog tersebut. Dan belum tentu jika sebuah artikel pendek [...]
on Jul 1st, 2009 at 10:55 pm
Panjang atau pendek?!?! Bingung juga. Bisa berarti macam2…
Tulislah…