Pengalaman pertama seringkali menjadi sebuah kenangan yang tidak terlupakan, entah itu manis, pahit atau hanya meyisakan sepet dan getir. Ketika dihadapkan kepada sebuah situasi yang belum pernah dihadapi, pastilah akan muncul perasaan tidak enak jika diketahui oleh orang lain, muncul rasa takut apabila gagal, malu kalau sampai terjadi kesalahan dan mungkin masih banyak lagi perasaan-perasaan lain yang akan menyertai dalam menghadapi pengalaman pertama. Entah itu pengalaman pertama dalam ngeblog kemudian dilanjutkan dengan mencari penghasilan di internet, atau pengalaman pertama malam pengantin yang akhirnya dilanjutkan dengan acara berusaha untuk menciptakan generasi penerus dengan cara kredit ataupun tunai. Dari pengalaman pertama yang disertai oleh berbagai perasaan yang sangat sulit digambarkan oleh orang lain yang bukan pelaku dari kejadian sebenarnya, biasanya ketika sudah 2 atau 3 kali melakukan, rasanya akan menjadi biasa, berbagai perasaan yang sering menyertai akan menghilang sedikit demi sedikit, ketika sudah terbiasa melakukannya.
Pengalaman pertama yang sangat mengesankan bagi saya, dan mungkin tidak akan terlupakan adalah ketika liburan 3 hari kemarin, saya harus pergi ke Madiun dengan membawa 2 anak, usia 3 tahun dan yang satu hampir 8 tahun, selama 3 hari 2 malam tanpa ibunya. Perjalanan sejauh hampir 150 kilometer menjadi terasa sangat panjang, berkali-kali pula konsentrasi pada lalu lintas yang tidak terlalu padat harus saya alihkan untuk melihat apa yang sedang dikerjakan oleh si kecil. Ketika si kecil sudah mulai tidur nyenyak di bangku belakang Badak Ijo, barulah saya bisa sedikit tenang walaupun ada juga perasaan khawatir jika nanti terbangun ketika perjalanan sudah semakin jauh meninggalkan Sidoarjo, dan meminta untuk pulang. Karena si kecil tidur, perjalanan hanya ditemani oleh suara radio dan ocehan si sulung, duduk disebelah saya, yang sepertinya tidak pernah capek untuk bercerita dan menanyakan hampir semua yang terlihat selama perjalanan.


Pada tikungan Perak-Jombang, si kecil terbangun, dan mengucapkan beberapa kalimat yang tidak jelas, dan sempat membuat saya berpikir sepertinya perjalanan ke Madiun akan ditunda karena harus mengantarkannya kembali ke Sidoarjo, ternyata tidak. Dari kalimat yang pertama saya kira adalah,”Gak jadi ikut” ternyata hanyalah sebuah pernyataan atau sebuah cerita,”Ibu gak ikut“. Tenang, dan perjalanan pun dilanjutkan sampai dengan pemberhentian di Kertosono untuk istirahat sekalian makan, waktu berangkat belum sempat sarapan. “Rumah Makan Mapan” yang menyediakan lesehan, merupakan tempat istirahat yang paling sering saya singgahi sebagai tempat istirahat. Selain karena makanan yang disediakan lumayan enak, tempatnya juga sangat nyaman untuk istirahat.
Si sulung makan sendiri dengan lahap nasi sayur yang dipesannya, sedangkan si kecil minta untuk disuapi. Ketika si kecil sudah merasa kenyang, maka rawon yang sangat disukainya itu saya makan sampai habis. Sambil menikmati rokok dan bersandar pada dinding, melihat kedua anak yang terus bergurau, sering sekali terdengar tawa dari keduanya, beberapa kali pula si kecil meminta perlindungan ketika dikejar oleh kakaknya.
Selesai makan, perjalanan dilanjutkan kembali menuju Madiun. Belum lama berjalan kedua bocah telah terlelap, dan saya pun bisa sedikit memaksa laju badak ijo untuk segera sampai di tujuan, karena saya pikir dengan adanya Eyang dari kedua bocah tersebut yang sudah menunggu di Madiun, maka jika nantinya si kecil rewel ada yang bisa membantu untuk mengatasinya. Sampai di Madiun, Eyang hampir tidak percaya jika akhirnya cucunya yang cantik juga ikut serta, peluk dan cium dengan segera dihadiahkan.
Malam minggu di Madiun, tidak seperti biasanya, saya sama sekali tidak bisa kemana-mana. Keinginan untuk pergi melihat kota dan mungkin menemui beberapa teman ditempat nongkrong club motor atau ditempat lain, tidak bisa terpenuhi, khawatir jika si kecil rewel dan memaksa untuk pulang. Baru pada Minggu malam, si kecil saya ajak untuk berkunjung ke rumah salah seorang teman di Madiun dan dengan sukses tidur diteras, karena bapaknya masih butuh banyak ngobrol sedangkan si kecil tidak mau dipindah ke kamar. Obrolan 3 bapak ditemani oleh anak berumur 3 tahun yang tertidur di teras, diakhiri pada pukul 00:00 waktu Griya Salak Permai.
Tiga hari 2 malam, karena tidak bisa kemana-mana kecuali pada Minggu malam, itu pun rasanya masih belum mampu untuk menjawab tantangan begadang yang sebenarnya, hanya bisa bermain-main dengan facebook beracun dengan mengandalkan Nokia 6262 yang super payah, dengan menggunakan koneksi internet dari IM3 yang murah meriah. Permohonan maaf saya sampaikan untuk seluruh blogger Madiun, karena saya tidak bisa mengikuti acara yang diselenggarakan di Sarangan, pada hari Minggu.
Dalam perjalanan pulang Madiun-Sidoarjo, badak ijo sama sekali tidak berhenti untuk istirahat, karena kedua bocah sudah tertidur dan terlihat kelelahan. Dan saya pikir, jika harus berhenti untuk istirahat justru akan mengganggu ketenangan mereka. Si sulung bangun ketika sudah masuk Mojokerto, sedangkan si kecil baru bangun ketika hampir masuk Sidoarjo, sedikit rewel tetapi masih bisa diatasi sampai dengan bertemu lagi dengan ibunya.
Sebagai seorang bapak, membawa 2 bocah pergi selama 3 hari dua malam tanpa ibunya, adalah pengalaman pertama saya, sejak menikah selama lebih dari 8 tahun. Sebuah pengalaman pertama yang sangat berharga, bagi saya pribadi.
















on Mar 12th, 2009 at 3:41 pm
pengalaman pertama memang menakutkan sekaligus mengasyikan, maklum baru pertama kali.
Takut akan apa dan asyiknya dimana, Mas?
on Mar 12th, 2009 at 4:49 pm
wooo, anakmu jebulane yo lucu2 om….
bapake koq raine sangar….gondrong….
ngeriiiii
Asline bapake yo ngganteng, tapi timbang kecantol cewek neng alam ghoib internet, mending macak serem ae…
on Mar 12th, 2009 at 4:54 pm
pengalaman pertama malam pernikahan tidak menakutkan ah … menyenangkan walaupun boyok rasane pegel linu (lmao)
Mosok sih? Apa gak takut gagal? Atau memang sudah terbiasa?
on Mar 12th, 2009 at 5:25 pm
ehm kirain pengalaman pertama 8 tahun lalu…
hehehe…
masih nikmati hidup di masa muda…
Wah, kalau itu rahasia…
on Mar 12th, 2009 at 5:40 pm
Itu adalah bagian indah untuk seorang Bapak ketika melihat anak-anaknya bisa selalu tersenyum
Sip, apalagi ketika sukses membawa kembali kepada ibunya dalam keadaan sehat dan tidak kurang apapun.
on Mar 12th, 2009 at 6:39 pm
ternyata gitu ya klo sudah punya anak
terima kasih ya pengalamannya
ada ilmu tambahan
Ilmu apa, Mas? Mosok ilmu ngajak anak minggat?
on Mar 12th, 2009 at 7:00 pm
akhirnya pny juga pengalaman pertama y pak
Ya, begitulah.
on Mar 12th, 2009 at 11:54 pm
ya nice experience ah?
always the first experience makes us better in life
Absolutely agree with your comment, Raj
on Mar 13th, 2009 at 3:54 am
hehe… enak juga yah jalan-jalan
Jalan-jalan?
on Mar 13th, 2009 at 8:36 am
wah kok wani cak dolan lama tanpa mamanya? lha mamanya ke mana tho?
aku ndak bayangin kalo misal malam2 mereka bangun trus minta peluk mamanya…
tapi karena umurnya udah gede ya lumayan lah berarti, ndak begitu rewel kalo ndak ada mamanya
Ibunya lagi hamil tua dan tinggal menunggu hari kelahiran. Kalau yang gede, udah pegang PS, gak bakalan rewel. Si kecil, yang sering nanyain ibunya.
on Mar 13th, 2009 at 8:49 am
rasane jadi single parent ya om?
Iyo, tapi sukses
on Mar 13th, 2009 at 10:41 am
belum pernah pengalaman nikah ni, he3
Lhah??? Gak pengen segera, Mas?
on Mar 13th, 2009 at 10:52 am
Pengen segera ngerasain “malam pertama” dgn status sbagai suami nih…hehehehe….
Lhadalah… Emangnya ada malam pertama dengan status bukan sebagai suami, Mas?
on Mar 13th, 2009 at 11:53 am
hehe..dah mikir MP aja nih..soale biasanya mas dian ini nyerempet yg ‘gituan’..
emang resikonya gitu kalo ngajak anak yg masih kecil pergi tanpa ibunya.. kalo rewel minta pulang ya mau gak mau hrs pulang. tp untung aja sikecil fine2 aja, berarti bener bapaknya.. hahahaha… just kidding mas… 

Terimakasih untuk doa-nya
semoga persalinan anak ke-3 nanti bs berjalan lancar dan selamat semuanya (ibu dan anak) amin..
Hayah, kalau bukan bapaknya trus siapa donk?
on Mar 13th, 2009 at 1:28 pm
jangan diulangin lagi kang. ntar dikira penculik lho.
lariiiiiiiiiiiiiiiiii….
Tak tunjukin akte kelahiran donk… Eh, di akte ada nama bapaknya atau tidak?
on Mar 13th, 2009 at 2:12 pm
wah pengen juga nih dapat pengalaman pertama
Dalam bidang apa, Mas?
on Mar 13th, 2009 at 3:02 pm
emang ibunya anak-anak kenapa Om, ?
single parent sementara yaahhhh, sudah merasakan betapa “hebat”nya seorang Ibu, kan?
Ibunya sedang hamil tua, lebih baik jika tidak pergi kemana-mana. Dalam hal ini, justru saya merasakan hebatnya menjadi seorang bapak…
on Mar 13th, 2009 at 5:55 pm
enak enak sakit. sakit sakit asyiiik…
btw, kok tahu FB ku tho. kalo di FB pakai nama apa sih.wedeh jadi penasaran deh…
Lha wong sampeyan ki pancen selebritis blog, sopo sing gak kenal? Diatas blog ini kan ada namanya, Mbak…
on Mar 13th, 2009 at 8:17 pm
padahal saya merindukan moment supaya dapat bersanding dengan anak saya dengan waktu yang cukup lama. 3 bulan cuma ketemu 4 hari, bukan yang pertama bagi saya. lho kok malah sharing, nice post
Semoga akan lebih sering dipertemukan dengan buah hati, Mas
on Mar 13th, 2009 at 10:04 pm
busyet de.. lucu2 amat tuh anaknya..:D
Apakah warisan bapaknya, Mas?
on Mar 13th, 2009 at 10:59 pm
iku numpak badak ijo opo sehom…..penasaran kie opel opo hehehe
Sidoarjo siap menerimamu.
on Mar 13th, 2009 at 11:29 pm
Pertama berarti akan ada yang berikutnya, siap-siap aja mas dian
salam !
Selalu siap, Mas.
on Mar 14th, 2009 at 12:49 am
enak enak ga enak ko mas tp mengesankan hehehehe…….
Lho…lho… apa itu, Mas?
on Mar 14th, 2009 at 8:51 am
be a good father…
Terimakasih
on Mar 14th, 2009 at 10:18 am
selalu ngajak istri ni yeee biasanya, sekarang ketumbenan ya ga sama istri
Sedang hamil besar, tidak memungkinkan untuk bepergian luar kota
on Mar 14th, 2009 at 10:51 am
mampir dari fb nih
Silahkan, Mas
on Mar 14th, 2009 at 11:24 am
Mampir lagi….
Silahkan, Mbak
on Mar 14th, 2009 at 11:28 am
wah bener-bener ayh yang baik nih..
Hanya berusaha memberikan yang terbaik, Pak
on Mar 14th, 2009 at 2:51 pm
saya lebih penasaran menunggu pengalaman pertama merasakan malam pertama…. hihihi
Mosok belum pernah?
on Mar 14th, 2009 at 3:39 pm
,yupZ….makasih2..
,itu anaknya kok mirip saya yah???
,,hehehe….gak ding…
Lhah?
on Mar 14th, 2009 at 5:20 pm
Beuh….saat2 mendebarkan tanpa sang mom disisi anak umur 3 thn….gak repot tuh mas jagainnya??
Buktinya, mulai berangkat sampai pulang, tidak ada yang rewel. Saya katakan, tidak repot.
on Mar 14th, 2009 at 10:03 pm
sekalian melatih si kecil agar belajar dari hal-hal sepanjang perjalanan ya…
Iya, Mas. Lumayan untuk menambah wawasan.
on Mar 14th, 2009 at 11:40 pm
Pengalaman pertama yang sukses…:D
Terimakasih, Mas. Sudah berani nambah?
on Mar 15th, 2009 at 7:04 am
Weh,…
Sayah sering banget kayak gitu, boss…
Malah lebih seneng ndak usah ngajak emaknya. Anak-anakpun lebih seneng pergi sama sayah. Soale pasti makan yang enak-enak, dan ndak pernah cerewet sama mereka….
Wekekeke…..
Apa Mbah Mbel gak khawatir dilaporin ke mamanya anak-anak, ketika muncul “nakal”nya?
on Mar 15th, 2009 at 8:26 am
Imut2 yo anake Om sapimoto..
Anaknya ibunya itu, Mas
on Mar 15th, 2009 at 1:51 pm
pengalaman memang guru kehidupan
on Mar 15th, 2009 at 6:06 pm
pengalaman pertama begitu menggoda
anaknya lucu2 mas
selanjutnya terserah mama
Hayah, apaan tuh, Mas?
on Mar 15th, 2009 at 8:48 pm
Betul banget mas. Aku kalau bingung pingin refreshing, lakukan aja apa yang baru pertama kali kita lakukan, pasti sensasional..
Misalnya apa, Mas? Mungkin bisa sebagai bahan referensi saya kalau lagi bingung.
on Mar 15th, 2009 at 8:58 pm
hueheuee waduh bisa dibayangkan deg-degannya.
suami saya aja nih, mana berani ditinggal sendirian sama anak saya, even cuma sebentar…. kekekeke…..
Saya sebelumnya juga kayak gitu, Mbak.
on Mar 16th, 2009 at 5:54 am
Ga rewel pak anaknya ?
Untungnya, gak ada yang rewel, Mas.
on Mar 16th, 2009 at 6:34 am
Waw,mangstab..
Bisa diandalkan neh bapak ini
Sangat bisa, kecuali insiden kecil pagi tadi. Mohon maaf.
on Mar 16th, 2009 at 9:25 am
tulisan anyare endi?
Lha ngopo kok nunggu tulisan anyar? Yang lama udah habis?
on Mar 16th, 2009 at 2:52 pm
pengalaman pertama yg “itu” tuh monya diceritain
klo ini mah biasa….
*kabuuurrrrrrr
Hayah, kalau yang itu biarkan mengendap sebagai sebuah kenangan.
on Jun 2nd, 2009 at 5:42 am
Ga rewel pak anaknya ?
Untungnya, gak ada yang rewel, Mas.