Sebenarnya permasalahan adanya anak-anak yang dilibatkan pada kampanye pemilu bukan hanya pada tahun 2009, tetapi sudah sejak adanya pemilu di Indonesia. Jangan membayangkan anak-anak yang saya maksud adalah anak-anak dalam usia belasan, tetapi dalam hal ini juga anak-anak yang baru berumur beberapa tahun atau bulan. Kemarin siang ketika sedang ada di tempat cuci mobil untuk membersihkan Badak Ijo, sebuah kendaraan bermotor roda dua melintas dengan dikendarai oleh sepasang suami istri dan seorang anak kecil, kemungkinan berumur antara 1-2 tahun. Pemandangan ini akan menjadi biasa jika sang ibu tidak membawa sebuah bendera partai besar dengan gambar berwarna hitam dan kuning, berkibar-kibar ditiup angin akibat dari laju kendaraan yang melaju sekitar 60 km/jam. Apakah anak ini akan dapat menikmati suasana dimana seorang caleg atau para utusan partai akan mengumbar janji? Apakah seorang anak akan mengerti tentang arti sebuah kontrak politik atau janji-janji partai ketika ingin mencapai tujuan untuk masuk sebagai orang yang disebut sebagai wakil rakyat? Apakah mereka juga harus mengerti, mengapa banyak orang, termasuk ibu dan bapaknya, meneriakkan yel-yel dengan lantang dan penuh semangat?
Mungkin akan banyak sekali alasan untuk menjawab keterlibatan anak-anak dalam sebuah kegiatan kampanye, seperti misalnya karena dirumah tidak ada yang menjaga karena bapak dan ibunya harus menghadiri kegiatan kampanye yang mereka anggap lebih penting daripada menunggu anaknya dirumah, atau mungkin juga ada sebagian orang tua yang menggunakan moment seperti ini untuk memaksakan sebuah paham kepada seorang anak, berpikir bahwa dengan mengajak anak dalam kegiatan kampanye seperti ini maka suatu hari anak tersebut juga akan mengikuti kegiatan yang sama dengan bapak dan ibunya pada partai yang sama. Apakah seperti ini yang dinamakan pendidikan politik? Apakah ada sekolah yang akan memberikan pendidikan kepada anak atau murid yang dengan nyata bisa dipastikan belum berhak atau mampu untuk menangkap materi yang akan diajarkan?
Ataukah mungkin dengan keberadaan anak-anak, akan dapat memancing munculnya simpatisan sehingga nantinya akan banyak suara yang masuk untuk partai tersebut? Apakah masih kurang media yang disediakan untuk memajang iklan, sehingga memakaikan sebuah kaos partai pada seorang anak yang belum mengerti tentang politik? Kalau ditinjau dari segi ekonomi, tentulah ini sangat ekonomis dan dapat menghemat banyak biaya iklan, daripada harus beriklan dengan menggunakan baliho, banner atau poster, apalagi untuk beriklan pada tv atau radio. Memberikan atribut partai kepada seorang anak, layaknya adalah sebuah iklan gratis, dimana sang pemasang iklan senang karena tidak perlu mengeluarkan biaya karena kerelaan dari orang tuanya yang sudah terlalu fanatik terhadap sebuah pilihan, sedangkan anak tersebut sama sekali tidak tahu bahwa dia telah menjadi obyek dari sebuah keserakahan.
Terlalu banyak pertanyaan pada posting ini, karena saya sendiri juga tidak mampu menjawabnya. Postingan ini hanya cukup menjadi sebuah bahan renungan bagi saya sendiri, sebagai seorang bapak dari 3 anak, yang tidak ingin melibatkan anak-anak saya dalam kegiatan seperti itu. Sayang sekali posting ini tidak dilengkapi dengan sebuah foto, tetapi tanpa adanya sebuah foto, saya yakin banyak yang mengetahui akan keberadaan anak-anak pada kegiatan kampanye partai.
Bagaimana kabar kontes Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009? Sudah lama sekali saya tidak melihat posisi saya yang makin terpuruk. Bagaimana pula kabar dari Blogger Madiun SEO Team, apakah domain yang dikhususkan untuk kontes Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009 tersebut sudah mendapatkan sebuah posisi yang bagus?
















on Apr 6th, 2009 at 6:51 pm
Iya malahan sempet nonton goyangan yuhui…je…kacau2…
Nah, seperti ini bukankah malah akan menyesatkan pikiran anak-anak? Bagaimana kalau ada yang berpendapat, bahwa melihat goyangan syur tersebut sebagai salah satu pembentukan kedewasaan seorang anak? Makin Kacau…
on Apr 6th, 2009 at 7:28 pm
Keduanya….
on Apr 6th, 2009 at 7:44 pm
Memang, semua pada gak kasian membawa anak panas2.
Malah joget2 dangdut gak jelas.
Mas Rio pasti ikutan joget tuh…
on Apr 6th, 2009 at 7:47 pm
Aduh turut prihatin gan
Memang sangat memprihatinkan, Mbah
on Apr 6th, 2009 at 8:37 pm
mengkin orang tua itu ingin membentuk dan mengukuhkan paradigma anaknya agar selalu mengikuti apa orang tuanya pilih
Sebuah paradigma yang salah tho?
on Apr 6th, 2009 at 11:19 pm
[...]surat terbuka kepada soewoeng dan sapimoto[...]
on Apr 6th, 2009 at 11:21 pm
[...]tulisan ini adalah surat terbuka kepada mereka, soewoeng dan sapimoto[...]
on Apr 7th, 2009 at 8:18 am
Sip kang. Fenomena pelanggaran kampanye memang sudah berkelindan dalam sejarah pemilu indonesia.
Saya malah gak tahu kalau ini merupakan salah satu pelanggaran dalam pelaksanaan kampanye
on Apr 7th, 2009 at 9:33 am
Gini ajalah..kalo kita liat ada partai yang ketangkap basah kampanye membawa anak-anak, jangan dipilih. Rakyat juga mesti cerdas dong..
Lha kalau dalam prakteknya, keseluruhan partai melakukan seperti itu, lalu gimana?
on Apr 7th, 2009 at 10:12 am
Memang susah kalao nggak melibatkan anak-anak… Masak orang tuanya pawai anak-anak ditinggal dirumah. Ntar yang jagain siapa…?
Masak kampanye harus melibatkan ibu dan bapak? Bapaknya aja kan cukup, nanti kalau dapet “amplop” sekalian minta buat istrinya yang lagi dirumah. Atau jangan-jangan penambahan anak-anak ini adalah dalam rangka untuk memperbesar amplop yang diterima?
Sekali lagi, hanya berandai-andai.
on Apr 7th, 2009 at 10:19 am
Masalah yang satu ini memang rada pelik….
Mestinya orang tuanya sadar.. bahwa tempat crowded seperti itu sangat berpotensi terjadi kerusuhan…
Sepertinya mereka tidak pernah berpikir sejauh itu.
on Apr 7th, 2009 at 11:18 am
anak2nya malah ikutan liatin goyang dangdut disana..
Bapak dan ibunya juga ikutan goyang
on Apr 7th, 2009 at 11:25 am
harusnya ini jadi peluang usaha bagi pengusaha pemberi jasa penitipan anak
hehe
Otak bisnis pun langsung jalan dan menghasilkan sebuah gagasan cemerlang.
on Apr 7th, 2009 at 4:43 pm
ortu yg ngajak anaknya kampanye rada keblinger mnrt gw.. kasian anak kecil panas2 diajak ikut kampanye..
boss.. banner sy buatkan dl ya..hbs dinas luar kota 1 minggu n gak sempat online..jd gak tau perkembangan blogosphere neh..thx mas 
mungkin alasannya klise…krn dirumah gak ada yg jagain.. ya gak usah ikut kampanyelah… hny capek yg didapat.. piss
Wow, gitu ya Mas? Keblinger biar dapat lebih banyak amplop? Banner sudah Mas, mohon maaf jika kurang berkenan.
on Apr 7th, 2009 at 5:19 pm
Tapi sayangnya tidak ada peringatan dari panwaslu tentang hal itu, padahal masalah tersebut sudah di tulis dalam uu pemilu.
Iya Mas, mengenaskan.
on Apr 7th, 2009 at 5:22 pm
yaah mau diapa mas, mungkin gak ada yang jagain anaknya di rumah, hehehe.
salam kenal ya
Kan bisa salah satu dari orang tuanya gak ikutan kampanye, lagi pula tidak ikut dalam kegiatan kampanye tidak akan menambah beban dosa kok Mas…
on Apr 7th, 2009 at 7:40 pm
Sebenarya, orang lkebih suka ngeliat jogetnya dari pada ngedengerin kampanyenya.. hihihi..
Sebuah komentar yang sangat mantab… Terimakasih.
on Apr 7th, 2009 at 9:26 pm
sayangnya KPU tidak tegas menindak banyak pelanggaran yang terjadi tsb..
KPU sedang sibuk persiapan pemilu
on Apr 8th, 2009 at 12:33 am
agaknya ini juga merupakan potret pendidikan politik yang gagal, mas sapimoto, sehingga orang tua ndak tahu kalau melibatkan anak2 dalam kampanye sungguh tdk mendidik dan cenderung men-set-up anak ke dalam mindset orang tua yang sesungguhnya amat tdk menguntungkan.
Seorang guru aja bilang begini, mosok saya mau membantah? Terimakasih Pak Sawali.
on Apr 8th, 2009 at 7:05 am
Wah … iya tuh … banyak anak kecil yang diajak kampanye … apa nggak kasian ya …. apalagi pakek sepeda motor, pasti sepanjang perjalanan acara kempanye sibocah malang itu mengirup CO2 berjuta-juta ppm … wuih mengerikan. dan itu nyata hanya di Indonesia …. Mas ada kabar baik di blog saya …
Wah, ini melihatnya dari sudut pandang kesehatan. Terimakasih, Mas
on Apr 8th, 2009 at 7:10 am
Masa kampanye selesai, selesai pula kebisingan yang saya rasakan selama berhari2 saat masa kampanye tersebut. Rasanya mak PLONG…..
Saya malah kurang merasakan gregetnya kampanye untuk pemilu periode ini.
on Apr 8th, 2009 at 7:13 am
tak pikir mau nulis… anak terkecil om guru… diajak pawai keliling…. duh kecewa aku
Keluar rumah aja belum boleh kecuali untuk imunisasi, mosok arep diajak kampanye? Lagian aku yo gak nduwe partai favorit.
on Apr 8th, 2009 at 1:13 pm
Saya dukung kampanye damai pemilu indonesia 2009 tanpa melibatkan anak2.
Sukses buat kontesnya.
Terimakasih.
on Apr 8th, 2009 at 5:12 pm
lha nek pancen wayahe ngancani anak trus ibu diajak kampanye piye om? kan terpaksa anak diajak tho…
Lha ngopo ibuk-e kok yo kudu melok? Opo mergo ben entuk amplop luwih akeh? Bapak-e, ibuk-e lan anak-e. Ngopo sing wis nduwe putu, gak ngajak putune pisan?
on Apr 8th, 2009 at 6:55 pm
Pendidikan politik sejak dini? tapi saya kurang setuju kalau yang dimaksud demikian.
Mungkin, mereka membawa anak2 ikut kampanye, karena dirumah kaga ada yang momomg…he..he…
Maka dari itu Mas, saya tanyakan mengapa kedua orang tuanya harus ikut kampanye? Apa gak bisa bagi tugas antara ibu dan bapak?
on Apr 8th, 2009 at 9:33 pm
ia mas, padahal anak-anak ga ngerti sama sekali masalah politik. mereka hanya dimanfaaatin aja.
Dimanfaatkan untuk meramaikan sebuah kampanye
on Apr 8th, 2009 at 9:42 pm
siippp saya dukung kampanye damai pemilu tahun ini terutama tanpa melibatkan anak-anak
Terimakasih
on Apr 9th, 2009 at 12:08 am
hmm, semua tergantung niatnya…
, tapi memang seharusnya jangan sampai melibatkan anak-anak…
Nah itu, niatnya apa ya?
on Apr 9th, 2009 at 7:58 am
semoga kampanye kali ini berlangsung damai
Amin
on Apr 9th, 2009 at 12:09 pm
hmmm..emang serakah banged… klu aku diajak kampanye g bakalan mau..mending duduk manis blog walking..wkwkwk
Gimana kalau kampanye berbayar?
on Apr 9th, 2009 at 10:49 pm
pemandangan wajib pada saat kampanye2.
kayaknya sudah sejak dulu, pas jaman orba juga ramai dengan anak2.
Hehehehehe, tepat sekali
on Apr 10th, 2009 at 4:37 pm
emang prihatin sih kalo anak-anak ikut
bukan pendidikan politik namanya
tapi takutnya malah merusak mental anak itu sendiri
tidak jarang teriakan yel-yel kampanye diiringi caci maki
Yup, seperti itu memang sangat penting untuk dikhawatirkan.
on Apr 11th, 2009 at 12:56 am
ha.. ha… belajar politik pakde…
biar besuk2 ndak kaget
Terlalu dini untuk memberikan pendidikan politik pada anak-anak pada usia tersebut
on Apr 11th, 2009 at 2:14 am
website saya masuk 100 besar aja gak.. (menyedihkan..)
Silahkan di cek, Mas. Blog ini sudah terlempar jauh sekali…
on Apr 11th, 2009 at 2:56 pm
Hmm, sepertinya para tokoh parpol perlu menyimak isi postingan ini deh.
Walah, para politisi mana sempat baca tulisan di sebuah blog kayak gini, Mas
on Apr 11th, 2009 at 4:24 pm
Kasihan malah kalau lihat anak-anak tidur pules diajak kampanye.. Apa karena himpitan ekonomi jadi seperti ini?….
Mungkin juga seperti itu, Mbah
on Apr 11th, 2009 at 6:13 pm
sanksi tidak tegas, maka melanggar nggak masalah…!!
Lha, ini mungkin kunci dari semua itu
on Apr 14th, 2009 at 3:55 am
sentilan untuk kontes yang manteb mas dian hehehe… tetap semangat
Kok sentilan untuk kontes? Ini kan sentilan untuk kampanye di dunia nyata, Mas
on Apr 14th, 2009 at 6:58 am
Bagi mereka, yang penting duitnya Om..
Wakakakakaka…. Hmmm…. Gimana yak?
on Apr 14th, 2009 at 7:25 am
Untuk urusan mencari simpati, anak-anak adalah kuncinya. Gak usah yg kampanye, di jalan-2 saja para gepeng pada bawa anak kecil (entah anaknya sendiri ato bukan) untuk dapat belas kasih pengendara. Anak dijemur di bawah sinar matahari. Yg tdnya harusnya kulitnya putih bersih jd legam… duh kasihan…
Wow, sebuah statement yang sangat luar biasa. Anak-anak digunakan sebagai penarik simpati, Mbak? Sippp…
on Apr 14th, 2009 at 7:29 am
Btw mas, kemarin malam blog nya ga bs dibuka…. ERROR.
Pagi ini baru bisa… mgkn koneksi saya kali ya?
Bukan koneksi Mbak yang error, tetapi memang server yang sedang error. Mohon maaf.
on Apr 14th, 2009 at 11:27 am
Waduh kok … cuti berkelanjutan yack … !
Masih sibuk banget yack ato repot ngurus si kecil …. !
Lapor Mas … kemarin siang sampek malam … webnya Mas Sapi and Suwung nggak bisa di buka !
Iya Mas, server sedangd alam masalah berat, semua domain serta blog yang ada disana mati sementara…
on Apr 14th, 2009 at 9:14 pm
memang tuh, waktu masih kampanye aja banyak bgd bapa2 bawa keluarganya komplit banget deh…
..
on Apr 17th, 2009 at 7:59 am
mungkin pikiran mereka
klo bawa anak adalah salah satu kita mengenalkan
dunia politik kepada anak-anak
biar pas dah besar nanti gak kaget…
beuhh…….
on Apr 17th, 2009 at 12:12 pm
terlalu berlebihan dalam berkampanye..
nggak usah ditiru mas..
on Apr 22nd, 2009 at 7:31 am
salam kenal…
emang dilema juga sih ngajak anak2 ke kampanye.
Setahu saya sih aturannya diperlunak. Yang dianggap melanggar kampanye adalah anak2 yang dilibatkan aktif. Misalnya naik ke panggung atau memakai atribut partai.
moga aja Di kampanye PILPRES nanti ga terulang pelanggaran kampanye lagi…
on Apr 25th, 2009 at 1:37 am
Belum tau ya bro, kampayenya ada pembagian duit & dihitungnya perkepala, semakin banyak yg ikut dptnya makin banyak, klo punya bayi kembar 5 diajak smua kali, wkwkwkw……..
on Apr 26th, 2009 at 10:36 pm
Mendingan anak dan istrinya di rumah aja jagain rumah, kecuali istriny juga aktifis parpol mau gak mau harus ikut juga…
Klo ada pembantu anaknya bisa aja sih dititipin tapi klo gak ada mau kemain, kan kasihan juga. TApi aku pribadi lebih mendukung anak-anak jangan ikutan kampanye lah…. Mendingan suruh maen aja ma temen yang sebayanya…..
on Apr 29th, 2009 at 9:03 am
kampanye partai sudah selesai, kini tinggal kampanye capres, para para partai sudah siap berkoalisi satu dengan yang lain.
on May 1st, 2009 at 5:17 pm
wah, tapi kontesnya udah kelar ya bos, hehe…
on May 15th, 2009 at 4:53 pm
Salah satu bentuk eksploitasi anak juga tuh!!
on Jun 20th, 2009 at 12:06 pm
waktu zaman ane kanak2 dulu, mainannya paling kelereng
Kalo sekarang mah udah pada suka ikutan kampanye.
Gaswat dech
on Jun 27th, 2009 at 11:15 pm
seharusnya anak2 jangan di jadikan bahan kampanye…
stop dreaming start action!!
go Indonesia…
on Jul 8th, 2009 at 9:57 am
mereka jadiin kampanye sebagai tempat hiburan…hehehhe
on Jul 20th, 2009 at 1:38 am
politik emang kejam.. hanya karena ambisi orang tua sehingga anak2 menjadi korban politik
on Jul 28th, 2009 at 2:24 pm
Itu seijin orang tua atau memang diajak orang tua???
on Aug 2nd, 2009 at 2:04 am
Politik nya sih gak kejam, orang orang nya aja yg keblinger. Gak henti2nya menjadikan anak untuk di exploitasi. Penyertaan anak anak pada kegian kampanye menurut saya adalah brain washing buat si anak..
on Aug 3rd, 2009 at 6:05 am
sekarang pemilu udah usai, tinggal nunggu piala dunia hahahaa…