Akhir pekan lalu, jalan-jalan ramai dipenuhi para remaja baik laki-laki maupun perempuan dengan baju seragam putih abu-abu yang penuh dengan coretan yang membuktikan bahwa dirinya telah lulus dari sebuah bangku pendidikan sekolah yang dienyam selama 3 tahun atau mungkin juga sebuah gambaran kepuasan setelah duduk dibangku sekolah yang boleh dibilang sangat membosankan dan menjemukan selama 12 tahun dan mungkin ada yang lebih dari itu. Dengan berkonvoi menggunakan sepeda motor dengan banyak mengabaikan peraturan lalu lintas, berkeliling kota menyebabkan banyak kemacetan disana-sini. Bahkan para petugas kepolisian yang bertugas di jalan raya, juga cukup kerepotan menghadapi ulah para pelaku perayaan kelulusan tersebut.
Tanpa helm, menerobos lampu merah, berboncengan tiga, motor tanpa perlengkapan lalu lintas yang telah disesuaikan, bahkan juga ditambah dengan beberapa motor yang sengaja membuat keramaian dengan melepas knalpot atau memang telah menyiapkan sebuah knalpot yang telah disetting sehingga menimbulkan suara yang sangat berisik. Saya yakin kegiatan tersebut sangat meresahkan masyarakat terutama para pengguna jalan, yang berpapasan maupun sejalur dengan rombongan konvoi kelulusan tersebut. Para peserta konvoi dalam rangka kelulusan tersebut, tak segan untuk bertindak arogan terhadap pengguna jalan lain, dan memaksa pengguna jalan lain untuk menepi dan memberikan jalan kepada rombongan tersebut.
Dalam liputan yang disiarkan beberapa stasiun televisi nasional, terlihat rombongan tersebut dihadang oleh petugas dari kepolisian dan diperiksa kelengakapn berkendara mulai dari Surat Ijin Mengemudi, Surat Tanda Nomor Kendaraan Bermotor, sampai pada kelengkapan berkendara mulai dari helm serta kelengkapan kendaraan. Bagi yang tidak dapat menunjukkan kelengkapan surat-surat yang dimaksud, maka kendaraan dibawa ke kantor polisi untuk kemudian bisa diambil setelah bisa menunjukkan surat-surat kendaraan, tanpa dijelaskan bagaimana sanksi yang diberlakukan atas tidak adanya SIM dan kelengkapan berkendara yang lain.
Kebanyakan dari para peserta konvoi tersebut, hanya mendapatkan pengumuman kelulusan dari pihak sekolah baik secara langsung yang dipajang disekolah maupun yang dikirim melalui pos, tanpa tahu berapa nilai yang mereka dapatkan. Beberapa sekolah, langsung mengumumkan nilai sekalian dengan kelulusan. Yang penting lulus, masalah nilai urusan belakangan, mungkin seperti itu yang ada di benak mereka. Padahal hanya dengan predikat lulus, masih banyak yang harus diperjuangkan dan menurut saya belum waktunya untuk dirayakan. Masih harus mencari tempat melanjutkan sekolah atau lebih lazim disebut dengan kuliah, atau bagi yang tidak menginginkan atau karena ketidakmampuan finansial harus memilih untuk bekerja, maka semua itu dibutuhkan nilai paling tidak cukup dan bukan hanya sekedar lulus. Tempat kuliah saat ini baik negeri maupun swasta, pasti membutuhkan dana yang tidak bisa dibilang sedikit.
Bahkan untuk para lulusan dengan nilai yang sangat baik pun, masih harus mengeluarkan banyak biaya untuk memasuki perguruan tinggi baik negeri maupun swasta, apalagi untuk mereka yang memliki nilai pas-pasan pastilah lebih banyak lagi dana yang diperlukan untuk masuk kesana. Memang ada pendidikan gratis atau kuliah gratis setara dengan program diploma maupun strata satu, tetapi tentu saja membutuhkan sebuah nilai minimal cukup, untuk lolos seleksi kelengkapan administrasi. Sedangkan untuk ujian saringan masuk, kalau menurut saya lebih banyak kepada kemujuran daripada latar belakang nilai yang didapat pada ujian akhir.
Tadi pagi baca koran beberapa hari yang lalu, ditemukan dua orang lulusan yang sedang melakukan perbuatan tidak senonoh di sebuah pantai Pamekasan, sampai-sampai warga sekitar melakukan penyergapan kepada kedua muda-mudi yang sedang dimabuk euforia kelulusan.
Ayo generasi muda, langkahmu masih panjang, pergunakan sebaik-baiknya dengan hal-hal yang positif dan tidak melanggar ketentuan. Masih banyak saudara kita sebangsa dan setanah air yang tidak beruntung untuk dapat mengenyam pendidikan setinggi itu.




















on Jun 17th, 2008 at 8:01 pm
Hehehehe lulus berarti kerja lebih giat lagi
kumpulin duit buat bayar kuliah. daripada corat coret baju ga ada gunanya deh kayaknya 
on Jun 17th, 2008 at 9:13 pm
kelihatannya sih co.cc ini selamanya..
Udah banyak yang pake, liat disini. dia nyediain jg untuk domain yang bayar misal domain dengan nama namaku.co.cc kita harus bayar sekitar $8, jadi pinter2 milih nama domainnya yang gak bayar misal namasayaizul.co.cc
on Jun 18th, 2008 at 10:51 am
Betul, Cah…
Klo ada yang lebih berguna dan menghasilkan, kenapa harus memilih yang kurang berguna dan tidak menghasilkan…