This post is created and published by Dian Susanto aka sapimoto

Strategi Pemasaran

Pemasaran sangat erat hubungannya dan merupakan sebuah bagian yang tak terpisahkan dari penjualan, baik itu berupa barang maupun jasa. Dengan menggunakan strategi pemasaran yang tepat, akan banyak menarik minat konsumen yang kita bidik sebagai pangsa pasar dari produk yang kita tawarkan. Kalaupun pruduk yang kita tawarkan ternyata hanya dilirik tanpa satupun terjual, mungkin karena penerapan strategi pemasaran yang keliru atau kurang tepat, bisa juga karena kita menawarkan barang atau jasa kepada orang atau perusahaan yang kurang tepat. Bisa juga orang masih ragu dengan kehadiran produk baru kita, sehingga mereka pada saat pertama hanya tertarik untuk melihat-lihat sekaligus untuk membandingkan produk sejenis dari produsen lain. Barang atau jasa yang baru masuk kedalam pasar, tentu akan menempati kelas menengah kebawah jika dibandingkan dengan produk sejenis yang telah menguasai pasar lebih dulu.

Jika kita menginginkan produk yang kita tawarkan menempati kelas atas dan banyak diminati oleh konsumen, maka beberapa usaha yang terkait dengan strategi pemasaran harus kita terapkan untuk mendapatkan apa yang kita inginkan tersebut. Karena dengan banyaknya produk kita yang laku, maka dengan otomatis jumlah keuntungan yang kita dapatkan juga akan berlipat ganda.

Di sebuah sekolah ekonomi, pasti banyak sekali dibahas tentang strategi pemasaran yang ditinjau dari banyak aspek dan mungkin justru akan membingungkan bagi seorang pengusaha yang hanya memahami dunia pemasaran atau penjualan secara otodidak tanpa pernah bersentuhan dengan buku-buku atau pembahasan-pembahasan secara lisan yang berhubungan dengan strategi pemasaran. Tetapi jangan salah sangka terlebih dahulu, para pengusaha yang merintis usaha dan menjadi besar secara otodidak tersebut, belum tentu kalah jika dibandingkan dengan lulusan-lulusan sekolah ekonomi dengan walaupun dengan yang lulus nilai cumlaude sekalipun.

Para pengusaha otodidak ini, biasanya memang lahir dari sebuah usaha tingkat kecil dimana mereka diharuskan untuk membesarkan yang semula kecil sehingga dapar mempertahankan hidup. Cara untuk dapat mempertahankan hidup, tentu saja slah satunya adalah terpenuhinya kebutuhan hidup. Dengan sebuah kondisi yang setengah terpaksa atau dipaksa, biasanya sering muncul ide-ide baru yang segar untuk menerobos pasar dan tak jarang pada akhirnya menjadi sebuah panutan atau teladan bagi pengusaha lain baik yang otodidak maupun yang telah banyak belajar strategi pemasaran dari bangku sekolah ekonomi yang mereka tempuh.

Pepatah lama mengatakan bahwa pengalaman adalah guru terbaik. Dan sampai saat ini, saya belum pernah mendengar sebuah pepatah yang mengatakan jika sekolah adalah guru terbaik. Di bangku sekolah, terlalu banyak teori-teori yang menurut saya tidak praktis jika diterapkan pada kehidupan yang pada kenyataannya mempunyai masalah-masalah yang lebih komplek daripada teori-teori yang diajarkan.

Para pengusaha baik yang terlahir secara otodidak ataupun terlahir dari bangku-bangku sekolah ekonomi favorit, pada akhirnya harus bersaing untuk menemukan sebuah strategi pemasaran yang bagus dann tepat untuk mengatasi persaingan yang terjadi didalam pasar. Apabila memang tidak atau belum mampu untuk menemukan strategi pemasaran yang baru, maka mereka diharuskan untuk mengembangkan strategi pemasaran yang sudah ada sehingga berbeda dengan strategi pemasaran yang digunakan oleh para pesaingnya. Berbeda yang saya maksud, tentunya bukan berbeda yang sifatnya aneh, nyleneh atau menyimpang, tetapi mengembangkan menjadi lebih baik dan pada akhirnya akan mengundang konsumen untuk melirik produk yang kita tawarkan daripada produk yang ditawarkan pesaing.
Strategi pemasaran yang biasa diambil, antara lain adalah :

  1. Mencari sebuah tempat yang strategis, dimana banyak orang yang kita bidik untuk membeli produk yang kita tawarkan sering lewat.
  2. Menampilkan barang-barang yang bisa mengundang atau memancing orang untuk datang dan melihat-lihat barang yang kita tawarkan.
  3. Memberikan suasana yang nyaman kepada pengunjung.
  4. Memberikan pelayanan sebaik-baiknya kepada calon pembeli.
  5. Memberikan garansi terrhadap barang yang kita jual.
  6. Memasang label harga pada semua barang yang kita jual.
  7. Memberikan diskon atau potongan harga jika membeli dalam jumlah besar.
  8. Memberikan diskon khusus kepada pembeli yang sedang berulang tahun.
  9. Menyediakan fasilitas pembayaran yang lengkap.
  10. Menyediakan fasilitas pengantaran barang yang dibeli secara gratis.

Mungkin itu adalah bagian-bagian yang sangat penting dan harus diambil dalam menerapkan strategi pemasaran untuk menjaring konsumen sebanyak-banyaknya dan tentunya belum semua dari keseluruhan strategi pemasaran yang ada. Selain sepuluh hal diatas, yang tak kalah pentingnya adalah pemasangan iklan serta pemberian harga yang akan membentuk opini murah. Memberikan label harga pada sebuah barang dengan angka 49.998 akan memberikan efek yang lain kepada calon pembeli, dibandingkan dengan memasang label dengan angka 50.000 atau bisa juga dengan memasang tulisan besar yang mudah terbaca orang lewat, barang ini mulai harga 40ribuan.

Saya bukanlah seorang pengusaha otodidak juga bukan lulusan sebuah sekolah ekonomi, jadi kalau dalam tulisan ini terdapat kesalahan atau kekurangan, silahkan para ahli-ahli ekonomi untuk mengkoreksi apa yang saya tulis diatas.

Share/Save/Bookmark

Possibly related:

  • Strategi Manajemen
  • Beli Satu Dapat Dua
  • Update Alexa Rank
  • Bebek Remuk
  • Murah dan Berkualitas
  • Spam Contact
  • Jangan Takut Jadi Pemula
  • 6 Comments on “Strategi Pemasaran”

    1. #1 Traffic Berantai | Web Blog Of Sapimoto
      on Aug 25th, 2008 at 5:12 pm

      [...]Traffic berantai mungkin hampir sama dengan arisan berantai atau e-mail berantai, yang menjanjikan keuntungan untuk mendapatkan traffic tinggi dari sebuah software yang dikeluarkan oleh sebuah website yang melakukan pengelolaan dari traffic berantai tersebut.[...]

    2. #2 Wendi
      on Oct 3rd, 2008 at 11:18 am

      Saya tertarik dengan tulisan Anda, cukup sederhana bahasanya sehingga mudah dicerna.

      Namun ada beberapa hal yang menurut saya perlu ditambahkan, beberapa diantaranya adalah : “Barang atau jasa yang baru masuk kedalam pasar, tentu akan menempati kelas menengah kebawah jika dibandingkan dengan produk sejenis yang telah menguasai pasar lebih dulu.”

      Nah menurut saya Barang atau Jasa yang baru masuk tidak mesti dan belum tentu akan menempati kelas menengah kebawah. Semua ini tergantung dari strategi PDB yang akan digunakan. Strategi PDB yang tepat ditambah marketing mix tentu memungkinkan produk/jasa kita menempati kelas atas atau kelas menengah atau bahkan kelas bawah. Semua tergantung maunya kita sebagai pemilik bisnis.

      Thanks …

    3. #3 sapimoto
      on Oct 3rd, 2008 at 10:40 pm

      Terimakasih atas koreksi yang diberikan…

    4. #4 SAYQUL
      on Nov 9th, 2008 at 12:52 pm

      BUATIN DONG TROBOSAN2 DLM PEMASARAN PRODUK SAYA TUNGGU YA……………..SALAM PM

    5. #5 adonle
      on Nov 26th, 2008 at 2:30 pm

      Bagus mas artikel yang buat….

      saya tertarik dengan tulisan yang anda buat….trus menjadi sebuah tambahan referensi saya untuk penelitian….

      ijin copy tulisannya nich…..
      jika diperkenankan…..

      sekedar masukkan aj nich, kalo bisa di buat dong tulisan tentang strategi pemasaran produk…

      salam

    6. #6 sapimoto
      on Nov 26th, 2008 at 2:56 pm

      Silahkan Pak, tetapi jangan lupa untuk mencantumkan sumbernya. Untuk strategi pemasaran produk, sebenarnya hampir sama dengan pemasaran blog, silahkan dilihat-lihat artikel lain di blog ini. :)

    Share Your Wisdom