Buah Bintaro mungkin banyak yang belum mendengar nama buah ini dan lebih tahu jika Bintaro adalah sebuah nama salah satu daerah di Jakarta. Saya pun pertama melihatnya juga terheran-heran dengan bentuk buah dada yang bulat-bulat dan menggelantung diantara dedaunan yang tidak terlalu rimbun, dengan batangnya yang juga tidak terlalu lebat. Waktu di Madiun, pernah juga melihatnya di sebuah SPBU Jalan Diponegoro dengan pohonnya yang besar serta rimbun dan buahnya bergelantungan dimana-mana, tetapi pada saat itu tidak ngeh dengan namanya.
Pindah ke Sidoarjo ternyata bertemu dengan buah tersebut, karena buah Bintaro dijadikan sebagai tanaman peneduh resmi di perumahan yang aku tempati sekarang di Sidoarjo, berbuah bulat lebih besar dari bola tenis. Bunganya yang putih sangat cantik, sedangkan buahnya jika masih mentah berwarna hijau dan jika sudah matang berwarna merah kelihatan segar. Walaupun terlihat segar, tetapi ternyata buah bintaro ini tidak bisa dimakan. Bisa dimakan bagi yang mau aja, tetapi lebih baik untuk tidak dimakan.
Walaupun bukan merupakan tanaman produktif , adanya pohon buah Bintaro cukup sebagai peneduh serta penyejuk mata akan kebutuhan warna hijau daun dari lingkungan perumahan yang masih panas, dimana masih banyak rumah yang belum ditempati oleh pemiliknya. Pohon tersebut ditanam diatas tanah yang menutup gorong-gorong dan bukan dihalaman rumah, sehingga kepemilikannya adalah milik pengembang perumahan. Walaupun terkadang buahnya yang telah kering sering jatuh disembarang tempat, tetapi dengan adanya petugas kebersihan yang selalu sedia membersihkan jalanan perumahan, maka menjadi tidak ada yang bermasalah dengan keberadaannya.
Buah Bintaro yang mempunyai warna yang menarik ini, ternyata telah mengecoh banyak orang yang tertarik dengan tampilan warnanya yang merah serta bentuknya yang bulat menggoda, bahkan juga hampir menggodaku untuk mencicipi rasa dari buah Bintaro tersebut. Untunglah seorang teknisi air dan juga seorang petugas kebersihan yang sedang membersihkan rumah menceritakan beberapa kejadian unik yang dialami oleh buah yang terlihat menggairahkan tersebut.
Pada saat pohon buah Bintaro masih baru ditanam di perumahan tersebut, para tukang bangunan serta tukang sapu yang berada dilingkungan perumahan sering berteriak meminta untuk mencicipi nikmatnya buah Bintaro, dan dengan isengnya teknisi air serta petugas kebersihan tersebut melemparkan buah Bintaro yang sudah matang berwarna merah ke arah orang-orang yang berteriak-teriak ingin mencicipi tersebut. Setelah buah itu dicicipi dan ternyata memiliki rasa getir mendekati pahit (hanya berdasar cerita, tidak pernah mencicipi), membuat gusar yang mencicipi dan segera melemparnya balik ke arah sang pemberi buah Bintaro.
Ada yang mau mencicipi?






















on Jul 12th, 2008 at 7:50 pm
di jakarta jg bnyk,biasa ditanem di pinggir jalan,trutama di perumahan.
di bintaro sendiri,spanjang jalan bnyk pohon ni,, mirip ma buah sawo
on Jul 12th, 2008 at 9:05 pm
Walah aku baru tahu ada buah bintaro hihihi
on Jul 12th, 2008 at 9:42 pm
tumben saya denger buah ini.
gimana, udah dicobain lum gimana rasanya? atau jangan2 tidak untuk komsumsi
on Jul 12th, 2008 at 10:27 pm
oooooooooo.. ternyata bintaro itu nama buah to?
kirain cuma nama daerah di ibukota
on Jul 13th, 2008 at 2:00 pm
harusnya di tanamnya di daerah Bintaro. biar bisa menjadi ciri khas daerah tersebut. Klo Kebon Jeruk juga ditanami jeruk. Kan gampang mengingat Jakarta karena tanamannya sudah menjadi ciri khas daerahnya..
salam
on Jul 13th, 2008 at 3:41 pm
enak nggak dibuat rujak!
hehehehehhe
on Jul 13th, 2008 at 4:12 pm
Wah bagus yah buangnya,
Ingin memakannya sih,
tapi kalau tidak boleh itu namanya
Buah Terlarang…..
on Jul 13th, 2008 at 9:45 pm
Apa rasanya kayak buah mojo ya… Yg katanya namanya dipakai untuk nama kerajaan itu lo…
on Jul 14th, 2008 at 6:54 am
Mas boleh ngga minta satu..
Paketin ke saya donk, sumpe.. seumur umur hidup aye belon perne nyobe buah bintaro
on Jul 14th, 2008 at 8:49 am
rumah nya bagus yak, minimalis
on Jul 14th, 2008 at 8:52 am
maaf salah fokus
on Jul 14th, 2008 at 10:46 am
kenapa ya, dulu kuliah di bintaro tapi di bintaro ga pernah liat pohon beginian
on Jul 14th, 2008 at 11:09 am
@ irr : Wah, saya kirain tanaman buah bintaro, merupakan tanaman langka, ternyata masih banyak di Jakarta…

@ zalukhu : saya juga baru tahu…
@ yudi : tidak untuk dikonsumsi…
@ bobrock : saya kira dulu juga begitu, mas
@ made eka : klo ditanamin jeruk, bikin ribut. bakalan banyak yang panen masalah…
@ trendy : jangankan buat rujak, dimakan aja rasanya pait bin sepet…
@ iklanbaris : tidak terlarang kok, khususnya bagi yang mau…
on Jul 14th, 2008 at 11:14 am
@ weanugi : kulitnya hampir sama dengan buah mojo, tapi ini lebih kecil. Trus isi dalemannya lain jika dibandingkan dengan buah mojo.


@ anton : main aja ke rumah, jangankan cuma satu, semua juga boleh…
@ ulan : tersesat, Mbak?
@ bapak iskandar : mohon maaf, saya hapus iklannya…
@ rerere : di bintaro, kuliah apa?
on Jul 14th, 2008 at 2:42 pm
mas, boleh minta buah bintaro yg udah enak ???
–kapan enak e,qqqq—
on Jul 14th, 2008 at 3:20 pm
Nunggu lima tahun juga tetep gak enak…
Yang enak, nanti malam datang ke rumah, ada sedikit oleh-oleh yang harus segera diambil…
on Jul 15th, 2008 at 11:39 am
wahhhhhh..baru tau bahwa buah itu disebut buah bintaro. kalo gak salah di perumahan kota wisata di cibubur Jakarta juga ada pohon itu.. btw itu kalo dirujak enak gak ya buahnya??
on Jul 15th, 2008 at 12:56 pm
Silahkan dicoba jika berminat, dan akan menemukan nuansa sepet serta pait pada rujak…
Hehehehehehe….