Format acara dari Dragon’s Den maupun Shark Tank ini, tidak jauh berbeda. 4 orang kaya menunggu disebuah ruangan, menunggu para pengusaha dengan keterbatasan modal datang dan melakukan presentasi terhadap produk-produk mereka, dengan berharap para “naga” ataupun para “hiu” ini mau memberikan tambahan modal, dengan berbagi hasil dari keuntungan yang nantinya bakal diperoleh. Tidak mudah juga untuk bisa meyakinkan para naga dan hiu ini untuk mau memberikan modal sesuai yang diinginkan para pengusaha tersebut, selain dari produk, bagaimana cara penyajian, dan juga penghasilan yang telah diperoleh, juga dibutuhkan orisinalitas dari produk tersebut. Read The End Of This Entry
Dec
20
Dragon’s Den dan Shark Tank, merupakan dua acara reality show yang ditayangkan oleh BBC TV, yang menampilkan beberapa orang kaya yang ingin melebarkan sayap usahanya dengan melakukan investasi pada produk-produk orisinil dan berpeluang untuk mengeruk laba, demi menambah pundi-pundi kekayaan mereka. Dengan mendatangkan para pemilik usaha kecil atau menengah, bahkan papan atas yang kekurangan modal untuk mengembangkan usahanya, mereka bisa memilih dan juga menawar seberapa besar prosentase profit yang ingin mereka dapatkan dari modal yang ditanamkan, bahkan terkadang “terlalu rakus” untuk membeli lisensi atau seluruh saham dari produk yang dipresentasikan.
Dec
18
Dari sekian banyak yang rutin ataupun tidak rutin melakukan donor darah, pastinya ada sebagian yang belum tahu berapa harga darah yang didonorkan tersebut, harus ditebus oleh mereka yang membutuhkan. Ada juga yang berpikir, donor darah kan dilakukan dengan ikhlas, kenapa kemudian dijual? Apakah azas`kemanusiaan sudah tidak ada, dan murni menjadi sebuah kepentingan ekonomi semata? Sebagai orang yang telah ikhlas mendonorkan darah, dan belum mengetahui mekanisme sehingga diperoleh nominal harga darah, yang berkisar antara 250-500ribu, tentu akan sangat kecewa.
Berawal dari keinginan untuk membantu sesama yang membutuhkan darah, ternyata semua itu tampak sebagai sebuah rekayasa, dijadikan sebuah ladang bisnis. Pendonor yang hanya diberi susu, telur, sarapan, roti, kemudian darah tersebut dijual dengan harga sedemikian mahal. Jangankan bagi Anda yang sering atau pernah melakukan donor, saya yang sampai saat ini tidak pernah melakukan donor darah, juga cukup kesal membayangkan jika ternyata program kemanusiaan donor darah ini hanyalah sebuah topeng dari bisnis jual beli darah.
Jangan kesal, jangan gusar, jangan menghakimi, sebelum tahu apa yang sebenarnya terjadi.
Category:







