Pastinya sudah banyak yang tahu, bahwa Google Translate telah mendukung bahasa Indonesia dalam layanan penerjemah online gratis yang disediakannya. Tapi apakah semua juga sudah tahu bahwa dari keterbatasan yang bisa dilakukan oleh Google Translator dalam melakukan terjemahan online gratis dari bahasa Indonesia ke dalam bahasa Inggris maupun bahasa lain, juga sangat bermanfaat bagi orang-orang yang mempunyai kemampuan minim dalam membaca maupun menulis selain dalam Bahasa Indonesia, misalnya saya sendiri.

Sepertinya Google memang mulai memanjakan para penggunanya dengan sebelumnya telah mengeluarkan sebuah browser baru yang dinamai Google Chrome, kemudian pada pertengahan atau akhir bulan September telah menambahkan Bahasa Indonesia ke dalam layanan translator online yaitu Google Translate. Untuk yang terakhir, saya yakin ini adalah karena Google melihat perkembangan blogger Indonesia yang teramat pesat dan memanfaatkan ini (mungkin) untuk kepentingan bisnis mereka, misalnya Adsense atau Adword. Apakah nantinya Google Adsense menerima blog berbahasa Indonesia? Kemungkinan itu menurut saya sangat besar sekali, melihat dari perkembangan para pengiklan yang juga banyak menggunakan bahasa Indonesia serta geliat blogger Indonesia untuk mendapatkan penghasilan dari internet. Read The End Of This Entry

Share on TwitterShare on TumblrSubmit to StumbleUponSave on DeliciousDigg This
Kemarin malam kota Sidoarjo telah mendapatkan jatah hujan pertama, menyusul kota Madiun yang hujan terlebih dulu. Hujan semalam boleh dikatakan sangat menyejukkan Sidoarjo sekitar 2 jam, tetapi setelah itu kembali lagi ke selera asal yaitu panas yang sangat menyiksa. Belum lagi ditambah dengan pemadaman listrik yang membuat semua peralatan elektronik tidak dapat bekerja sama sekali. Karena semua peralatan elektronik tidak ada yang bisa dipakai, maka acara “tidur bersama” pun segera bisa dilaksanakan. Tidur bersama kali ini melibatkan dua orang cewek dan 2 orang cowok. Tidak usah ngeres, karena 4 orang tersebut adalah saya, istri dan 2 orang anak kami.

Masuk kamar dalam kondisi rumah yang gelap gulita tanpa ada penerangan sama sekali, karena bulan juga sepertinya sedang tertutup awan. Sebuah kamar dengan ukuran 3×3 ditempati oleh 4 orang dengan tanpa alat pendingin ditambah lagi dengan hawa panas Sidoarjo, menjadikan ruangan tersebut menjadi terasa lebih sempit serta pengap dibanding biasanya. Tapi mau bagaimana lagi, adanya memang cuma itu, kamar belakang sudah dipakai pembantu, tidur depan TV terlalu banyak nyamuk penggoda. Read The End Of This Entry

Share on TwitterShare on TumblrSubmit to StumbleUponSave on DeliciousDigg This