Apakah yang dimaksud dengan FREE TRANSLATOR? Menurut dari paduan kata tersebut, bisa diartikan Free Translator adalah orang atau software yang melakukan penerjemahan dari bahasa yang dikuasai untuk kemudian dirubah ke dalam bahasa asing, atau menterjemahkan dari bahasa asing kedalam bahasa yang dikuasai secara gratis atau tanpa memungut biaya apapun. Bahasa asing disini saya asumsikan sebagai Bahasa Inggris yang merupakan bahasa internasional, sedangkan bahasa yang dikuasai adalah bahasa Indonesia. Kebutuhan akan free translator alias translator gratis saat ini sangat tinggi dimana informasi dalam segala bahasa tersebar bebas di internet, bahkan telah banyak juga blogger yang telah berhasil mendapatkan penghasilan dari internet dengan menggunakan bahasa selain bahasa Indonesia. Tetapi free translator ini bukanlah sebuah peluang usaha yang bagus, karena setelah mengerjakan tugas translate tidak akan mendapat bayaran apa-apa karena memang ini adalah translator gratis.

Bukankah banyak kursus atau sekolah Bahasa Inggris yang memberikan jaminan mahir ber-bahasa Inggris dalam hitungan bulan bahkan minggu? Apakah iklan seperti itu dapat dengan mudah dipercaya? Jika yang ikut sekolah atau kursus tersebut adalah orang-orang dengan otak encer ditunjang kemauan untuk belajar yang kuat, tentu saja iklan itu dapat dipercaya. Lha kalau yang diajar seperti saya , yang memiliki otak hampir membatu serta daya ingat yang mulai berangsur-angsur hilang, apakah ada sekolah bahasa Inggris yang berani memberikan jaminan? Read The End Of This Entry

Share on TwitterShare on TumblrSubmit to StumbleUponSave on DeliciousDigg This
“Beli Satu Dapat Dua™” adalah salah satu iklan ampuh untuk memancing atau meningkatkan rasa ketertarikan calon konsumen terhadap produk yang ditawarkan. Beli Satu Dapat Dua bisa juga dikategorikan sebagai bagian dari strategi pemasaran jitu untuk melakukan promosi, dimana calon konsumen yang sebelumnya tidak atau kurang tertarik menjadi memiliki keinginan untuk melihat apa yang sedang diiklankan tersebut. Dengan sedikit “bumbu tambahan“, diharapkan dari sekedar keinginan untuk melihat bisa dirubah atau diarahkan ke sebuah keinginan untuk membeli atau mempergunakan barang atau jasa yang telah ditawarkan menggunakan Strategi Pemasaran Beli Satu Dapat Dua.

Segala barang atau jasa tanpa terkecuali, dapat menggunakan “Strategi Pemasaran Beli Satu Dapat Dua” untuk menarik peminat, pembeli atau pengguna, tanpa perlu untuk melihat bahan apa yang dipergunakan, konsumen seperti apa yang diharapkan, harga yang ditawarkan. Seorang ibu rumah tangga bisa tertarik untuk membeli sebuah mainan baru yang telah dikemas dengan srategi pemasaran beli satu dapat dua, padahal mainan tersebut hanya ditujukan untuk anak-anak dan bukan “mainan” untuk “ibu kesepian”. Terlepas dari rasa sayang terhadap anak, bisa dibilang Strategi Pemasaran Beli Satu Dapat Dua telah berhasil menjerat konsumen, dari yang pada awalnya tidak butuh menjadi tertarik dan kemudian membelinya. Read The End Of This Entry

Share on TwitterShare on TumblrSubmit to StumbleUponSave on DeliciousDigg This