Pernyataan saya tentang tertipu oleh adsense ini, pada awalnya mulai muncul setelah membaca dua buah posting yang keluar hampir bersamaan. Dan karena kedua posting tersebut dikeluarkan oleh dua blogger yang berbeda dengan blognya masing-masing, dimana keduanya merupakan golongan blogger mapan dalam mendulang penghasilan dari internet, yang salah satunya tentu saja adalah adsense, khususnya dari Google Adsense. Saya tidak perlu untuk memberikan kutipan dari tulisan tersebut, karena pasti sudah banyak yang membaca posting tersebut. Tetapi jika Anda penasaran karena belum membacanya atau sudah membacanya tetapi lupa detilnya, silahkan baca langsung ditempatnya. Apa yang telah Anda dapatkan dari membaca kedua buah posting tersebut? Dan bagi yang sedang tidak mau membaca tetapi pengen tahu bagaimana menipu pengunjung dengan adsense, silahkan lanjutkan baca posting tidak bertanggung jawab ini. Read The End Of This Entry
Sep
16
Penipuan dengan adsense atau tipuan menggunakan adsense??? Bukannya adsense adalah sebuah ladang uang yang sangat menggiurkan dan sampai saat ini masih memiliki prospek yang sangat bagus? Trus kenapa sapimoto mengatakan kalau adsense menipu atau melakukan ada penipuan dengan adsense? Pasti ini adalah kebiasaan yang dulu sering kumat, membuat suatu pernyataan yang ngawur dan sama sekali tidak dapat dipertanggungjawabkan. Saya juga tidak terlalu yakin, apakah nanti bisa mempertanggungjawabkan pernyataan tentang penipuan dengan adsense atau menipu dengan adsense atau tertipu dengan adsense, pokoknya yang berbau tipu-tipuan dengan adsense. Tapi sebelumnya sebelumnya saya mohon maaf dulu, jadi gak perlu ngamuk atau marah-marah jika ternyata yang saya sampaikan ternyata jauh dari kebenaran, dan semoga bisa menjadi pencerahan untuk saya sendiri dan juga blogger yang lain.
Sep
16
Tanggal ini, delapan tahun yang lalu, menyusuri jalanan Madiun-Kediri untuk mendapatkan seorang pendamping, seseorang yang tiga tahun sebelumnya telah bersedia untuk menjadi pendamping dalam kondisi apapun, bersedia mengorbankan banyak hal. Melihatmu sekarang, pastilah sudah tidak sama seperti delapan tahun yang lalu apalagi sebelas tahun yang lalu. Tubuhmu telah dirusak oleh dua anakku yang sangat kamu sayangi, dan tak lama lagi satu anak akan merusakmu lagi, kumohon engkau tetap ikhlas seperti dahulu.
Terlalu banyak yang kau korbankan, tak mampu kusebutkan dalam jumlah apalagi angka. Banyak sekali air mata yang sengaja tertumpah untuk menunjukkan rasa sayangmu, rasa tidak ingin kehilanganku. Tapi sepertinya yang kamu harapkan belum seluruhnya kamu dapatkan. Aku masih seperti dulu, dengan segala ego dan angkuh yang masih membelenggu. Read The End Of This Entry
Category:







