Akhir pekan lalu, jalan-jalan ramai dipenuhi para remaja baik laki-laki maupun perempuan dengan baju seragam putih abu-abu yang penuh dengan coretan yang membuktikan bahwa dirinya telah lulus dari sebuah bangku pendidikan sekolah yang dienyam selama 3 tahun atau mungkin juga sebuah gambaran kepuasan setelah duduk dibangku sekolah yang boleh dibilang sangat membosankan dan menjemukan selama 12 tahun dan mungkin ada yang lebih dari itu. Dengan berkonvoi menggunakan sepeda motor dengan banyak mengabaikan peraturan lalu lintas, berkeliling kota menyebabkan banyak kemacetan disana-sini. Bahkan para petugas kepolisian yang bertugas di jalan raya, juga cukup kerepotan menghadapi ulah para pelaku perayaan kelulusan tersebut.

Tanpa helm, menerobos lampu merah, berboncengan tiga, motor tanpa perlengkapan lalu lintas yang telah disesuaikan, bahkan juga ditambah dengan beberapa motor yang sengaja membuat keramaian dengan melepas knalpot atau memang telah menyiapkan sebuah knalpot yang telah disetting sehingga menimbulkan suara yang sangat berisik. Saya yakin kegiatan tersebut sangat meresahkan masyarakat terutama para pengguna jalan, yang berpapasan maupun sejalur dengan rombongan konvoi kelulusan tersebut. Para peserta konvoi dalam rangka kelulusan tersebut, tak segan untuk bertindak arogan terhadap pengguna jalan lain, dan memaksa pengguna jalan lain untuk menepi dan memberikan jalan kepada rombongan tersebut. Read The End Of This Entry

Share on TwitterShare on TumblrSubmit to StumbleUponSave on DeliciousDigg This
Sebuah sejarah yang sangat penting dalam sejarah berdirinya sapimoto.com, yaitu dalam 1 hari mendapatkan 14 komentar. Mungkin bagi blog-blog lain yang telah sukses, 14 komentar dalam 1 hari merupakan hal yang biasa, namun tidak demikian dengan sapimoto.com yang pada hari-hari sebelumnya sejak blog ini dibuka untuk umum, hanya satu atau paling banyak tiga komentar dari pengunjung. Dengan cermat serta hati-hati, saya langsung hapus 14 komentar yang masuk tersebut. Bukan saya tidak menghargai para pengunjung yang telah memberikan komentar pada blog ini, tetapi ada hal lain yang menjadi pertimbangan saya untuk melakukannya.

Mulai pagi saya sibuk dengan urusan di luar yang memaksa untuk jauh dari koneksi internet dengan segala macam kegiatan yang biasa saya lakukan. Setelah urusan di luar terselesaikan dengan sukses tanpa mengalami banyak kendala, menjumpai koneksi internet dalam keadaan sekarat. Mati segan, hidup tak mau. Dengan koneksi yang sakit tersebut, akhirnya saya mencari kegiatan lain yang tidak berhubungan dengan internet tetapi juga tidak keluar dari ruangan, biasa nge-game PES dengan salah satu teman, mumpung waktu istirahat siang. Istirahat siang yang harusnya dimanfaatkan untuk makan siang atau istirahat sejenak dari segala rutinitas yang telah dilakukan dari pagi, saya pilih untuk nge-game yang juga bisa dikatakan sebagai pelepas penat dari segala kesibukan mulai pagi hari.

Tidak makan siang dan pagi hari menjadi biasa sekarang, padahal sudah banyak yang mengingatkan tentang kesehatan. Hanya berteman segelas kopi dan 2 bungkus rokok, hampir setiap hari mengarungi hidup mulai pagi sampai dengan sore hari. Read The End Of This Entry

Share on TwitterShare on TumblrSubmit to StumbleUponSave on DeliciousDigg This