Pada hari Jumat, 6 Maret 2009, ketika jalanan Sidoarjo dipenuhi oleh ratusan bahkan mungkin ribuan orang yang akan menikmati sebuah acara hiburan yang diselenggarakan oleh salah satu tv lokal di GOR Gelora Delta, saya mendapat sebuah telepon dari seorang pembesar club motor Jawa Timur, meminta untuk bertemu dan membahas sebuah permasalahan dan meminta dukungan untuk bisa masuk di Madiun. Saya pun segera berangkat ke tempat yang sudah ditentukan bersama badak ijo, yaitu sebuah warnet 24 jam yang berada dalam sebuah lingkungan SPBU, yang berada disekitar fly over Jenggolo. Setelah salah masuk SPBU dan tidak menemukan warnet yang dimaksud, akhirnya saya menelepon, dan diberitahukan bahwa saya harus putar balik karena SPBU yang saya masuki bukanlah yang dimaksud. Setelah bertemu dan berkenalan sejenak, karena walaupun sudah beberapa kali berkomunikasi melalui telepon tetapi kami sama sekali belum pernah bertemu. Continue reading →
Adegan Ranjang Kiki Fatmala - Saipul Jamil
Cuplikan video adegan ranjang Kiki Fatmala dan Saipul Jamil dalam sebuah film layar lebar yang tidak disebutkan judul dan sampai saat ini juga belum tayang, sedang banyak mendapat sorotan media terutama yang khusus membahas tentang update selebritis Indonesia. Pada adegan tersebut, Kiki Fatmala merasa dilecehkan oleh Saipul Jamil, karena dipegang pada bagian tubuh yang seharusnya tidak dipegang pada sebuah syuting adegan film, dan acara pegang tersebut berlangsung sampai dengan dua kali, karena yang pertama gagal dan harus ambil ulang adegan tersebut, sehingga membuat Kiki Fatmala naik darah dan meminta menghentikan syuting, serta mengomel atas kekurang ajaran yang telah dilakukan Saipul Jamil. Walaupun itu adalah sebuah adegan ranjang, tetapi dengan tindakan “ambil untung” tersebut, sangatlah wajar jika Kiki Fatmala memberikan predikat kepada Saipul Jamil sebagai seorang pemain yang tidak profesional. Karena saya bukan pemain film, jadi juga tidak begitu paham dengan batas yang dapat dilakukan oleh pemain film profesional, ketika melakukan adegan ranjang. Continue reading →
Banyak Jalan di Sidoarjo Tergenang Air Hujan
Hampir setiap hari hujan mengguyur Sidoarjo, tanpa kenal waktu, bisa pagi, siang ataupun malam, tanpa pernah peduli bahwa daya tampung sungai dan selokan sudah mencapai ambang batas, tidak juga memperhatikan bahwa daya resap tanah yang sebagian besar tertutup aspal, semen dan beton sudah semakin berkurang daya resapnya. Pada musim hujan kali ini, memang saya tidak menulis hujan pertama seperti posting terdahulu, karena semangat kedatangan hujan kali ini sudah tidak seperti yang dulu, dimana pada waktu itu masih merasakan Sidoarjo sebagai sebuah kota yang tidak nyaman, dan sering muncul ketidakpuasan atas sebuah keputusan yang mengharuskan meninggalkan Madiun. Tapi memang beginilah nasib seorang PNS gondrong yang hanya menjabat sebagai pelaksana pada sebuah departemen yang harus siap dengan resiko pindah kota untuk dapat tetap menikmati gaji serta tunjangan yang diberikan. Lha kalau saya nekat bertahan di Madiun, terus siapa yang mau membayar gaji serta tunjangan, mau dikasih makan apa anak dan istri?
Halah, lha kok malah ngelantur gak jelas. Continue reading →
Badak Ijo
Badak (Bahasa Inggris: rhinoceros atau rhino) adalah lima spesies hewan dari famili Rhinocerotidae, ordo Perissodactyla yang kesemuanya berasal dari Afrika atau Asia. Famili ini memiliki karakteristik: berukuran besar, dapat mencapai lebih dari satu ton; satu atau dua cula di bagian tengah dahi, yang jika berjumlah dua, salah satu terletak di depan yang lainnya (tidak bersisian); herbivora; kulit tebal, 1.5 - 5 cm, terbentuk dari lapisan kolagen. Badak memiliki indra pendengaran dan penciuman yang tajam, tapi tidak dapat melihat jauh. Sebagian besar badak dapat hidup melebihi 40 tahun. Walaupun termasuk herbivora, badak adalah hewan yang berbahaya. Di India dan Nepal, badak merupakan penyebab utama kematian manusia, melebihi yang jumlah yang disebabkan oleh harimau dan macan tutul. Badak bahkan diketahui pernah menyerang gajah pembawa turis. Continue reading →















