Dalam sebuah tulisan yang menggambarkan sebuah peristiwa, memaparkan sebuah ide atau temuan, memancing orang untuk membaca atau tertarik pada apa yang kita tulis, diperlukan sebuah judul yang bisa menggambarkan keseluruhan dari tulisan tersebut. Paling tidak dengan pemilihan judul yang tepat, maka seseorang sudah bisa mengerti apa sebenarnya yang ingin disampaikan dalam tulisan tersebut. Walaupun judul disini sebenarnya tidak hanya berlaku pada tulisan tetapi bisa juga diterapkan kepada film atau pementasan, disini saya hanya akan membahas tentang mencari judul yang berkaitan dengan tulisan khususnya blog.
Mencari judul yang tepat bukan sebuah persoalan yang mudah bagi seorang yang baru terjun dalam dunia tulis menulis blog seperti saya. Karena terkadang sudah ditemukan judul yang menarik, tetapi untuk menjabarkan dari judul yang sudah ada menjadi sebuah tulisan sangatlah sulit. Bahkan tidak jarang, sebuah tulisan yang telah selesai ditulis dengan segala pernak-pernik yang dibutuhkan tetapi kesulitan menemukan judul yang tepat atau bisa menggambarkan dari keseluruhan tulisan tersebut.
Sebuah judul yang menarik, tentu saja akan membuat seseorang untuk mempunyai keinginan membaca apa yang kita tulis. Jadi keberadaan sebuah pepatah,”Jangan Melihat Buku Dari Sampulnya”, saya sangat tidak setuju sekali. Karena justru sampul dimana tertera judul serta nama pengarang dan mungkin ditambah adanya sebuah ilustrasi gambar, akan sangat menarik seseorang ketika pertama kali melihatnya. Memang pada sampul yang menarik belum tentu memiliki isi semenarik yang dibayangkan, dan sampul yang kurang menarik juga bukan jaminan bahwa isinya hanya sampah dan sesuatu yang tidak berguna. Paling tidak dengan adanya sampul yang menarik, sebuah buku sudah akan mendapatkan nilai tambah ketika seseorang melihatnya untuk pertama kali. Read The End Of This Entry
Tadi malam ada pertemuan dengan teman-teman lulusan sekolah yang sama ketika di Malang, yang saat ini berada di Surabaya dan sekitarnya. Acara yang sedianya akan membahas beberapa agenda akan kelangsungan komunitas yang saat ini sudah berusia lebih dari 10 tahun, agak terhambat dengan terlambatnya sang ketua untuk menghadiri acara ini, dikarenakan masih adanya kesibukan di kantor.
Acara silaturahmi yang dihadiri bukan hanya teman seangkatan tetapi juga beserta keluarga, tentunya juga bersama anak-anak yang diharapkan sebagai generasi penerus bangsa ini. Ibu-ibu serta anak-anak kecil inilah yang justru membuat meriahnya suasana, dan bapak-bapak dan yang amsih bujangan ngobrol sambil menikmati hidangan yang disediakan oleh tuan rumah dan tak lupa juga dengan bermacam rokok yang sepertinya tak pernah berhenti berasap. Read The End Of This Entry