Tadi sore sebelum pulang kantor sempat mampir ke tempat Mbah Mul dan menemukan sebuah postingan yang menulis tentang akan bertemunya atau kopi darat para blogger yang ada di Madiun,yang dicetuskan oleh bocah dalam salah satu postingnya. Dalam postingnya tersebut, bocah berharap akan terbentuk Madiun Blogger Club yang akan dijadikan sebagai ajang komunikasi para blogger yang ada di Madiun, yang untuk kedepannya akan banyak membahas tentang permasalahan yang dihadapi para blogger, serta mungkin akan ada sedikit bocoran tentang cara mencari uang di internet dari master yang berasal dari Madiun ;)

Pada awalnya hanya mau mampir ke tempat Mbah Mul, malah akhirnya nyasar ke tempat bocah dan malah membaca beberapa postingan yang akhirnya baru bisa meninggalkan kantor diatas jam 19:00 Tapi tidak ada yang perlu disesali, karena banyak yang saya dapat dari membaca postingan bocah, walaupun sampai dirumah istri agak cemberut.

Saya sangat kecewa sekali karena tidak bisa hadir pada acara tersebut, karena memang saat ini tidak berdomisili di Madiun, walaupun KTP masih tetap Madiun. Panggilan tugaslah yang memaksa untuk meninggalkan kota tercinta tersebut, dan sekarang memulai hidup baru di Sidoarjo. Walaupun tidak bisa hadir dalam acara tersebut, saya tetap dukung sepenuhnya atas terbentuknya Madiun Blogger Club, dan mudah-mudahan wadah tersebut merupakan sebuah ajang yang positif khususnya untuk para blogger yang ada di Madiun, atau mungkin nantinya akan diperluas menjadi se-eks Karesidenan Madiun dan membawa perkembangan kota Madiun ke arah yang lebih baik. Read The End Of This Entry

Share on TwitterShare on TumblrSubmit to StumbleUponSave on DeliciousDigg This
Pemasaran sangat erat hubungannya dan merupakan sebuah bagian yang tak terpisahkan dari penjualan, baik itu berupa barang maupun jasa. Dengan menggunakan strategi pemasaran yang tepat, akan banyak menarik minat konsumen yang kita bidik sebagai pangsa pasar dari produk yang kita tawarkan. Kalaupun pruduk yang kita tawarkan ternyata hanya dilirik tanpa satupun terjual, mungkin karena penerapan strategi pemasaran yang keliru atau kurang tepat, bisa juga karena kita menawarkan barang atau jasa kepada orang atau perusahaan yang kurang tepat. Bisa juga orang masih ragu dengan kehadiran produk baru kita, sehingga mereka pada saat pertama hanya tertarik untuk melihat-lihat sekaligus untuk membandingkan produk sejenis dari produsen lain. Barang atau jasa yang baru masuk kedalam pasar, tentu akan menempati kelas menengah kebawah jika dibandingkan dengan produk sejenis yang telah menguasai pasar lebih dulu.

Jika kita menginginkan produk yang kita tawarkan menempati kelas atas dan banyak diminati oleh konsumen, maka beberapa usaha yang terkait dengan strategi pemasaran harus kita terapkan untuk mendapatkan apa yang kita inginkan tersebut. Karena dengan banyaknya produk kita yang laku, maka dengan otomatis jumlah keuntungan yang kita dapatkan juga akan berlipat ganda.

Di sebuah sekolah ekonomi, pasti banyak sekali dibahas tentang strategi pemasaran yang ditinjau dari banyak aspek dan mungkin justru akan membingungkan bagi seorang pengusaha yang hanya memahami dunia pemasaran atau penjualan secara otodidak tanpa pernah bersentuhan dengan buku-buku atau pembahasan-pembahasan secara lisan yang berhubungan dengan strategi pemasaran. Tetapi jangan salah sangka terlebih dahulu, para pengusaha yang merintis usaha dan menjadi besar secara otodidak tersebut, belum tentu kalah jika dibandingkan dengan lulusan-lulusan sekolah ekonomi dengan walaupun dengan yang lulus nilai cumlaude sekalipun. Read The End Of This Entry

Share on TwitterShare on TumblrSubmit to StumbleUponSave on DeliciousDigg This