Ada seorang kaya bernama Tung Desem Waringin (42) yang berancana akan menyebarkan uang sejumlah 100 juta rupiah melalui sebuah pesawat kecil Jabiru pada tanggal 01 Juni 2008. Menurut sebuah berita yang bisa dipercaya, penyebaran uang 100 juta tersebut adalah sebagai bagian dari acara peluncuran buku berjudul “Marketing Revolution“. Benar atau tidaknya acara ini, dari pihak kepolisian menyatakan bahwa acara sebar uang 100 juta tersebut tidak ada, karen sampai saat ini belum ada pengajuan ijin untuk pengadaan acara tersebut. Sedangkan dari pihak Tung Desem Waringin, yang diwakili oleh salah satu staffnya yaitu Diki M Sidik, acara tersebut akan tetap dilaksanakan dan hari ini akan melakukan pengurusan terkait izin acara tersebut hari ini. Dan apabila tidak dapat dilakukan pada hari Minggu tanggal 01 Juni 2008, Diki M Sidik mengatakan bahwa acara tersebut akan tetap jadi dilaksanakan tetapi dengan mengundur tanggal pelaksanaan.

Fenomena apakah ini? Disaat banyak orang merasa terhimpit beban ekonomi akibat naiknya harga BBM yang diikuti oleh harga kebutuhan pokok yang lain, kok malah ada seorang yang rela menghambur-hamburkan uang untuk peluncuran sebuah buku. Apakah benar acara tersebut benar-benar akan dilaksanakan atau hanya sekedar mencari sebuah sensasi? Karena jika dipandang dari sisi keuntungan advertising, maka cara ini sangatlah ampuh untuk mengangkat nama tiga unsur, yaitu Tung Desem Waringin, Diki M Sidik dan buku “Marketing Revolution“. Cara yang saya maksud bukan acara sebar uang 100 juta tersebut, tetapi propaganda yang disebarkan sehingga acara tersebut terlihat sangat nyata. Hanya dengan menciptakan sebuah berita yang sangat sensasional, maka banyak sekali media yang menyebut-nyebut ketiga unsur tersebut. Dan bukan hanya media cetak dan elektronik saja yang secara tidak sadar telah mempromosikan ketiga unsur tersebut, tetapi merambah pada bloger yang juga banyak menulis tentang fenomena ini, salah satunya adalah blog ini. Read The End Of This Entry

Share on TwitterShare on TumblrSubmit to StumbleUponSave on DeliciousDigg This
Makin aneh saja ulah para wakil pilihan rakyat yang duduk diatas sana, foto bugilnya bersama mantan staffnya sekarang lagi rame jadi perbincangan baik media elektronik maupun media cetak. Anggota dari dewan terhormat itu adalah Max Moein, dan staffnya bernama Desi Vidyawati atau Desi Firdiyanti. Mengapa ada dua nama staff yang jika dilihat dari namanya adalah sama-sama wanita? Saya sendiri juga kurang tahu, dari mana mereka mendapatkan kedua nama tersebut dan mana yang lebih benar, karena dari banyaknya berita yang beredar memang memunculkan kedua nama tersebut. Atau mungkin memang ada dua wanita yang telah berfoto bugil bersama Max Moein? Bagi para pemburu foto bugil orang terkenal, pastilah foto bugil Max Moein dan Desi Vidyawati atau Desi Firdiyanti tersebut akan menjadi sebuah barang yang akan diburu sebagai koleksi. Tanpa peduli pada Undang-undang Anti Pornografi pasti akan banyak cara yang akan ditempuh oleh para pemburu ini untuk mendapatkannya.

Pada wawancara yang juga dirilis oleh beberapa media cetak besar, Desi Vidyawati atau Desi Firdiyanti mengaku dipaksa untuk melakukan foto bugil tersebut. Bahkan disalah satu media cetak, dia membantah melakukan foto dengan pose syur, tetapi hanya menerima pelecehan dari Max Moein. Bagaimana bentuk pelecehan yang diterimanya, wanita ini tidak mau mengungkapnya secara pasti.

Max Moein bahkan juga telah mengakui bahwa itu adalah foto dirinya dengan salah seorang teman, tetapi tidak tidak dalam keadaan telanjang. Ataukah mungkin ada lagi foto bugil Max Moein yang beredar? Sepertinya Max Moein sedang memancing para pemburu foto bugil orang terkenal untuk lebih merasa tertantang dalam perburuannya. Read The End Of This Entry

Share on TwitterShare on TumblrSubmit to StumbleUponSave on DeliciousDigg This